Masih Banyak Kelompok Begal – Ambon Ekspres
Trending

Masih Banyak Kelompok Begal

AMBON,AE— Polisi mengidentifikasi banyaknya kelompok begal di Kota Ambon. Mereka kemungkinan bergerak secara individu, dan kelompok yang terpisah-pisah. Siapa mereka, sampai kemarin, polisi masih terus melakukan operasi dan pengejaran.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ajun Komisaris Besar Polisi Komaruz Zaman, telah memerintahkan untuk mengintensifkan patroli, setelah aksi begal terjadi. Sebelumnya operasi yang sama sudah dilakukan, namun dalam skala kecil untuk menjaga stabilitas keamanan di Ambon.

Dia mengaku, tidak ada batas waktu untuk melakukan kegiatan patroli dalam rangka pemberantasan begal itu. Patroli akan diturunkan skalanya, bila aksi pencurian dan perampasan terhadap kendaraan atau barang milik pengendara dengan sebutan begal itu sudah tidak ada lagi. “Tugas kepolisian untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Meski begal itu sudah tidak ada, patroli tetap jalan,” akui dia.

Dia tidak menampik banyaknya aksi pembegalan di Kota Ambon. Hanya saja dari sejumlah aksi yang terjadi dan menimpah warga, tak semuanya dilaporkan ke kepolisian untuk diusut tuntas.

Menurut kapolres, pihaknya telah mengantongi nama beberapa pelaku pembegalan yang pernah melakukan tindakan tersebut. Hanya saja, dia tidak menjelaskan secara detail para pelaku pembegalan itu.

Ketika disinggung jumlah dari pelaku yang telah dikantongi identitasnya itu, kata dia ada sekitar empat pelaku.“Kita lakukan operasi itu mulai dari pukul 21.00 Wit hingga pukul 06.00 Wit pagi dini hari. Hal itu termasuk untuk memburu empat pelaku atau kelompok itu, yang memang sudah kita kantongi indentitas mereka. Hanya saja itu belum bisa kami buka lebih jauh, karena kami masih melakukan penyelidikan,” terangnya.

“Kemarin-kemarin sudah ada beberapa orang yang kita indikasi sebagai pemain lama lalu kita giring ke polres.

Namun setelah kami cocokan dengan laporan polisi (LP), dari masyarakat tidak ketemu. Jadi tidak ada dasar untuk kita lakukan penahanan terhadap orang-orang ini.” Terang dia.

Terpisah, Ismul warga yang mendiami kawasan Tanah Rata-Desa Batu Merah, kecamatan Sirimau, kota Ambon ini, mengaku masih dihantui rasa takut, ketika hendak melakukan aktivitas pada malam hari, pasca insiden aksi pembegalan yang menimpah beberapa warga.

Pria yang kesehariannya menggunakan sepeda motor itu, mengaku patroli pemberantasan terhadap para pelaku begal itu, belum dilakukan secara keseluruhan oleh pihak kepolisian, lantaran masih ada sejumlah kawasan yang belum disentuh oleh aparat keamanan.

“Jangan hanya patroli di jalan-jalan utama saja, tetapi lorong-lorong itu juga perlu dimasuki oleh pihak kepolisian, terlebih PRC yang menggunakan sepeda motor itu. Kenapa karena kebanyakan lorong-lorong itu juga potensi kriminalnya sangat besar, sehingga perlu ada sentuhan dari aparat keamanan,”terangnya.

Lain hal dengan ibu Eka, wanita yang mendiami kawasan IAIN ini. Dia mengaku, kepolisian sendiri belum serius dalam melakukan patroli ataupun pengamanan dan pemberantasan terhadap aksi bagal.

“Kami di kawasan IAIN sendiri itu jarang melihat aparat kepolisian melakukan patroli dan melintasi kawasan kami. Sementara Kebun cengkeh, IAIN, Ahuru, itu daerah-daerah sepi yang bisa saja menimbulkan tindakan kriminal terjadi, bukan saja aksi pembegalan itu,”katanya.

Halima Wattimena, menambahkan intensitas dan ketegasan dari kepolisian dalam pemberantasan pelaku begal maupun aksi tindakan kriminal lainnya, perlu ditingkatkan lagi sehingga Kota Ambon ini benar-benar aman dan nyaman.

“Alhamdulillah belakangan ini sudah jarang, ada aksi pembegalan. Namun bukan berarti aparat kepolisian harus lengah. Tetapi peningkatan patroli itu harus dan terus dilakukan lagi. Jangan biarkan kesempatan bagi para pelaku kejahatan itu beraksi. Lebih baik mencegah dari pada harus mengobati,” singkat seketaris Yayasan Satu Darah Maluku, kepada Ambon Ekspres, Senin sore kemarin. (AHA)

Most Popular

To Top