Produk Lokal Harus Kuasai Pasar – Ambon Ekspres
Amboina

Produk Lokal Harus Kuasai Pasar

AMBON, AE.—Untuk menghadapi awal dari pasar bebeas ASEAN 2016 mendatang, pelaku Usaha Kecil Menegah (UKM) di seluruh Indonesia, khususnya di Maluku harus siap untuk bersaing.

“Sangat diharapkan pro duk dari UKM lokal bisa menguasai pasar dalam negeri,”ungkap Suhanto M.M, Direktur Dagang Kecil Menegah dan Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) kepada Ambon Ekspres usai membuka acara Workshop Pengembangan Kemasan dan Penerapan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (Online) di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Kamis(12/3).

Suhanto mengatakan,  kesiapan dari pelaku UKM sangat dibutuhkan untuk terus meningkatkan produktivitas dari produk lokal dengan kualitas yang semakin baik.

“Indonesia merupakan salah satu negara tujuan terbesar perdagangan bebas ASEAN nantinya. Paling tidak, jika kita bisa menguasai pasar dalam negeri saja, ekonomi negara ini akan berkembang pesat,”katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Suhanto, pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah mengajak para UKM untuk diberdayakan produk-produk unggulannya agar siap menghadi kondisi tersebut.

“Salah satunya, dengan  memberikan pelatihan mengenai kemasan yang baik dan yang terpenting adalah bagaimana produk-produk dari Provinsi Maluku ini jangan hanya dikenal oleh masyarakat nusantara tapi masyarakat internasional juga,”tandasnya .

Ditambahkan, pihaknya juga mengundang etalase penjualan online untuk melihat kualitas dari produk UKM Maluku yang layak untuk dipajang atau dijual melalui sistim online.

“Para etalase penjualan online akan menilai produk jenis apa sja di Maluku yang memenuhi standar untuk dijual melalui eltalase mereka, sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan. Selain itu, kami juga memberikan edukasi terkait meningkatkan kualitas UKM baik dari sisi kemasan maupun mekanisme penjualan online, mulai dari penjualan hingga cara pembayarannya,”terangnya.

Dia juga mengakui, bahwa kendala yang dihadapi oleh sebagian UKM adalah ketidakpahaman mengenai manfaat dari internet. Sebagian besar pelaku UKM belum memahami betul manfaat adanya internet yang bisa membantu memasarkan produk mereka pada skala yang lebih luas.

“Pihak kami akan memberikan edukasi baik teori maupun praktisi terkait hal itu kepada para UKM di Maluku, sehingga jika produk yang dianggap layak dapat dipajang secara online. Para pelaku usaha dapat memahami dan mendapatkan keuntungan dari sistem tersebut,”tuturnya.

Dia juga menegaskan, pemerintah pusat akan terus melakukan monitoring terhadap kegiatan para UKM di Maluku. Sehingga dapat dilihat perkembangan dari produk-produk yang dihasilkan setelah diberikan pembinaan ini.

Kedepannya, kemendag ingin memberikan kegiatan lanjutan untuk bagaimana hasi produksi dari UKM di Maluku bisa untuk dipasarkan di pusat-pusat perbelanjaan modern, seperti Hypertmart. Dan ini sudah menjadi ketentuan dalam undnag-undang perdagangan dimana sekurang-kurangnya produk yang dijual di pasar modern, 80 persen harus produk dalam negeri.

Diakui, dari sekian ratus UKM yang ada  di Maluku, belum mengetahui bagaiman caranya gara produk yang dihasilkan bisa dijual di Hypermart. Ini menjadi tugas pemerintah dalam hal ini kemendag dan disperindag setempat untuk menjembatani mereka.

Selanjutnya sambung dia, ada solusi yang diberikan bagaimana produk mereka bisa dijual di pasar modern.  Produk lokal ini harus menjadi tuan rumah di negara sendiri. Untuk itu, para UKM harus meningkatkan daya saing , kualitas, kuantitas dari produkyang dihasilkan.

“Dinas terkait diharapkan terus memberikan fasilitas serta pembinaan bagi perkembangan UKM melalui APBD dengan mengadakan program yang sama. Ini harus merata bagi  semua pelaku UKM mulai dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota di Maluku,”tegasnya. (IWU)

Most Popular

To Top