AV Diminta Copot Camat Wakate – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

AV Diminta Copot Camat Wakate

AMBON, AE—Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Abdullah Vanath (AV) diminta untuk menindak tegas anak buah-nya, Kepala Kecamatan (Camat) Wakate, Haliq Rumeon. Pasalnya, sudah hampir 8 bulan camat tidak berada ditempat tugasnya.

Karena tidak berada di tempat tugasnya itu, menyebabkan proses administrasi warga di kecamatan itu terhambat. Terkesan pemerintah membiarkan hal ini terus terjadi. Masyarakat yang seharusnya diberikan pelayanan prima dari pemerintah tidak berjalan dengan baik. ‘’Malahan untuk mengurus surat-surat masyarakat harus menunggu kehadiran camat yang berada diluar berbulan-bulan,’’ tandas dia.

Dikatakan, kondisi ini bukan baru terjadi namun sudah sejak kecamatan ini dimekarkan. ”Sudah delapan bulan camat tidak ada ditempat tugas. Tidak ada aktifitas berkantor sehingga proses pemerintahan lumpuh. Masyarakat mengeluh hal itu.

Segala urusan yang barkaitan dengan camat, mereka terpaksa harus  menunggu. Saya juga bingung proses pemerintahan seperti ini,’’ ungkap Kabid Advokasi Aliansi Indonesia (AI) Maluku, Edi Irsan Elys yang juga salah satu pemuda asal daerah tersebut kepada Ambon Ekspres, Jumat (13/3).

Menurutnya, tindakan ini kurang bagus yang tunjukan Halik Rumeon dan bisa berdampak buruk kepada masyarakat setempat, ‘’Secara tindak langsung camat telah menunjukkan ketidakmampuan dalam menjalankan roda pemerintahan yang meliputi Pulau Watu Bela dan Pulau Kesui.

Selaku anak daerah, saya harap bupati AV bisa memberikan tidakan tegas kepada bawahanya itu. Bila perlu dicopot dari jabatannya. Jangan cuma menikmati gaji per bulan saja sedangkan tanggungjawabkan tidak dilaksankan dengan baik,” kesal Elys.

Ironisnya lagi, kata dia, anggaran musrembang yang diberikan ke kecamatan Wakate dikembalikan ke kabupaten. Ini disebabkan karena camat tidak berada ditempat tugasnya. ”Musrembang yang harus dilaksanakan di Kecamatan Wakate dialihkan ke kabupaten karena ketidakberadaan camat ditempat. Masih ada banyak persoalan dan anggaran,’’ tandas dia.

Untuk itu, dirinya berharap agar pemerintah segera mengambil langka tegas terkait masalah ini. ”Saya harap pemerintah dapat melihat kondisi ini baik Pemprov Maluku maupun Pemkab SBT. Masyarakat Wakate sangat membutuh sentuhan kebijakan yang baik dari pemerintah,” pungkas dia.(ERM)

Most Popular

To Top