Toisuta Cs Akan Disingkirkan – Ambon Ekspres
Trending

Toisuta Cs Akan Disingkirkan

AMBON,AE— Upaya mempolisikan kader Golkar kubu Agung Laksono ke Bareskrim Polri, ditanggapi serius kubu Agung di Maluku. Mereka mengancam akan melapor balik kubu Aburizal Bakrie atas dugaan penyuapan dan pemaksaan terhadap beberapa DPD II untuk memilih ARB.

Hal ini ditandaskan Caretaker ketua DPD Golkar Maluku kubu Agung Laksono, Paulus Mantulameten, kepada Ambin Ekspres, Jumat (13/3). Mantulemetan mengaku, pihaknya telah siap membawa kasus tersebut ke kepolisian dalam waktu dekat.

“Kalau mau ancam lapor, kami juga punya bukti yang banyak soal pelanggaran pidana yang dilakukan oleh kubu Aburizal Bakrie pada Musyawarah Nasional Golkar di Bali. Termasuk dalam proses event politik lain,”tegas Mantulemeten.

Kubu ARB di Maluku yang diwakili wakil ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Golkar Kota Ambon, Max Hehanussa dan Rony Sianressy kepada Ambon Ekspres, (13/3) menyebutkan, dugaan pemalsuan mandat yang dilakukan oleh DPD II Golkar kabupaten/kota seluruh Indonesia turut menyeret nama Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon Yance Wenno.

Atas dasar itu, Hehanussa berkesimpulan, Wenno termasuk salah satu orang yang berada dalam laporan dugaan 133 pemalsuan dokumen yang dilakukan kubu Agung. Bahkan kata dia, dugaan pemalsuan tanda tangan mandat tersebut telah dikonfirmasikan kebenarannya ke Sekretaris DPD Golkar Kota Ambon, Kornelis Lakotany.

Namun, Mantulameten membantahnya. Justru kata dia, beberapa oknum pendukung Aburizal di DPD I Golkar Maluku yang memaksa Wenno dan Lakotany untuk menandatangani surat mandat DPD II Golkar Kota Ambon mengikuti Munas Bali.

Kubu Agung lanjut dia, akan menerima tantangan dari kelompok Aburizal. Dengan bukti yang sudah dikantongi, pada momentum Munas Bali maupun kegiatan politik Golkar lainnya, dalam waktu dekat kubu Aburizal dilaporkan ke polisi.

“Kalau benar mereka mau main lapor polisi, kami siap dan kami akan melapor balik mereka ke kepolisian atas kasus suap. Olehnya itu, kita akan terima tantangan mereka untuk ketemtu di polisi,”katanya.

Dia menilai, dukungan yang diberikan kepada Aburizal hanyalah kemauan pribadi ketua-ketua DPD I. Pasalnya, hampir semua ketua DPD I tidak pernah melakukan rapat pleno partai untuk memutuskan dan mendukung mantan Menteri Koordinator Ekonomi itu.

“Jadi dukungan ketua DPD I dan DPD II di Munas Bali adalah dukungan pribadi bukan dukungan DPD. Itu berarti sama dengan dukungan yang diberikan oleh pengurus DPD dan II kepada Agung Laksono,” urainya.

Terhadap sikap membangkang yang masih dilakukan kader Golkar Maluku kubu Aburizal, Mantulameten menegaskan, dalam waktu dekat atau setelah DPP mengeluarkan instruksi, mereka akan di depak dari kepengurusan Golkar Maluku maupun kabupaten/kota.

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan revitalisasi kepengurusan Caretaker dan kader yang membangkang kita singkirkan dari struktur partai Golkar,” janjinya. Ia mengaku tidak ada pemalsuan mandat yang dilakukan kubu Agung, khususnya di Maluku.

Ketua DPP dan Koodinator Golkar Wilayah Maluku, Hamzah Sangadji mengatakan, ancaman mempolisikan Yance Wenno dan kader lainnya yang diduga melakukan pemalsuan dokumen tidak perlu ditanggapi berlebihan.

“Tidak perlu di tanggapi lagi. Surat Keputusan (AK) Kementrian Hukum dan Hak Asassi Manusia (Kemenkum dan HAM) itu sudah final, karena atas rujukan Mahkamah Partai Golkar,”singkat mantan anggota DPR RI ini via sms.
NILAI ARB GAGAL

Kepemimpinan Aburizal di Golkar selama lima tahun, menurut Mantulameten gagal secara politik. Hal ini lanjut dia, disebabkan oleh proses Munas yang selalu di warnai suap-menyuap dan pemaksaan kehendak.

“ARB punya apa yang baik dalam proses Munas Bali? Tidak ada. Proses Munas Bali penuh dengan suap dan rekayasa. ARB itu pemimpin gagal tapi ambisius maka pakai cara suap dan rekayasa dan tangan besi dalam Munas Bali. Itu mungkin yang membuat Mahkamah Partai Golkar menyatakan Munas Bali tidak demokratis dan penuh rekayasa dan menabrak berbagai aturan organisasi,” beber Mantulameten.

Selama memimpin partai penguasa Orde Baru ini, Aburizal nilai Mantulameten, hanya memperhatikan kepentingan pribadi dan bisnisnya. Sementara partai, terutama di daerah justru di telantarkan dan dibutuhkan saat momentum suksesi ketua umum.

“Selama lima tahun dia gunakan tangan besi dalam kepemimpinannya. DPD II merasa seperti anak tiri. Tidak pernah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Tapi heran, ketua-ketua DPD I masih mau memilih dia dan malah memaksa DPD II dengan suap dan ancaman pemecatan,” sindir dia.

Mantulemeten yakin, DPD I maupun DPD II yang memilih Aburizal sebagai ketua umum pada Munas Bali, hanya karena pemaksaan. Selama lima tahun kepemimpinannya di Golkar, satu-satunya yang dia lakukan hanyalah menyenangkan hati dan memanjakan ketua-ketua DPD I seluruh Indonesia dengan berbagai fasilitas dan kemewahan.

Saat di konfirmasi, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Maluku, Rony Sianresy mengatakan, tidak ada pemaksaan dan suap soal penentuan peserta Munas Bali dari DPD II Golkar, baik di Kota Ambon dan daerah lainnya.

“DPD I Golkar Maluku tidak pernah melakukan pemaksaan dan suap terhadap siapapun untuk menandatangani surat mandat untuk mengikuti Munas Bali,”bantah Sianressy.

Dia menjelaskan, mandat yang dibawa oleh DPD-DPD II Golkar kabupaten/kota telah sesuai dengan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Yogjakarta Golkar yang diteruskan ke masing-masing DPD II, dengan melakukan rapat Pleno.

“Dan itu yang dilakukan oleh seluruh DPD II Golkar kabupaten/kota di Maluku. Ini sesuai dengan mekanisme organisasi partai Golkar. Kalaupun ada pihak yang mengeluarkan pernyataan seperti itu adalah fitnah,”tegas wakil ketua DPD I Golkar Maluku bidang hukum ini.

Sianressy bahkan mengancam akan mempidanakan Paulus Mantulameten karena dinilainya telah mencemarkan nama baik elit Golkar Maluku. Ia pun sudah siap dengan bukti-bukti yang kuat.

“Jangan membuat pernyataan yang hanya menggertak, tanpa berdasarkan pada fakta. Ini sebuah pembohongan publik. Kalau mereka keluarkan pernyataan seperti itu, saya akan laporkan segera pencemaran nama baik ini kepolisian,”kuncinya.(TAB)

Most Popular

To Top