Pangdam : Prajurit Jangan Sakiti Rakyat – Ambon Ekspres
Amboina

Pangdam : Prajurit Jangan Sakiti Rakyat

AMBON, AE.—Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Wiyarto meminta kepada kepada seluruh prajurit TNI meningkatkan disiplin dan mengedepankan kepentingan negara, serta selalu melakukan cara-cara yang profesional dalam menyelesaikan masalah.

“TNI itu bagian dari rakyat sehingga harus meningkatkan kedisiplinan dan selalu menjaga serta mengedepankan tugas yang diembankan,’’ ujar Pangdam usai menutup upacara pelantikan dan pengambilan sumpah prajurit bintara TNI AD di Rindam XVI/Pattimura, akhir pekan lalu.

Dikatakan, apa yang didapatkan 150 prajurit TNI AD yang baru dilantik tidak datang begitu saja. Namun, melalui proses yang panjang. “Mulai dari seleksi penerimaan sampai pendidikan pertama selama kurang lebih lima bulan untuk ditempa kemampuan fisik, akademik maupun mental menjadi prajurit TNI AD,” tuturnya.

Peristiwa pelantikan seperti ini bagi seorang prajurit sambungnya, merupakan moment penting dan bersejarah. Karena berawal dari sipil menjadi militer. Ini babak baru dalam memulai karier. “Sumpah yang telah diikrarkan harus dihayati. Pegang teguh dan laksanakan dengan rasa tanggungjawab. Sebab sumpah akan dipertanggujawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Pangdam juga meminta kepada prajurit yang baru agar tidak melakukan pelanggaran hukum dan aturan yang berlaku. “Saya minta kalian tidak melakukan pelanggaran. Pegang dan pupuk terus kemampuan moral keprajuritanmu yang tertanam didalam semangat, motivasi sebagai prajurit sejati dan memiliki nilai-nilai nasionalisme,  patriotisme dan heroisme,” pesannya.

TIDAK ADA CALO

Sementara itu, terkait dengan proses seleksi penerimaan prajurit, Pangdam menegaskan, pihaknya tidak melakukan pungutan apapun dari masyarakat. Selama ini jika ada yang melakukan pengutan ataupun sebagainya dari masyarakat terkait dengan seleksi calon prajurit dilingkup Kodam XVI/Pattimura maka itu sebuah pembohongan terhadap masyarakat sehingga tidak perlu untuk mempercayaai hal tersebut.

“Masyarakat jangan mudah mempercayai bahwa kalau mau jadi prajurit TNI harus pakai duit ataupun ini dan itu. Tidak ada sama sekali diperkenangkan dalam memungut biaya dari masyarakat terkait penerimaan prajurit TNI,” tegasnya.

Jika ada yang melakukan pengutan dari masyarakat terkait dengan penerimaan prajurit TNI maka itu adalah oknum. Namun bila ada yang melakukan tindakan tersebut, dirinya minta untuk segera dilaporkan. ‘’Pasti akan ditindak tegas,’’ tandas dia.

Wiyarto menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang menawarkan jasa sebagai calo. “Jangan mempercayai oknum atau siapapun yang meminta imbalan terkait dengan penerimaan TNI. Karena itu tidak saama sekali diperbolehkan,” terang dia.

Dirinya mengaku, pihaknya selama ini sudah melakukan pengawasan dalam proses penerimaan. “Kalau pengawasan, alhamdulillah telah kami lakukan. Kami akan tunjukkan kepada masyarakat bahwa TNI dalam penerimaan calon prajurit bersih,” pungkas dia. (AHA)

Most Popular

To Top