Tagop Diantara Huwae dan Wattimury – Ambon Ekspres
Trending

Tagop Diantara Huwae dan Wattimury

Hari Ini PDIP Tentukan Pengganti Ralahalu

AMBON,AE— Teka-teki siapa kader  PDIP yang bakal ditunjuk sebagai Ketua DPD PDIP Maluku,  direncanakan ditentukan hari ini, dalam Konferensi daerah atau Konferda. Nama Edwin Adrian Huwae, Tagop Soulisa, dan Lucky Wattimuri disebut-sebut berpeluang di pilih menjabat ketua dan sekretaris DPD PDIP Maluku lima tahun kedepan.

Informasi yang diterima menyebutkan, nama Huwae, Soulisa, dan Lucky Wattimury santer dibicarakan diinternal kader PDIP. Tiga nama ini dipastikan dipilih DPP PDIP untuk dimusyawarahkan dalam Konferda. ”Tiga nama ini memang mencuat. Tinggal siapa yang menjabat Ketua DPD PDIP Maluku akan menggandeng Soulisa yang kini menjabat Bupati Buru Selatan sebagai sekretaris DPD PDIP Maluku,” kata salah satu kader PDIP, kemarin.

Meski begitu, dia mengaku, paket Huwae-Soulisa lebih menguat ketimbang Wattimury-Soulisa. ”Ada keinginan DPP agar ketua dan sekretaris memiliki jabatan penting di eksekutif dan legislatif. Apalagi, saat ini Huwae jabat Ketua DPRD Maluku. Tentu perpaduan atau keinginan itu ada di Huwae dan Soulisa. Alasannya, kader yang memiliki jabatan penting akan berpengaruh terhadap kepemimpinan kedepan. Setidaknya, partai akan dibesarkan dan ada perimbangan,” terangnya.

Hanya saja, lanjut dia, skenario atau prediksi itu akan berubah jika tiga nama yang diusulkan tidak ada kata sepakat soal siapa Ketua DPD PDIP Maluku. ”Kalau tidak ada kata sepakat soal siapa ketua, peserta Konferda akan menentukan siapa ketua. Toh, deadlock DPP ambil alih menentukan siapa ketua DPD PDIP Maluku,”terangnya.

Edwin Huwae mengatakan, sebagai kader partai selalu siap jika dipilih atau ditunjuk sebagai Ketua DPD PDIP Maluku 5 tahun kedepan. ”Apapun putusan DPP sebagai kader siap dilaksanakan. Tentu jika dipercayakan partai, maka sebagai kader. Partai sebagai alat perjuangan bisa didayagunakan untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara,”sebut Huwae ketika dihubungi, kemarin.

Soal namanya menguat, Ketua DPRD Maluku ini enggan berkomentar. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PDIP menentukan.”Semua kembali ke DPP. Kita percaya prosesnya berjalan sesuai SK 067. Apa yang diputuskan kita mesti siap. Saya tidak bisa mengomentari informasi itu. Tentu sebelum tiga nama dari DPP disampaikan sebagai kader tegak lurus pada putusan partai,”terangnya.

Soal sejumlah kader yang menginginkan dirinya fokus sebagai ketua dewan, Huwae menegaskan. ”Silakan saja. Proses ketua dewan juga penilaian diawal seperti itu. Hari ini masyarakat bisa nilai bagaimana dinamika di dewan. Tentu dipercayakan sebagai kader siap besarkan partai untuk berdayaguna bagi masyarakat,” tandasnya.

Wakil Ketua DPD PDIP Maluku, Rully Moenandar mengaku, selain digelar Konferda juga digelar Konfercab 6 kabupaten/kota hari ini. ”Konfercab dan Konferda dipusatkan di Baileu Siwalima. Jadi pagi digelar Konfercab, sorenya digelar Konferda,” kata Moenandar.

Dia mengaku, hingga saat ini belum mengetahui siapa yang diputuskan sebagai calon Ketua DPD PDIP Maluku. ”DPP diwakili Komarudin Watubun dan satunya pak Pariera.

Mereka membawa amplop yang berisi tiga nama calon ketua. Jadi terbungkus dalam amplop. Pembukaan Konferda baru dibuka. Jadi sampai saat ini kita belum tahu. Kalau ada tiga nama menguat itu hanya informasi,” papaparnya.

Ketua DPC PDIP MTB, Andre Taborat mengatakan, pihaknya tidak lagi memilih Ketua DPD PDIP Maluku dalam konferda. Kata dia, kewenangan PAC dan DPC telah selesai melalui penjaringan. ”Jadi kita tidak mungkin memilih. Kewenangan di DPP menentukan tiga nama,”sebutnya.

Soal calon Ketua DPD PDIP Maluku yang memiliki dukungan terbanyak akan diutamakan, Taborat menegaskan, semua calon Ketua DPD PDIP Maluku berpeluang. ”Jadi barometernya bukan di dukungan. Fit and proper test yang menentukan. Jadi semua calon ketua punya peluang yang sama tergantung hasil tes,”ingatnya.

Anggota PDIP, Simon Saiya menyesalkan pernyataan Robi Tutuhatunewa yang selalu tonjolkan Huwae di media.”Partai ini mesti besar dapat tempat di masyarakat. Karena itu, yang diperhatikan adalah pendapat anggota partai dan bukan Robi yang bicara banyak tapi tidak pernah bekerja untuk partai. Kalau PDIP mau besar harus diberikan kepada orang yang tepat dan pentingkan pengalaman dan kematangan serta kemampuan kepemimpinan di partai,”ingatnya.

Siapa yang layak pimpin DPD PDIP 5 tahun kedepan, dia menyebut, Lucky Wattimury, Bito Temmar, dan Evert Kermite.

Anggota PDIP lainya, Barce Tahapary menambahkan, utusan DPP, utusan DPC dan peserta konferda mesti memilih figur yang tepat. ”Pilihan kita menentukan masa depan partai di Maluku. Sebaiknya setiap orang yang berkeinginan jadi ketua DPD tidak didorong kepentingan sempit atau kepentingan kelompok serta pesan sponsor, tapi melalui kesadaran bangun partai,” harapnya. (JOS/TAB)

Most Popular

To Top