Dinas Pendidikan Diminta Tingkatkan Pengawasan – Ambon Ekspres
Amboina

Dinas Pendidikan Diminta Tingkatkan Pengawasan

Jelang Pelaksanaan UN

AMBON, AE.—Komisi II DPRD Ambon yang membidangi pendidikan meminta Dinas Pendidikan Kota Ambon untuk lebih meningkatkan pengawasan di seluruh sekolah jelang Ujian Nasional (UN). Dengan beberapa perubahan dan melalui Musyawarah Kepala-Kepala Sekolah (MKKS) dan harus memiliki kesepakatan bersama terkait standarisasi.

“Dinas Pendidikan Ambon harus lebih meningkatkan pengawasannya karena  proses sudah mulai berjalan melalui MKKS. Kalau tidak salah kita masih menggunakan 70-30, yaitu nasional itu 70 persen dan sekolah 30 persen untuk bobotan nilai.

Sekarang ini, kesepakatan juga dibangun bersama lewat MKKS. Nanti dari situ kita lihat berapa potensi muatan,” ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Ambon, Christianto Laturiuw kepada Ambon Ekspres di DPRD Ambon, Jumat (13/3).

Ditegaskan, terkait pola tersebut, proses pengawasan harus lebih menjurus kepada proses kesiapan peserta didik untuk menghadapi UN. Bukan sekedar kesiapan-kesiapan kelulusan saja, tetapi lebih berkulitas. Jangan ditingkatkan pengawasan terhadap persoalan administrasi saja tetapi lebih kepada kualitas anak didik.

“Bukan kesiapan untuk faktor, tapi yang paling utama adalah pada persoalan tryout yang sudah dilaksanakan. Ini sebetulnya sudah menunjukan kesiapan sekolah dan juga para siswa untuk menghadapi UN. Yang kita harapkan benar kelulusan yang memiliki kualitas sehingga proses pengawasan yang dilakukan harus berjalan dengan baik,” jelas politisi Gerindra ini.

Keingingan yang sama juga disampaikan anggota Komisi II DPRD Ambon, Taha Abubakar. Menurut dia, mendekati UN untuk semua tingkatan yakni SMA, SMP dan SD maka dinas terkait perlu mengoptimalkan pengawasan. “Nanti semua pemeriksaan soal akan dilakukan di tingkat daerah.

Paling tidak kita berharap kualitas dan kuantitas kelulusan di semua tingkatan itu perlu ditingkatkan. Jangan sampai kita hanya mengharapkan kualitas tetapi kuantitas tidak ada. Kita berharap peran serta dinas melakukan fungsi kontrolnya dengan baik,” tuturnya.

Dia menilai, pihak sekolah juga perlu menjalankan sesuai aturan. Namun yang diharapkan adalah kuantitas bisa sejalan dengan kualitas. “Jangan anggap enteng dengan persoalan ini. Paling tidak ada perubahan. Jangan karena tidak diperiksa di pusat lalu seenaknya. Apalagi penentuan kelulusan ditentukan sekolah. Penentu kelulusan itu ada pada prestasi seseorang selama melakukan proses belajar mengajar dari kelas pertama hingga kelas akhir,” tegasnya.

Taha berharap, semoga dinas pendidikan bisa lebih memaksimalkan fungsi kontrolnya terhadap persiapan UN bagi para siswa sehingga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. ‘’Walaupun ada beberapa perubahan, paling tidak Dinas Pendidikan Kota Ambon tidak mengganggap enteng permasalahan ini tetapi lebih memandang dengan serius sehingga kedepan hasilnya lebih memuaskan dan menghasilkan generasi yang berkualitas,’’ pungkas dia. (ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!