Bupati Lantik Raja Negeri Sameth – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Bupati Lantik Raja Negeri Sameth

MASOHI, AE.—Benjamin Riewpassa kembali menjabat Raja Negeri Sameth Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah,  setelah dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Malteng,  Tuasikal Abua di kantor bupati, Sabtu (14/3). Bupati berharap, meski seremonial pelantikan tidak dilaksanakan di Negeri Sameth,  namun momentum pelantikan tidak kehilangan nilai adat dan budaya serta kekhidmatannya.

“Secara konstitusional, pelantikan tadi menandakan bahwa negeri Sameth telah miliki pemerintah baru yang sah untuk selanjutnya melaksanakan program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” tandas bupati .
Bupati yakin bahwa dengan berbekal pengalaman yang dimiliki,  Benjamin Riewpassa mampu mengemban tugas pemerintahan dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan masyarakat di negeri Sameth.

“ Maknai tugas sebagai amanah suci, terus berkoordinasi dengan perangkat negeri serta semua unsur di tingkat negeri, lakukan penguatan dalam segala aspek agar dapat meningkatkan ketahanan negeri,  jadilah perlopor pembangunan harmonisasi di negeri dan antar negeri bertetangga,” pesan bupati diiringi harapan agar  semua persoalan dinegeri dapat diselesaikan melalui pendekatan musyawarah untuk mufakat.

Meski begitu, sekelompok warga Negeri Sameth ternyata tidak menyetujui pelantikan Benjamin Riewpassa saat itu.  Selain menuding pelantikan saat itu melanggar mekanisme,  Benjamin juga disebut tidak layak untuk menjabat raja negeri Sameth. “Memang yang bersangkutan dari mata rumah parentah, tapi bukan keturunan lurus karena merupakan pancaran dari keturunan perempuan. Pengelolaan pemerintah selama yang bersangkutan menjabat awal sangat tidak transparan,” tuding Julis Riewpassa.

Pelanitkan Benjamin sudah terlaksana, namun kubu Julis bertekat mempermasalahkan persoalan ini di ranah hukum. “Kebenaran tentang silsilah mata rumah parentah di Negeri Sameth akan kita kawal hingga ke PTUN,” ikrar Julis yang saat itu didampingi dua saniri negeri Sameth, M Maatita dan H Kaya di ruang Fraksi Gerindra Malteng.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Malteng, Herry Pattikawa berharap,  persoalan adat tidak ditunggangi oleh kepentingan politik dalam bentuk apapun. Dia berharap, raja yang lahir melalui proses dan mekanisme yang benar dan sejalan dengan aturan.“Surat masuk tentang penolakan pelantikan Benjamin Riewpassa kepada Ketua DPR melalui komisi A akan kita tindak lanjuti melalui  jajaran fraksi gerindra,” ikrar Pattikawa.  (MYX)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!