Oknum BPJS Diduga Manipulasi Dana Peserta – Ambon Ekspres
Metro Manise

Oknum BPJS Diduga Manipulasi Dana Peserta

Pasien Kecewa Harus Bayar Belasan Juta

AMBON, AE— Oknum petugas BPJS Unit RST diduga menyelewengkan belasan juta salah satu peserta BPJS yang menjadi pasien di RST. Akibat perbuatannya, peserta BPJS atas nama Sangkala Sabola terpaksa menanggung rugi belasan juta dan merasa percuma menjadi anggota BPJS.

Cerita menipulasi ini berawal ketika istrinya, Ny Saina Mokodompit masuk RST pada 24 Desember 2014 untuk melahirkan secara sesar. Saat masuk RS, dirinya menyerahkan keanggotaan BPJS kelas 1 dan oleh petugas istrinya ditempatkan di bangsal kelas 1. Karena sudah penuh, Sangkala sengaja pindah ke VIP dengan biaya Rp 600 ribu per hari, sementara kelas 1 yang dijamin BPJS hanya Rp 200-an ribu. “Jadi saya siap bayar selisihnya sekira Rp 400 ribuan per hari,” sebut Sangkala.

Setelah melahirkan dan hendak pulang, dirinya disodorkan dana sebesar Rp. 21,79 juta sementara BPJS hanya menanggung Rp 3,034 juta. “Tentu sebagai peserta BPJS saya kecewa. Saya cek ke semua teman-teman peserta BPJS semuanya gratis. Kok saya harus membayar sebanyak Rp 18,75 juta. Percuma dong saya jadi peserta BPJS,” tukasnya.

Hal ini kemudian dipertanyakan ke Kantor BPJS Cabang Ambon dan dijawab kalau semuanya gratis dan disuruh kembali menghadap petugas BPJS unit RST. “Tapi sama saja, saya ke petugas BPJS Unit RST, dibilang prosedurnya begitu. Saya tidak berdaya karena dipimpong terus,” tegasnya.

Atas persoalan ini dia meminta Kepala BPJS Ambon menindaklanjutinya, karena kemungkinan hal ini dimainkan oleh anak buahnya dilapangan. “Saya kecewa dengan pembayaran sebesar itu tapi tidak berdaya dan hanya pasrah. Tapi setelah saya cek ke teman-teman yang istrinya melahirkan karena operasi sesar, ternyata semuanya gratis. Kok saya harus bayar sebesar itu ? Percuma dong saya jadi anggota BPJS,” katanya dengan nada sendu.

Sangkala mengaku, bila hal ini tidak direspons dengan baik, dirinya akan melaporkannya ke BPJS Pusat di Jakarta. “Saya tidak mau ada orang lain menjadi korban. Lebih baik kita langsung ke RS dan sejak awal sudah tahu berapa harga operasi daripada berharap ke BPJS supaya dapat jaminan kesehatan gratis, tapi ternyata bayar belasan juta. Ini juga bisa berdampak hukum,” tegasnya.(ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!