Nelayan Aru Sulit Dapatkan BBM – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Nelayan Aru Sulit Dapatkan BBM

AMBON, AE—Nelayan tradisional di Kabupaten Kepulauan Aru kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk kebutuhan melaut. Ini disebabkan sedikitnya kuota yang di distribusikan Pertamina ke daerah itu.
Angggota DPRD Kepulauan Aru Fraksi Nasdem, Usman Labo mengatakan, kondisi ini sangat merugikan nelayan yang berjumlah sekitar 391 orang. Padahal sektor yang unggul dan dapat meningkat pendapatan ekonomi masyarakat dari sektor perikanan.

“Andalan kita di Aru itu adalah sektor perikanan. Namun persoalannya adalah nelayan sangat sulit mendapatkan minyak untuk melaut. Karena stok dan kuota yang tidak berbanding lurus dengan kebutuhan nelayan dilapangan sehingga nelayan mengantre luar biasa banyak,” ungkap Labo di Ambon beberapa hari lalu usai menemui pimpinan Pertamina Cabang Ambon.

Perahu nelayan di Aru memiliki daya tampung 10 GT kebawah dengan kebutuhan minyak 5 hingga 6 drum untuk satu kali melaut. Sedangkan kuota yang dipasok Pertamina ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Dobo hanya 120 kilo liter/bulan.

“Dengan kuota minyak setiap satu bulan didapatkan 120 KL tentu tidak mencukupi kebutahan bahan bakar nelayan. Satu kali melaut saja nelayan menghabiskan 5-6 drum satu (sekitar 1 KL). Ini kan tidak berbanding lurus dengan kebutuhan nelayan,” beber ketua Fraksi Partai Nasdem ini.

Selain kuota yang terbatas, terutama jenis solar, pengawasannya juga tidak maksimal. Minyak yang sejatinya diperuntukan bagi nelayan menjadi barang bisnis oknum tertentu. “Disana bukan hanya persoala distribusi dan kuota, tetapi juga pengawasan yang lemah.

Sehingga minyak ini merupakan barang yang sangat sulit untuk didapatkan,” kata mantan pegawai di Dinas Kelautan dan Perikanan Aru ini.

Untuk memenuhi kebutuhan minyak bagi nelayan, Labo mengaku sudah bertemu langsung dengan Pertaminan Cabang Ambon dan membicarakan solusinya. Pertamina, kata dia, memerlukan data terbaru kebutuhan minyak, jumlah nelayan, jumlah penduduk dan jumlah usaha mikro yang bergerak di sektor perikanan.

“Dari data itu, Pertamina akan mendorong ke BPH Migas untuk menaikan kuota minyak di Kabupaten Aru. Sehingga persoalan-persoalan nelayan disana bisa teratasi. Sebab rata-rata masyarakat Aru, terutama nelayan membutuhkan BBM terutama solar dan minyak tanah,” jelasnya.(TAB)

Most Popular

To Top