Pemerintah Harus Hentikan Galian C di Wai Kolo – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Pemerintah Harus Hentikan Galian C di Wai Kolo

Aktifitas penambangan galian C di sungai Wai Kolo, Kecamatan Namrole saat ini terus disoroti warga. Karena saat ini, sungai Waikolo terjadi pendangkalan, dan saat banjir memudahkan terjadinya abrasi.

Beberapa warga Namrole yang yang ditemui belum lama ini mengaku, jika pemerintah tidak segera menghentikan aktifitas penambangan galian C di sungai itu, maka upaya normalisasi sungai dan pembuatan talud yang dilakukan pemerintah untuk membendung salah satu sisi jembatan Wai Kolo, Desa Labuang  dari terjangan air sungai juga akan terancam sia-sia.

Bahkan, beber mereka, akibat pengerukan galian C itu telah menyebabkan talud atau tanggul pelindung jembatan dari hantaman aliran air sungai ada yang sudah jebol.

Jebolnya tanggul pelindung jembatan yang sampai sekarang masih dalam tahap pekerjaan itu bukan semata disebabkan banjir, tapi akibat pengerukan galian C yang dilakukan secara tidak terkontrol.

Apalagi sejumlah perusahaan juga mengoperasikan peralatan berat mereka untuk melakukan pengambilan bahan galian C di sungai ini. Bahkan nyaris semua kegiatan proyek fisik di Namrole dan sekitarnya, berupa pembangunan gedung, rumah, dan jalan materialnya diambil dari sungai ini. Terutama untuk kegiatan timbunan.

Saat ini, terang dia, aliran utama sungai sudah menghantam kedua sisi jembatan. Jika kondisi ini terus dibiarkan maka jembatan terancam roboh.

“Pengambilan bahan galian C itu tidak memperhitungkan kondisi jembatan (Wai Kolo). Sekarang pengikisan tanah telah terjadi di pondasi ujung jembatan. Kalau ini dibiarkan terus sangat mengancam keutuhan jembatan ini,” ujar Herman Tasane, salah satu warga Namrole.

Karena itu, harap dia, pemerintah dapat mengambil tindakan tegas dengan tidak memberikan ijin. “Kami minta pemerintah harus turun  tangan untuk melihat persoalan ini. Jangan kondisi ini dibiarkan begitu saja, karena akan berakibat fatal bagi jembatan Wai Kolo termasuk ruas jalan yang ada,” keluhnya.

Mestinya, kata dia, instansi terkait harus turun tangan melakukan penertiban terhadap aktifitas pengambilan bahan galian C yang dilakukan oleh pengusaha.  Kalaupun proses penggalian itu dilegalkan maka perlu memperhatikan kondisi jembatan.

“Jangan kita mengambil seenaknya saja, bahan galian C yang ada di lokasi tersebut tanpa memperhatikan efek samping yang akan ditimbulkan. Janganlah kita hanya mencari keuntungan dan tidak memperhitungkan faktor-faktor  yang akan ditimbulkan dari aktifitas pengambilan  bahan galian C itu,” tandasnya. (ESI)

Most Popular

To Top