Bahta-Tuhulele Terancam Dipolisikan – Ambon Ekspres
Amboina

Bahta-Tuhulele Terancam Dipolisikan

AMBON, AE.—Dua kader Muhammadiyah Maluku, Gafar Bahta dan Ahmad Bilal Tuhulele terancam dipolisikan oleh sejumlah kader lain terkait dengan penyebaran informasi yang menurut mereka fitnah. Demikian disampaikan mantan ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Ambon, Ismail Borut yang didamping Muhammad Ansyari ketika mendatangi Graha Ambon Ekspres, kemarin.

Menurut Borut, tindakan yang dilakukan kedua kader tersebut sangat disayangkan. Semestinya, kata dia, sebelum mengambil sikap harusnya keduanya melakukan langkah-langkah yang telah diatur dalam organisasi itu. “Dari sisi etika kedua kader, harus mengedepankan ideologi kemuhammadiayaan yang secara bijak dan arif kemudian kedepankan rasionalitas bahwa apakah sikap yang ditunjukan kedua kader itu ada punya bukti autentik tidak ?

Jika ada harus disampaikan kepada seluruh 13 PW Muhammadiyah yang ada. kemudian melalui forum rapat pimpinan Muhammadiyah Maluku. Bukan dengan cara seperti ini,” kata dia.

Dijelaskan, setelah melalui rapat forum pimpinanan Muhammadiyah, jika memang terbukti selama dalam kepemimpinannya Abd Majid Makassar terbukti sebagaimana yang dikatakan kedua orang tersebut barulah mengambil sikap. “Ini organisasi yang besar. Jika dengan tidakan seperti ini maka sangat kami sayangkan untuk itu, kedua orang ini terlebih Tuhulele yang bukan kader Muhammadiayah.

Kami akan laporkan pihak kepolisian jika keduanya tidak mampu menunjukkan bukti sebagimana yang dibeberkan itu,” ancamnya.

Tuhulele, kata dia, telah dipecat dari kader Muhammadiayah sejak 2011 memalui mekanisme yang ada dalam organisasi tersebut sehingga jika di (Tuhulele, red) masih memakai simbol Muhammadiyah maka itu tindakan yang salah. Dia meminta kepada kedua kader tersebut, agar segera menyampaikan permohonan maaf kepada ketua DPW Muhammadiayah Maluku, Abd Majid Makassar dan seluruh kader se-Maluku.

“Segera dan dalam waktu dekat kedua kader ini minta maaf. Terlebih Bilal Tuhulele yang bukan lagi kader Muhammadiyah. Jika tidak maka akan kami polisikan,” tutupnya.

Sementara itu, Muhammad Ansyari mengajak seluruh kader Muhammadiyah Maluku untuk tetap menjaga nama besar organisasi ini. Jangan mudah terprovikasi oleh oknum-oknum yang sengaja menghancurkan organisasi.

“Jangan membuat atau membangun opini yang bukan-bukan sehingga bisa membuat perpecahan di internal organisasi. Itu yang sangat tidak perlu sama sekali, mari kita jaga nama baik organisasi dan jika menemukan hal-hal yang tidak baik maka segara mengambil langkah ataupun tindakan yang sesuai dengan idiologi organisasi ini,” pesannya. (AHA)

Most Popular

To Top