Indeks Kebahagiaan, Maluku Menempati Urutan Ke-2 – Ambon Ekspres
Amboina

Indeks Kebahagiaan, Maluku Menempati Urutan Ke-2

AMBON, AE.—Kepala BPS Provinsi Maluku, Diah Utami, mengatakan,  salah satu indikator kesejahteraan yang mengukur capaian berdasarkan standar yang tidak sama untuk masing-masing individu adalah indeks kebahagiaan. Pengukuran indeks kebahagiaan dikenal sebagai pengukuran yang bersifat ‘beyond GDP’

.Indeks kebahagiaan diperoleh secara subjektif dengan menanyakan persepsi dari responden. Sedangkan kemiskinan diperoleh secara objektif dengan menggunakan ukuran tertentu.

“Indeks kebahagian Provinsi Maluku berada pada urutan ke-2 secara Nasional.  Dan masalah kemiskinan Maluku berada pada  urutan ke-4,”katanya belum lama ini.

Menurut Diah Utami, Indeks Kebahagiaan terdiri dari 10 komponen esensial dari kehidupan masyarakat seperti pendidikan, pendapatan, keharmonisan rumah tangga, keamanan, lingkungan dan sebagainya. Semuanya tergantung jawaban dari responden sehingga sifatnya subjektif.

“Yang membuat Indeks Kebahagiaan di Maluku itu tinggi karena adanya keharmonisan rumah tangga, keamanan dan lingkungan,”ucapnya.

Sedangkan untuk kemiskinan, ada ukuran tertentu yang dihitung berdasarkan garis kemiskinan seperti, nilai uang yang dikeluarkan minimal untuk memenuhi kebutuhan dasar.Sementara, Indeks kKebahagiaan setiap individu masyarakat di Provinsi Maluku tahun 2014 sebesar 72,12 pada skala 0-100 adalah subjektif.”Jadi, sudah subjektif karena perhitungannya kita tanyakan langsung kepada responden,”jelasnya.

Lebih lanjut mengenai tingkat kemiskinan di Maluku yang menempati peringkat ke empat secara nasional dilakukan secara objektif dan ukuran tertentu.”Perlu kita ketahui, indeks kebahagiaan merupakan indeks komposit yang disusun oleh tingkat kepuasan terhadap 10 aspek kehidupan yang esensial. Dan di Maluku baru untuk pertama kali dilakukan analisa statistiknya,”ujarnya.

Jadi, kalau ada warga yang menanyakan hasil Indeks Kebahagiaan yang dilakukan BPS Provinsi Maluku itu tidak sesuai dengan kenyataan dimana data tingkat kemiskinan Maluku yang menempati urutan ke-4 namun masih bahagia, tidaklah demikian karena indeks kebahagiaan merupakan hasil subjektif.

Setiap aspek kehidupan memiliki besaran kontribusi yang berbeda-beda terhadap Indeks kebahagiaan. Semakin besar kontribusi suatu aspek kehidupan, menunjukkan semakin penting aspek tersebut bagi Indeks Kebahagiaan. Tiga aspek kehidupan yang memiliki kontribusi paling tinggi adalah pendidikan (16,52%), pendapatan rumah tangga (16,47%), serta kondisi rumah dan aset (16,04%). (IWU)

Most Popular

To Top