“ Maju Dalam Sebuah Transformasi Diri “ – Ambon Ekspres
Pendidikan

“ Maju Dalam Sebuah Transformasi Diri “

OLEH :  STENLY .M.WATTILETE

Apa yang kita dapatkan hari ini, tidak berakhir di hari ini, dan apa yang kita pelajari saat ini takkan pernah berhenti dan berakhir di saat itu juga, karena hidup adalah proses . . , proses yang panjang menuju sebuah transformasi dan kemajuan. Inilah yang mesti menjadi acuan bagi kita khususnya dunia pendidikan, karena dengan pendidikan kita mengenal luas akan dunia ini, dan dengan pendidikan kita belajar membangun jati diri kita.

Atas dasar inilah pendidikan mesti menjadi landasan dan tolak ukur kemajuan bangsa, yang harus terus diasah dan diperhatikan. Sejalan dengan itu, maka pendidikan seumur hidup/Long Life Education itulah kesan dan makna moril yang mesti diambil dari hakikat sebuah pendidikan, karena dengan memahami sungguh makna pendidikan sebagai bagian sentral kehidupan yang mesti terus berjalan, maka sesungguhnya kita telah dihentarkan kepada cita-cita dan tujuan bangsa ini yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan berkaca pada realitas dan fakta yang terjadi pada dunia pendidikan khususnya pada Provinsi Maluku, maka ada 3 hal yang mesti menjadi perhatian serius dalam menyikapi keberadaan pendidikan kita di Maluku

Tersedianya Sarana dan Prasarana Pendidikan.

Menciptakan dan menghasilkan generasi bangsa yang cerdas secara baik, tentu tidaklah dapat terjadi tanpa adanya dukungan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Tersedianya sejumlah wadah dan sarana penunjang yang memungkinkan keefektifan proses belajar mengajar seperti gedung sekolah yang layak dan perpustakaan yang memadai sangatlah diperlukan, karena disamping interaksi belajar mengajar di dalam kelas atau kampus, wadah penunjang seperti perpustakaan dan bahan-bahan bacaan, serta penyediaan komputer memang sangat dibutuhkan, karena perkembangan iptek di era globalisasi saat ini, mengharuskan setiap peserta didik mesti menguasainya.

Mengingat akan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana penunjang inilah, maka hal tersebut haruslah diperhatikan dan dapat disiasati dengan menyediakan sejumlah buku dan komputer pada setiap sekolah baik itu sekolah yang ada pada daerah perkotaan maupun daerah terpencil sekalipun. Dengan demikian, dunia pendidikan kita di Maluku tidak dikatakan Gagap Teknologi/GapTek dan terkebelakang.

Kualitas Para Pendidik/Guru.

Menghasilkan mutu pendidikan yang baik, tentu tidak dapat dilepaskan dari peranan para pendidik. Keberhasilan para peserta didik adalah juga keberhasilan pendidiknya, sehingga dari pada itu mutu pendidikan mesti diperhatikan agar memungkinkan keterserapan dan kecerdasan para peserta didik memahami ilmu pengetahuan yang diajarkan.

Kualitas para pendidik tentu berbeda, terutama dalam hal metode belajar, oleh sebab itu setiap guru mesti dibekali dengan sejumlah pelatihan dan diklat yang mengacu pada kemampuan dan kualitas mengajar. Adapun dengan diadakannya pelatihan dan diklat-diklat itu, maka setiap guru diasah dan diajar untuk bagaimana mengajar dengan metode-metode yang relevan, artinya disesuaikan dengan isi materi atau pelajaran serta cara belajar peserta didik baik secara visual, auditori, maupun kinestetik.

Disamping aspek kualitas guru yang mesti diperhatikan, maka adapun hal-hal yang harus disikapi dengan baik oleh pemerintah adalah ketersediaan guru di setiap sekolah, karena ada sejumlah persoalan yang ditemui di beberapa sekolah khususnya di daerah terpencil, yaitu masih kurangnya tenaga guru baik itu untuk mata pelajaran tertentu maupun secara keseluruhan. Dengan melihat keberadaan para pendidik, maka pendidikan kita akan lebih optimal.

Kualitas Para Peserta Didik.

Para peserta didik baik itu murid, siswa dan bahkan mahasiswa sekalipun, dituntut untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan tentu saja semua itu membutuhkan kerja keras dan perjuangan untuk belajar dengan tekun. Kualitas para peserta didik sangatlah ditentukan oleh seberapa jauh dan seberapa banyak mereka dapat cerdas dalam menguasai iptek. Dengan demikian hal-hal yang mesti dijadikan acuan oleh peserta didik dalam penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah :

Memperoleh ilmu pengetahuan tidaklah terbatas pada proses belajar mengajar di sekolah, oleh sebab itu, setiap peserta didik haruslah dapat menambah ilmu pengetahuannya dengan menggunakan sejumlah sarana-sarana yang ada, seperti : perpustakaan, internet, bahkan tabloid-tabloid yang terkait dengan dunia pendidikan.

Setiap peserta didik haruslah mengetahui dengan jelas ada dimana kemampuan dia dalam menguasai suatu bidang ilmu, dalam hal ini dengan mengetahui secara pasti kemampuannya, dia akan dengan mudah mengambil jurusan/bidang ilmu yang memastikan dia dapat berkembang dan bukan sekedar ikut-ikutan atau asal-asalan.

Peningkatan kualitas para peserta didik haruslah didukung oleh para guru bahkan pemerintah dalam hal diadakannya lomba-lomba /olimpiade antar sekolah untuk segala bidang ilmu pengetahuan, tidak terfokus pada suatu bidang ilmu, karena tentulah setiap peserta didik mempunyai kemampuan tersendiri pada suatu bidang ilmu.

Suatu gagasan pemerintah yang terkait dengan peningkatan kualitas peserta didik dalam menguasai ilmu pengetahuan adalah Gerakan Ambon Pandai Matematika dan hal inipun juga mesti ditindaklanjuti dengan menturutsertakan bidang-bidang ilmu lainnya, seperti Ambon Pandai Berbahasa, Ambon Pandai Sains, Ambon Pandai Seni dan Kreasi, Ambon Pandai Berbangsa dan Bernegara, dan bidang-bidang ilmu lainnya. Hal inipun tidak mesti mencakup wilayah Ambon semata, namun merata ke seluruh wilayah Maluku.

Dengan demikian maka secara keseluruhan, peningkatan pendidikan di Maluku haruslah terarah dan berkesinambungan, artinya proses pendidikan kita tidaklah terhenti pada saat setiap peserta didik mengakhiri pendidikannya pada Institusi/Lembaga Formal tertentu, tapi sejauh mana penerapan dan aktualisasi ilmu itu di luar dari sekolah/Universitas. Beranjak dari situlah, maka pola dan bentuk pendidikan karakter haruslah ditanamkan. Dimana dalam proses ini setiap peserta didik digembleng untuk bagaimana cerdas secara bijak.

Pendidikan karakter mengawali dan membekali setiap peserta didik untuk dapat menerapkan dan mengaktualisasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kapan dan dimanapun dia ada secara bijak/tertanggung jawab. Sikap atau mental inilah yang mesti diutamakan, karena percuma saja pandai iptek namun bobrok karakternya. Dengan penerapan pendidikan karakter sejak dini, meminimalisir generasi bangsa yang cerdas namun gila kekuasaan, cinta uang, koruptor, politikus busuk dan sejumlah polemik-polemik lainnya terkait karakter anak bangsa.

Peningkatan dan Kemajuan dunia Pendidikan tidaklah terlepas dari bagaimana menyikapi dan mengatasi sejumlah persoalan yang ditemui. Proses mentransformasi diri haruslah dimulai sejak dini, baik itu dari segi sarana prasarananya, para pendidik, bahkan peserta didiknya. Dengan memahami segala kekurangan dan kelemahan yang ada dan berupa membaharui/transformasi diri secara bijak, maka upaya untuk memajukan pendidikan kita di Maluku akan terwujud.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

Most Popular

To Top