OJK Selidiki Kredit Macet Bank Maluku – Ambon Ekspres
Trending

OJK Selidiki Kredit Macet Bank Maluku

AMBON, AE— otoritas Jasa Keuangan kini sedang menangani kasus kredit macet Bank Maluku yang melibatkan debitur Jusuf Rumatoras. Penanganannya dijamin tidak ada diskriminasi, siapa pun terlibat, termasuk petinggi Bank Maluku pasti dijerat.

“Kita (OJK) kan juga punya penyidik, yaitu perwira tinggi dan beberapa Kombes di Polri,” ungkap  Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Rahmat Waluyanto usai meresmikan gedung kantor OJK Maluku, Senin (23/3).

Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 21 tahun 2011 tentang OJK, selain fungsi pengawasan dan pembinaan, OJK juga punya fungsi penegakkan hukum di sektor keuangan. Namun belum dapat dipastikan kasus kredit macet merupakan kasus perdata atau pidana. Sebab masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik OJK.

“Secara resmi, OJK belum bisa menyampaikan masalah yang masih dalam proses penyelidikan atau pemeriksaan di OJK. Kami belum bisa dan tidak boleh menyampaikan ke media massa. Mohon maaf ya, karena ada kode etik di OJK.  Apakah dari hasil pemeriksaan ini perlu ada penyidikan, biarlah proses itu berjalan dulu sampai selesai,” kata dia.

Deputi Komisioner Pengawasan Bank IV, Heru Kristiana menegaskan, dalam menangani kasus, pihaknya tidak akan tebang pilih. Siapa pun, atasan atau bawahan dan pihak lain di luar bank yang diketahui terlibat dalam kasus tersebut, pasti diproses secara hukum.

“Apakah ini akan menjangkau semua orang yang terlibat, itu pasti. Pelaku dari pihak bank, maupun misalnya bank bekerja sama dengan industri. Itu semua akan terjerat. Dan lebih mudah dijeratnya, karena kita mempunyai penyidik sendiri. Jadi tidak usah kuatir apakah itu bisa menjangkau ke semua pelaku, saya kira Iya. Akan menjangkau ke semuanya,” tegasnya.

“Setelah penyidik OJK bekerja hinggga ada hasil penyidikan, akan dilimpahkan ke penegak hukum untuk ditindaklanjuti,” tambah dia.

Kepala OJK Regional IV Sulawesi, Maluku, dan Papua Bambang Kiswono mengatakan, tidak semua kredit  macet itu selalu tindak pidana. Itu akan dinyatakan sebagai tindak pidana bila dari hasil pemeriksaan, diketahui ada rekayasa.“ Misalnya  ada unsur suap. Tapi kalau macet hanya karena bisnis, itu mekanisme perdata biasa. Artinya tidak selalu menjadi masalah pidana,” katanya.
Nasabah  Dominasi

Ditempat yang sama, Kepala OJK Maluku Laksono Dwinggo mengungkapkan, sampai dengan semester ke dua  tahun 2014, kasus-kasus yang dilaporkan ke OJK, khususnya pengaduan nasabah, sebanyak 35 pengaduan. “Yang jadi mayoritasnya adalah pengaduan dari nasabah bank,” ungkapnya.

Pengaduan tersebut, lanjutnya lebih banyak seputar suku bunga yang dianggap mahal dan batas waktu pelunasan kredit yang terlalu lama. Dan nasabah biasanya lalai dalam meneliti berkas administrasi pengajuan kredit.

“Misalnya, mereka ingin batas waktu 5 tahun, tapi malah menandatangani berkas yang didalamnya tercantum batas waktunya adalah 10 tahun. Jadi, ketelitian nasabah yang masih perlu ditingkatkan,” terang dia.

Sementara, hingga kemarin tim penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku masih memproses berkas tiga tersangka kasus Kedit macet Bank Maluku. “Berkas mereka masih dalam tahap satu,” ungkap Kasi Penkum Kejati Maluku Bobby Palapia, kemarin.

Mengenai tambahan tersangka, penyidik belum menyampaikan seracara resmi. Namun, kemungkinan adanya tersangka baru pasti ada. (MAN)

Most Popular

To Top