OTK Serang Pelajar, Dua Dibacok – Ambon Ekspres
Trending

OTK Serang Pelajar, Dua Dibacok

Satu Warga Hitumessing Juga Dibacok

AMBON,AE— Aksi pembacokan tanpa alasan jelas, menimbulkan ketegangan antara Dusun Oli, dan Desa Hitumessing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Dua anak sekolah nyaris tewas di parangi orang tak dikenal. Polisi kini menjaga perbatasan dua wilayah yang sangat berdekatan itu.

Dua pelajar Madrasa Aliyah Dusun Oli yang diparangi,  adalah Herawan Herdiansyah Wali (17) dan Muhamad Jihad Selang (16). Mereka ditebas kemarin (18/3). Pembacokan dilakukan OTK di di Air Tala hutan Hitu. Hermawan mengalami luka bacok di punggung, sementara Jihad luka serius di kepala.

Dari pantauan Ambon Ekpres, di lapangan sesaat setelah kejadian, situasi di Dusun Oli tampak lengang. Tidak ada kosentrasi massa, baik di dusun maupun di Desa Hitu. Hanya saja di beberapa titik, terlihat kelompok-kelompok kecil warga duduk berbincang-bincang.

Begitu pula aparat keamanan gabungan TNI-Polri bersenjata lengkap yang diturunkan di kawasan tersebut. Mereka telihat disepanjang jalan menuju Desa Hitu.

Sebelum dibacok, pukul 11.30 WIT, kedua korban bersama tujuh teman sekolahnya, sedang mandi di Air Tala, yang jaraknya sekitar dua kilometer dari Dusun Oli, usai melaksanakan kerja bakti di sekolah mereka. Selang 30 menit berada di tempat pemandian, lima OTK datang dari arah bawah,  satu diantara OTK membawa sebilah parang.
”Saat kita sedang mandi lima orang datang, satu orang yang pakai baju biru memegang parang,” tutur korban pembacokan Hermawan, saat dirawat di puskesmas Oli, kepada wartawan.

Melihat korban bersama rekan-rekannya mandi, OTK langsung melarang dan mengusir mereka untuk pergi meninggalkan tempat pemandian itu. ”Awalnya mereka mengusir kita, mereka bilang jangan mandi disitu,” kata Hermawan.

Karena asik mandi, korban bersama rekannya, tidak menghiraukan larangan mereka. Disitu, para OTK naik pitam, karena merasa tidak dihiraukan. Satu diantara mereka sempat membentak dengan suara besar, sebelum mengejar para siswa tersebut. ”Memang kami tidak menghiraukan mereka, karena kami hanya mandi disitu dan tidak melakukan apa-apa. Terus satu orang yang badannya sedikit besar membentak dan mereka langsung mengejar kami,” terangnya.

Saat dikejar, kata Hermawan, dirinya dan siswa lain lari berpencar menyelamatkan diri. ”Kami langsung lari, pelaku yang membawa parang juga ikut mengejar saya dan teman-teman,” ungkapnya. “Dia (pelaku) badannya tidak terlalu besar, pertama dia memotong saya dari belakang. Kemudian teman saya, tetapi saya tidak melihat karena kita berpencar, sampai di puskesmas baru saya melihat teman saya itu,” kisahnya.

Sementara salah satu warga Oli, yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan, mengatakan kondisi Jihad sangat memprihatinkan, sebab luka bacok di kepala korban cukup serius.” Saya sempat melihat dia dirawat di sini (puskesmas) sebelum dirujuk ke RSUD di Ambon. Lukanya sangat dalam, sehingga isi kepalanya kelihatan,” bebernya.

Jihad merupakan warga desa Iha, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan tinggal di Yayasan Sifahijbullah yang menaungi Madrasah Aliyah. ”Dia inikan bukan orang disini, dia hanya sekolah dan tinggal disini. Jadi mungkin saat dikejar dia tidak tahu jalan, sehingga dia juga jadi korban,” hematnya.

Sementara informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, akibat insiden tersebut seorang pengendara motor asal Hitumessing yang melewati Dusun Oli sempat dibacok sebagai aksi balas dendam. Setelah itu, mobil angkutan dari Hitumessing juga terkena bacokan oleh orang tak dikenal.

Ketegangan antara dua daerah berbatasan itu, tidak lama. Diman Wali, warga Oli mengatakan, kedua kelompok warga Oli dan Hitumessing sudah melakukan pertemuan bersama pihak keamanan dan pemerintah daerah, di mesjid Oli. Dari hasil pertemuan itu, kedua kelompok sepakat berdamai dan menjamin stabilitas keamanan, di daerah masing-masing.

“Tadi sore (red), kami dari masyarakat Oli dan Hitumessing sudah melakukan pertemuan, dengan tokoh masyarakat, Bupati Maluku Tengah, Kapolsek, Kapolres dan Dandim. Hasilnya, masyarakat sepakat untuk berdamai. Dan saling menjaga untuk tidak melakukan hal yang merugikan orang lain,” tuturnya.

Meski berdamai, kata dia, pihak korban meminta pemerintah daerah untuk menanggung semua biaya pengobatan, kedua korban. ”Permintaan kami ini sudah disetujui oleh Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal langsung dalam pertemuan itu,” pungkasnya.

Terpisah Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, AKBP Komaruz Zaman, mengatakan telah menurunkan sebanyak 2 STT personil untuk melakukan pengamanan. “Sempat terjadi ketegangan namun dinetralisir oleh tokoh-tokoh masyarakat  disana, juga dari Polsek Leihitu dan koramil. untuk mencegah tidak terjadi hal-hal yang kita inginkan, kita turunkan 2 SST personil dari polres, dan ini akan di bantu oleh BKO, Brimob, Kabaresi untuk memback-up Polsek dan Koramil disana,” terangnya.

Pihaknya bersama pemerintah daerah setempat telah mengambil langkah cepat untuk mencegah terjadinya gesekan. ”Jadi selain pengamanan, kita juga lakukan pertemuan antara tokoh masyarakat Hitu dan Oli. Demi kepentingan bersama, kedua masyarakat memilih untuk berdamai,” jelasnya.

Hingga saat ini, tambah Kapolres, pihaknya telah melakukan penyidikan, guna mengejar pelaku pembacokan. ”Masyarakat jangan khawatir kita tetap tegakan hukum bagi pelaku, sudah empat saksi yang kita periksa,” ujarnya.   (ARI/ERM)

Most Popular

To Top