Desak Wali Kota Laksanakan Rekomendasi Ombudsman – Ambon Ekspres
Metro Manise

Desak Wali Kota Laksanakan Rekomendasi Ombudsman

Ambon, AE— Hingga kini Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy belum juga melaksanakan rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia nomor : 0010/REK/0017.2013/AMB/VIII/2014 tanggal 13 Agustus 2014 tentang pembatalan pengangkatan dan pelantikan Raja Negeri Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon, Ny. Novita Sylvana Wattimena. Belum diketahui apa alasan belum dilaksanakannya rekomendasi tersebut.

Namun informasi yang dihimpun, Ombudsman mulai gerah. Dimana pada awal Maret lalu sudah meminta Wali Kota untuk menjelaskan alasan belum dilaksanakan rekomendasi tersebut.

Rekomendasi Ombudsman itu dikeluarkan sebagai respons atas langkah hukum yang dilakukan keluarga besar Tita, melalui Folviana Tita atas pengangkatan dan pelantikan Raja Negeri Rumah Tiga, Novita Sylvana Wattimena oleh Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy pada 2013 lalu.

Dalam rekomendasinya, Ombusmen meminta Wali Kota Ambon selain membatalkan penetapan dan pelantikan Novita sebagai raja, juga harus melakukan proses ulang pemilihan raja Negeri Rumah Tiga karena bertentangan dengan Perda Kota Ambon Nomor 13 tahun 2008.

Selain itu, merekomendasikan untuk Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Ambon bersama-sama merevisi Perda Nomor 13 tahun 2008 tentang tata cara pencalonan, pemilihan, pengangkatan dan pelantikan serta pemberhentian raja, khususnya BAB III pasal 3 sampai dengan pasal 6, yakni perlu dimasukan tata cara peraturan matarumah parentah jika ditemui kasus, “jika satu negeri adat, ditemui jumlah matarumah parentah lebih dari satu maka perlu diatur tata cara pemilihan mata rumah parentah.  Begitu juga jika satu negeri adat, terdapat matarumah parentah  yang telah musnah, maka perlu diatur tatacara penentuan mata rumah parentah”.

Sementara itu, Folviana Tita kepada koran ini beberapa waktu lalu mengatakan, Wali Kota terkesan berusaha membentengi SK pengangkatan dan pelantikan Raja Rumahtiga. “Ibaratnya Wali Kota itu dalam posisi maju kena mundur kena,” ujarnya.

Wali Kota, kata dia, tidak lagi menggunakan nurani sebagai anak adat. Dimana saat ini di Negeri Rumahtiga, polemik soal pengangkatan Novita Wattimena terus bergulir. Pengangkatan ini dinilai telah  menciderai  tatanan adat dan sosial di dalam negeri. Bahkan, imbas dari pelantikan Novita, kantor negeri Rumahtiga  pun masih disegel masyarakat sampai saat ini. Akibatnya, pelayanan publik tidak berjalan baik.

Kata dia, Wali Kota semestinya menjunjung tinggi sumpah jabatan yang diucapkan saat pelantikan sebagai wali kota. “Wali Kota harus ingat sumpahnya yang akan menjalankan amanat UU dan UUD 1945 dengan sebaik-baiknya. Tapi kenapa rekomendasi Ombudsmen yang merupakan perintah  UU tidak dijalankan,” sesalnya.

Padahal, kata dia, bukan hanya Ombudsmen yang merekomendasikan pembatalan pengangkatan  dan pelantikan Raja Rumahtiga, tapi DPRD Kota Ambon khususnya Komisi I juga merekomendasikan hal yang sama.

Sementara itu, polemik seputar penentuan mata rumah parentah di Rumahtiga sudah berlangsung cukup lama, sejak penjabat raja Ferdinan Tita melepas jabatan tahun 2008 lalu, dan hingga sekarang terus terjadi.

Di Negeri Rumahtiga sendiri ada tiga soa yang saling mengklaim sebagai soa Parentah, yakni Soa Pari Matarumah da Costa, Soa Hukuinalo Matarumah Tita, dan Soa Haubaga Matarumah Hatuleisila.

Dan pada 26 Januari 2013 dilakukan pertemuan saniri negeri Rumahtiga yang juga dihadiri Sekretaris Kota Ambon A. G. Latuheru, Asisten Satu, Kabag Hukum Pemkot Ambon, dan Camat Teluk Ambon. Pertemuan saat itu dibuat kesepakatan bahwa penentuan matarumah Parentah melalui proses undian di salah satu gereja. Hanya saja proses undian itu tidak disetujui oleh matarumah Tita. Hanya saja, penentuan soa parentah melalui undian itu tetap dipaksakan jalan oleh saniri dengan melibatkan pihak gereja. Dimana proses undian dilakukan di Gereja Kehidupan Negeri Rumah Tiga pada 27 Januari 2013. Dalam undian saat itu dimenangkan oleh matarumah da Costa.

Selanjutnya hasil pengundian diproses di tingkat Saniri dan di Pemkot Ambon. Matarumah da Costa menunjuk Ny. Novita Sylvana Wattimena sebagai raja Rumahtiga, dan dilantik oleh Wali Kota dipenghujung tahun 2013.
(DWI)

Most Popular

To Top