Dukun Tua Cabuli Mahasiswi – Ambon Ekspres
Trending

Dukun Tua Cabuli Mahasiswi

AMBON,AE— Basa-basinya membuat calon korbannya percaya. Apalagi kalau sakitnya sudah menahun. Segala cara pun dilakukan agar bisa sembuh dari rasa sakit, termasuk mengikuti petunjuk dukun tanpa ilmu ini. Pria tua bangka, JA (62),  Warga Wayame Kecamatan Teluk Ambon, yang mengaku dukun itu mencabuli SM (19) seorang mahasiswi.

Atas perbuatannya, kini JA telah dibuang ke hotel “Prodeo” Polres Pulau Ambon dan Pp Lease. Dia terancam 12 tahun di dalam penjara. Polisi menangkapnya, Senin (23/3) sore. Penyidikan sudah dilakukan, dan sang dukun pun hanya bisa tertunduk dihadapan polisi.

Berdasarkan informasi yang diterima di Mapolres Ambon,  kejadiaan ini berawal di Sabtu (21/3) sekira pukul 17.00 Wit di rumah pelaku. SM ke rumah JA untuk mengobati sakit asmanya yang sudah menahun. Sakit itu menyiksanya. Atas petunjuk pamannya,  SM nekat ke rumah JA.

SM tinggal bersama pamannya JM di kawasan Talake Dalam, Kecamatan Nusaniwe. Dia kerap mengeluh sakit Asma dan Maag ke pamannya JM. JM yang mengatahui JA seorang dukun, mengajak korban mendatangi rumah pelaku untuk melakukan pengobatan.

Sampai di rumah JA, korban diminta masuk ke dalam kamar. Kamar itu biasanya dipakai JA untuk pengobatan pasiennya. Demi kesembuhan, SM pun menuruti apa yang di suruh oleh sang dukun. Sementara pamannya duduk di luar sambil menunggu.

Di dalam kamar, JA menyuruh korban membuka busana dan celana levis pendek yang dikenakannya, hingga tanpa sehelai benangpun di tubuhnya. Kamar dikunci, dan hanya ada korban dan pelaku. Korban disuruh berbaring ditempat tidur.

Pelaku membaca doa. Mulutnya komat-kamit. Lalu  membaca-baca mantera. Setelah itu, dia mengambil satu gelang emas yang pergunakan untuk pengobatan, dan diletakan di paha kiri korban. Karena korban sudah tak lagi berbusana, JA mulai tergoda. Dia kemudian melancarkan aksi biadabnya.

Tangan biadabnya pun mulai meraba-raba tubuh korban seluruhnya. SM hanya bisa diam, karena ingin sembuh. Selesai berobat, SM dan pamannya pulang. Dia tak menyampaikan perilaku bejat sang dukun ke pamannya. Dia menyimpannya, karena mengira itu bagian dari ritual pengobatan.

Di rumah, SM tak tenang. Perbuatan JA, dicurigai SM hanya kedok untuk berbuat cabul. Dia kemudian menceritakan apa yang dilakukan JA kepada pamanya JM. Mendengar cerita keponakanya itu, korban bersama SM, Senin (23/3) langsung mendatangi Polres Ambon untuk melaporkan tindakan sang dukun untuk diproses hukum.

Kasubag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp.Lease Iptu Meity Jacobus, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. ”Kejadian sudah dari beberapa hari lalu, namun baru dilaporkan tanggal 23 Maret. Sudah ditangani PPA, korban dan pelaku juga sudah kita mintai keterangan. Dalam pemeriksaan pelaku mengakui perbuatannya, sementara JA masih menjalani pemeriksaan intensif,” ungkap mantan Kanit Laka Lantas Polres Ambon ini, Selasa (24/3) di ruangan kerjanya.

Dalam pemeriksaan, JA mengaku, baru pertama kali mencabuli pasiennya. ”Dalam pemeriksaan tidak ditemukan itu, belum mengakui soal itu. Dalam pemeriksaan pelaku mengaku pakaian dalam korban ini akan ditukar dengan yang lain yang sudah disiapkan pelaku yang katanya  untuk buang sial. Pelaku juga masih dalam pemeriksaan kita tunggu saja dulu, apakah ada orang lain selain korban SM,” tuturnya. (ERM)

Most Popular

To Top