Apa Kabar Kartu Sakti? – Ambon Ekspres
Trending

Apa Kabar Kartu Sakti?

Di Maluku pun Tak ada Kabarnya

AMBON, AE— Kartu Indonesia Pintar (KIP),  Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Keluarga  Sejahtera (KKS) yang menjadi program unggulan Presiden Joko Widodo hanya seksi diawal, kini program itu tak pernah lagi terdengar di daerah-daerah, termasuk Maluku. Padahal, tiga kartu “Sakti” ini juga menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di daerah yang menempati urutan keempat daerah termiskin di Indonesia ini.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Maluku, Habiba Saimima melalui salah satu stafnya mengakui, hingga kemarin belum ada informasi resmi tentang penyaluran tiga kartu tersebut. “Saya sudah sampaikan ke beliau (Kepala Biro), tapi katanya belum ada koordinasi ke sini,” ungkap staf  yang tak ingin namanya disebutkan ini, Selasa (24/3).

Akademisi Universitas Pattimura (Unpatti ) Jen Latuconsina mengatakan, belum tersalurnya tiga kartu tersebut di Maluku, perlu menjadi perhatian  serius pemerintah di daerah. Pemda, dari provinsi hingga kabupaten/kota harus ‘menjemput bola’, pro aktif dalam meminta perhatian Pemerintah pusat terhadap Maluku terkait program tiga kartu ini.

“Apalagi Maluku kan daerah termiskin keempat di Indonesia. Sehingga, program KIP, KIS, dan KKS ini akan sangat membantu, terutama masyarakat dan pemerintah di daerah. Jadi program ini menjadi suatu kebutuhan, suatu keharusan,  Maluku harus dapat,” ungkapnya.

Latuconsina  menilai lambannya penyaluran tiga kartu ini karena pemerintah belum memiliki kesiapan yang maksimal. Seharusnya, sebelum informasi tentang program ini disampaikan ke masyarakat, pemerintah telah melakukan persiapan. Terutama penetapan waktu penyaluran untuk masing-masing daerah. Sehingga, tidak terjadi tumpang tindih penyaluran.

Pembantu IV Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Maluku Nicholas Retraubun mengemukakan, belum tersalurnya tiga kartu itu di Maluku, karena program tersebut tidak dapat dilakukan secara serentak. Namun dia yakin, Masyarakat Maluku pasti mendapatkannya.

“Ini kan program nasional. Indonesia kan luas, banyak daerah. Jadi bisa saja, pemerintah menyalurkan secara bertahap. Karena ini program nasional, maka Maluku pasti juga mendapatkannya,” ungkapnya.

Karena itu, tegas dia, butuh waktu agar tiga kartu ini sampai di tangan masyarakat di daerah ini. “Butuh waktu. Ini bukan pekerjaan mudah. Perlu persiapan yang matang sebelum dibagikan, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kalau kita tidak sabar, juga susah. Pemerintahan baru dibentuk kan,” jelasnya.

Menurutnya, setiap selesai penyaluran di satu daerah, tidak langsung dilanjutkan ke daerah lain, sebab harus ada evaluasi dulu terhadap proses dan hasil penyaluran di daerah yang telah mendapatkan tiga kartu itu.

Kendati demikian, Retraubun mengakui, tiga kartu itu jadi kebutuhan bagi masyarakat di daerah ini, terutama bagi mereka yang tergolong miskin. “Karena itu, kita juga berharap, agar pemerintah pusat dapat  menyalurkan tiga kartu  itu di Maluku, dalam waktu yang tidak lama lagi,” tandasnya.

Warga desa Batu Merah Kota Ambon, Mira Yati mengaku  sangat berharap agar kartu itu segera disalurkan. Sebab, dengan kartu itu, dia bersama keluarganya dapat terbantu dalam  memenuhi hidup sehari-hari.

“Ya, sebagai masyarakat kecil, kita berharap, pemerintah  bisa bagikan kartu itu kepada kami, sehingga bisa membantu kami, untuk memenuhi kebutuhan  hidup,” harapnya. (MAN)

Most Popular

To Top