Dari Benteng ke Benteng – Ambon Ekspres
Pesona Manise

Dari Benteng ke Benteng

DATA Balai Arkeologi Maluku dan Maluku Utara, orang Maluku sejak zaman dahulu sudah lebih dulu mengenal pertahanan. Benteng pertahanan yang dibuat memiliki ciri khas lokal berupa susunan batu.

Ini sangat  berbeda jika dibandingkan dengan benteng-benteng peninggalan Belanda.Mereka juga tinggal di daerah dataran tinggi. Karena itu, mereka memerlukan benteng pertahanan agar dapat menghindar dari musuh. Namun, karena susah dipantau, akhirnya mereka dipindah di daerah pesisir.  Tapi, asal mula orang Maluku bukan orang pesisir, melainkan orang pegunungan dan perbukitan.

Dengan masuknya Belanda ke Maluku pada 1605 silam, Belanda sudah mulai membuat benteng pertahanan di sejumlah daerah yang disinggahinya. Namun, benteng yang dibuat Belanda jelas berbeda dengan benteng yang sudah ada di Maluku sebelum masuknya Belanda, mereka membangun benteng sesuai dengan arsitektur benteng di negaranya.

Kehidupan di Maluku sudah ada pada zaman prasejarah, dimana zaman paleolitikum atau zaman batu. Dalam penelitian prasejarah yang dilakukan Balai Arkeologi pada 1996-1998 di Kepulauan Aru, ditemukan jejak budaya tua di Maluku 43.000 tahun lalu. Sudah ada aktivitas yang ditemukan di kepulauan tersebut.

Sampai saat ini, terus dilakukan survey eksplorasi terhadap jejak zaman paleolitikum yang ada di wilayah Maluku, karena di Maluku sendiri memliki frekuensi yang tinggi dalam  jejak prasejarah. Penelitian yang dilakukan saat ini yaitu lebih diperdalam lagi dengan melakukan eskavasi. (HIR)

Most Popular

To Top