Bupati Buka Kegiatan Pembekalan Mahasiswa KKN Uniqbu – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Bupati Buka Kegiatan Pembekalan Mahasiswa KKN Uniqbu

Bupati Buru Ramly Umasugi, Selasa kemarin (17/3) membuka kegiatan pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Iqra Buru (Uniqbu) tahun akademik 2014-2015 di Kampus Uniqbu.

Ikut hadir dalam kegiatan itu Dewan Pengurus Uniqbu, Zainudin Boy, mantan Rector Uniqbu yang juga adalah anggota DPRD Kabupaten Buru, Junaidi Rupilu dan beberapa pimpinan SKPD Kabupaten Buru.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, ketersediaan sumberdaya manusia yang handal, baik dari segi jumlah maupun kualitas, adalah salah satu tantangan terbesar yang sementara dihadapi sekarang. “Bagaimana posisi masyarakat Kabupaten Buru dalam sepuluh sampai dua puluh tahun mendatang di tingkat nasional bahkan internasional ditentukan oleh sejauh mana kita mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Kabupaten Buru pada hari ini,” tuturnya.

Pada kegiatan dengan tema Konduktifitas Ketahanan Pangan itu, Bupati Buru menjelaskan, sesuai dengan peraturan pemerintah pusat terkait penghentian beras impor guna menegakan kedaulatan pangan di Indonesia maka, Kabupaten Buru diminta menyediakan beras sebanyak kurang lebih 63 ribu ton per tahun. Hal itu menandakan, Kabupaten Buru harus bisa terus mengembangkan pertanian untuk menunjang kedaulatan pangan di Indonesia.

“Untuk mencapai Sumberdaya Manusia seperti yang kita cita-citakan itu bukan perkara gampang yang bisa diselesaikan dalam satu-dua hari. Sebaliknya, kita harus berupaya secara serius, terus menerus, tanpa henti dan tidak mengenal lelah,” jelas Bupati.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, kegiatan KKN yang merupakan bagian tak terpisahkan dari program Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai bentuk peran dan pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat yang harus dilaksanakan dengan visi dan misi yang jelas.

“Kegiatan KKN tidak hanya sebatas untuk memenuhi kegiatan unsur akademis semata. Kegiatan KKN harus benar-benar suatu kegiatan yang memberikan manfaat ganda, baik untuk kepentingan mahasiswa dan perguruan tinggi yang bersangkutan, juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga, Bupati menjelaskan, letak kekuatan mendasar dari pemberlakuan Undang-Undang Otonomi Daerah adalah seberapa jauh kemampuan kabupaten/ kota dalam memanage atau mengatur dan melaksanakan pemerintahan berdasar kewenangan yang diberikan. Dalam kaitan tersebut, Bupati menyadari, proses untuk mencapai target-target makro pembangunan tidaklah mudah.

Hal itu disebabkan karena pembangunan bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah semata, namun harus ada keterlibatan semua stakeholder. Pemerintah hanyalah sebagai fasilitator dan regulator.

Untuk itu, lanjut Bupati, dibutuhkan partisipasi semua pihak dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, bahkan partisipasi dalam memelihara hasil-hasil pembangunan, sehingga harus ada rasa memiliki (sence of belongin) oleh semua pihak, agar keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan tetap terjaga.

Untuk itu, Bupati berharap seluruh mahasiswa Uniqbu melihat kedepan, pelaksanaan otonomi daerah ini akan benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kita semua harus banyak mendengar, melakukan dialog, kemudian dengan pintar memilih dan fokus pada pilihan yang kita buat. Membangun network, bekerjasama bahu membahu dengan berbagai unsur masyarakat untuk menemukan dan mewujudkan jawaban permasalahan yang ada,” pinta Umasugi. (CR8)

Most Popular

To Top