Distribusi Pupuk Bersubsidi di Maluku Masih Aman – Ambon Ekspres
Amboina

Distribusi Pupuk Bersubsidi di Maluku Masih Aman

AMBON, AE.—Salah satu distributor pupuk di Maluku, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) menjamin, penyaluran atau distribusi pupuk bersubsidi pada tahun 2015 di Maluku, masih aman. Total penyaluran di Maluku dari PPI baru dilakukan satu kali, yakni pada bulan Februari sebanyak 66 ton pupuk bersubsidi.

Kepala Cabang PT. PPI Kota Ambon, Maluku Tri Soerjanto mengatakan, wilayah penyaluran pupuk dari PPI Ambon hanya di tiga wilayah, yakni Seram Bagian Barat (SBB), Kota Ambon dan sebagian di Maluku Tengah. Untuk penyaluran pupuk di tahun 2015 baru dilakukan satu kali, yakni di bulan Februari dan wilayah penyaluran hanya satu tempat yaitu SBB.

“Total penyaluran di bulan Februari sebanyak 66 ton dari  jenis pupuk seperti, Sp-36 sebanyak 8 ton, ZA sebanyak 7 ton, NPK  Phonska sebanyak 5 ton. Wilayah penyaluran baru satu wilayah di SBB,”katanya kepada Ambon Ekspres, di ruang kerjanya, Jumat(13/3).

Dijelaskan, PPI merupakan salah satu Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Perdagangan dan Distribusi produk bahan Bangunan, Pupuk, Pestisida, Kimia, Pharmasi dan Produk Konsumsi, hanya mengontrol berapa banyak permintaan pupuk yang dibutuhkan para petani. Setelah itu, para pengecer yang kemudian bertugas untuk menjual kepada para petani setempat.

“Kami hanya mengontrol dan menyalurkan pupuk sesuai dengan permintaan pengecer untuk kebutuhan petani. Pupuk yang disalurkan ini berasal dari PT Petrokimia Gresik (PKG),”jelasnya.

Tri mengungkapkan, penyerapan di wilayah Maluku masih sangat kecil, karena keterbatasan lahan yang ada sehingga pupuk yang disalurkan juga masih dalam jumlah yang sedikit.

“Penyaluran kami lakukan sesuai dengan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok atau RDKK yang disusun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di daerah ini. Maka penyaluran tidak bisa dilakukan begitu saja harus sesuai dengan RDKK tersebut, sehingga tidak terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi,”paparnya.

Untuk memenuhi permintaan pupuk bersubsidi, lanjutnya, harus ada kesesuaian antara pemerintah dengan masyarakat. Artinya, pemerintah diminta mengoptimalkan peran tenaga penyuluh pertanian dan mengawal petani pada masa tanam serta memanfaatkan lahan-lahan yang ada untuk terus meningkatkan pendapatan di sektor pertanian.

“Sementara peran masyarakat, mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi dan melaporkan ke pihak berwajib jika ada penyelewengan maupun peredaran pupuk palsu,”sarannya.

Dia juga menambahkan, penyaluran pupuk bersubsidi untuk petani di Maluku sampai sata ini berjalan lancar dan aman. Namun, harus ditata dan diawasi secara terus menerus mulai dari  distributor hingga ke pengecer. Hal ini dilakukan agar petani benar-benar dapat menikmati subsidi yang telah diberikan pemerintah.

“Kami terus berupaya agar penyaluran pupuk bersubsidi tersebut aman dan tepat sasaran.  Apalagi manfaat pupuk bersubsidi memang sangat dirasakan petani. Sebab, pupuk bersubsidi bisa diperoleh petani sesuai Harga Enceran Tertinggi  atau HET,”tuturnya. (IWU)

Most Popular

To Top