PDAM Beralasan Pasokan Air Bersih Terkendala PLN – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

PDAM Beralasan Pasokan Air Bersih Terkendala PLN

MASOHI, AE.—Pelayanan PLN dan PDAM di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah dikeluhkan.  Pemadaman listrik oleh PLN diniiai sudah diluar kewajaran lantaran kerap padam hingga 5 kali dalam sehari dalam dua pecan terakhir. Sementara pelayanan PDAM dikeluhkan dari sisi suplai dan kualitas air bersih.

Minimnya pelayanan perusahaan milik Negara ini dikait-kaitkan dengan upaya negatif pihak managemen untuk meraup keuntungan dari pemadaman yang terjadi.“Pekan ini, lampu padam tiap hari dengan intensitas  diatas 5 kali dalam sehari,” keluh Simon, warga Kecamatan Amahai.

Kondisi pemadaman listrik, menurutnya, sangat mengganggu aktifitas warga karena kerap terjadi di malam hari disaat aktifitas keluarga padat. Cilakanya, saat intensitas pemadaman tinggi, warga khawatir tentang besar tingginya listrik yang akan ditarik PLN pada bulan berjalan.“Pemadaman kerap terjadi di Malam hari disaat  aktifitas belajar anak dan padatnya aktifitas rumah tangga.  Biasanya tagihan listrik kta lebih tinggi saat sering terjadi pemadaman,” singgung Simon.

Soal pelayanan Air bersih PDAM, Warga Kelurahan Letwaru secara umum mengaku, mengalami gangguan pelayanan. Karena pasokan air bersih bergantung pada PDAM semata, kerap mereka terpaksa harus mengkonsumsi air yang tidak layak dari segi kualitas.“Sering air merah. Sering pula tidak jalan,” beber  Baharudin Helle

Sekretaris Badan Kordinasi Pemuda Remaja Masjid (BKPMRI) Kabupaten Maluku Tengah ini mengungkapkan kondisi yang dialami warga Kelurahan Letrawaru Kota Masohi. Sejatinya, tandas Baharudin, kondisi ini sudah tidak terjadi lagi di wilayah pelayanan PDAM Masohi.A, “Pelayanan PDAM Masohi harusnya sudah tidak terkendala seperti ini,” keluh Baharudin.

Terpisah, Direktur PDAM Masohi, Sukur Daud mengklaim kendala pelayanan yang dialami kerap hanya terkait pemadaman listrik semata. Artinya, bila terjadi pemadaman, otomatis, pelayanan air bersih kepada pelanggan terganggu. “Memang beberapa hari belakangan kerap air tidak mengalir di beberapa lokasi saja. Tapi suplai air tetap jernih. Umumnya di wilayah ini dilayani oleh system pompa yang berkaitan langsung dengan pelayanan listrik PLN. Di wilayah yang pakai sistim grafitasi tidak ada kendala pelayanan,” tandas Sukur.

Disebutkan, meski terkendala  distribusi melalui sistim pipanisasi, PDAM tetap melakukan pelayanan dengan menggunakan mobil tangki. “Kalau kondisi pelayanan terganggu, kita selalu mengoperasikan mobil tangki untuk menyalurkan air bersih secara gratis.  Saat ini pelayanan sudah kembali normal,” pungkasnya.

Kepala PLN Ranting Masohi, Taip Tualeka hingga berita ini naik cetak tidak berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan soal kendala yang menyebabkan minimnya pelaynan PLN akhir-akhir ini.  Tidak ada jabawan ataupun klarifikasi resmi Tualeka saat dihubungi Koran ini.(MYX)

Tak hnaya itu, pelayanan PDAM dikeluhkan pelanggan kelurahan Letwaru, Kecamatan Kota Masohi, Maluku Tengah. Pasalnya, jelang lima hari air di wilayah itu mati total. Siti salah satu warga RT 11 meminta tanggung jawab PDAM terkait matinya air tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada pelanggan. Meski begitu, kata dia, rekening pembayaran tidak pernah turun. “Kami minta penjelasan dan tanggung jawab PDAM alasan matinya air di Letwaru,” tegasnya kepada Ambon Ekspres di Masohi, Sabtu,(21/3).

Kesulitan air bersih ini memaksa warga membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari termasuk mandi dan cuci. Kios-kios isi ulang air galon di sejumlah tempat diserbu warga, salah satunya terlihat di kawasan Lesane. “Persediaan di rumah sudah habis sejak semalam. Sehari saja saya sudah tiga kali bolak-balik  ngisi air galon. Tiap kali datang  mengisi 2 galon,” ujar La Faris terpisah.

Buruknya pelayanan PDAM Masohi memang bukan hal bagi warga di kota ini, persoalan tersebut sudah benyak menuai kritik hingga pihak PDAM beberapa kali dipanggil ke DPRD guna meminta penjelasan soal kualitas air dan pelayanan. Namun, tidak pernah ada titik temu. Faktor kedekatan dan kepentingan orang per orang dengan jajaran PDAM menyebabkan pelayanan tidak efektif.

“Status quo di PDAM jadi kontribusi buruknya pelayanan,” kata Direktur LSM Jaringan Suara Rakyat, Said Abubakar terpisah.
Mestinya ada kompensasi berupa penyediaan air tangki bagi warga. “Harusnya ada solusi,” sarannya. Pihak PDAM melalau direktur Daud Syukur belum memberikan alasan ketika dikonfirmasi via pesan pendek. (MXY/CR12)

Most Popular

To Top