Duo Brasil Hentikan Langkah Chelsea – Ambon Ekspres
Olahraga

Duo Brasil Hentikan Langkah Chelsea

Dramatis! Bermain dengan 10 orang tanpa Zlatan Ibrahimovic, Paris-Saint Germain (PSG) justru melaju ke perempatfinal Liga Champions. PSG menahan imbang Chelsea 2-2 di Stamford Bridge, dan melaju karena agresivitas gol yang lebih baik, yakni 3-3.

Agresivitas gol tercipta, setelah di leg pertama berakhir 1-1. Dua gol Chelsea di laga ini diciptakan oleh Gary Cahill dan eksekusi penalti Eden Hazard, sementara dua gol balasan PSG dihasilkan oleh David Luiz yang notabene mantan bek Chelsea dan juga Thiago Silva.
Babak Pertama

Membawa agregat sama kuat 1-1 untuk keunggulan Chelsea yang mencetak gol tandang. Laurent Blanc menurunkan skuad terbaiknya, Paris-Saint Germain (PSG) bermain dengan trio Edison Cavani, Zlatan Ibrahimovich dan Javier Pastore di depan. Eks Chelsea, David Luiz juga bermain kembali di Stamford Bridge.

Sedangkan Jose Mourinho memainkan Ramires di lini kanan Chelsea, guna menguatkan lini tengan tim dan membantu Cesc Fabregas serta Nemanja Matic dalam membendung serangan PSG.

Dari awal laga, kedua tim langsung bermain dengan tempo tinggi. Peluang pertama didapatkan Cavani yang menerima umpan terukur Marco Verratti, namun John Terry masih dapat memblokknya.

Hingga memasuki menit 17, penguasaan bola kedua tim berlangsung ketat dan PSG menang dengan penguasaan sebanyak 52 persen. Namun gol belum juga tercipta di Stamford Bridge.

Bermaksud mencetak gol dan membalikkan keunggulan agregat, PSG justru bermain dengan 10 orang sejak menit ke-32. Ibrahimovic langsung mendapatkan kartu merah dari Bjorn Kuipers, setelah melakukan tekel keras kepada Oscar.

Chelsea seakan tak percaya dengan momen yang terjadi di menit 42. Diego Costa yang menggiring bola, terjatuh oleh Cavani di kotak terlarang. Namun Kuipers tak mengindahkannya. Skor 0-0 pun bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak Kedua

Melihat timnya unggul jumlah pemain, Mourinho pun memasukkan Willian menggantikan Oscar. Hal ini dilakukannya untuk menutup kemenangan dan memastikan Chelsea ke fase selanjutnya dengan cepat seraya menambah intensitas serangan tim.

Cavani! Peluang nyata pertama yang terjadi di laga ini. PSG mendapatkan peluang emas di menit 57 kala Cavani terbebas dari perangkap offside Chelsea. Mengecoh Thibaut Courtois, sepakan mantan pemain Napoli itu hanya menerpa mistar gawang.

Bermain dengan 10 pemain, Chelsea justru sulit mengatasi tekanan PSG. Berulangkali determinasi Thiago Silva dan kawan-kawan membuat para pemain Chelsea kesulitan mengontrol bola. skor kacamata masih menghiasi papan skor hingga menit 66.

Gary Cahill! Memanfaatkan kemelut di muka gawang PSG, mantan bek Bolton Wanderers itu mencetak gol ke gawang yang dikawal Salvatore Sirigu. Kedudukan pun kini menjadi 1-0 dan Chelsea unggul agregat 2-1.

Comeback spesial Luiz! Keunggulan Chelsea hanya bertahan lima menit. Luiz menyamakan kedudukan menjadi 1-1 kala menanduk bola hasil umpan Ezequiel Lavezzi via sepak pojok. Agregat kembali sama 2-2 dan bertahan hingga akhir laga, pertandingan pun dilanjutkan hingga babak tambahan.

Babak Tambahan

Empat menit babak tambahan pertama dimulai, Chelsea sudah kembali unggul. Eden Hazard mengkonversi sepakan penaltinya menjadi gol melewati Salvatore Sirigu dan merubah kedudukan menjadi 2-1 setelah handball yang dilakukan oleh Thiago Silva.

Agregat gol pun kini menjadi 3-2 dan bertahn hingga akhir babak tambahan pertama.
Masuknya Didier Drogba, sedikit menambah kekhawatiran PSG. Namun tim tamu terus menekan pertahanan Chelsea guna kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Jika terjadi, PSG akan lolos langsung tanpa adu penalti karena memiliki agresivitas gol tandang yang lebih baik.

Courtouis! Penyelamatan gemilang 113 dilakukannya kala menepis bola tandukan Silva. Namun sayang Silva membalasnya dengan gol di menit yang sama, memanfaatkan sepakan pojok Thiago Motta.

Skor pun kini berubah menjadi 2-2 dan merubah agretivitas gol menjadi 3-3. Masuknya Gregory van der Wiel mempertahankan kedudukan dengan baik, PSG pun lolos ke perempatfinal mengantongi agretivitas gol tandang lebih baik. (FMR)

Most Popular

To Top