Pemkab Beri Perhatian Penuh Kepada Korban Kebakaran – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Pemkab Beri Perhatian Penuh Kepada Korban Kebakaran

BPBD Kerahkan  5 Tenda Untuk Tampung Pengungsi

Korban kebakaran kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan  tujuh rumah warga  di Desa Labuang, Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan saat itu juga sudah mendapat perhatian penuh dari pemerintah setempat. Amukan si jago merah pada 16 Maret lalu sekira pukul 11.00 WIT itu telah meluluhlantakan semua isi kantor dan tujuh rumah warga itu.

Saat terjadi kebakaran banyak masyarakat tak bisa berbuat banyak dan hanya menyaksikan api terus menjalar ke rumah-rumah warga.  Wakil Bupati  Ayub Buce Seleky dan   Sekretaris Daerah (Sekda) Mahmud Souwakil juga turun langsung ke lapangan.

Dan untuk meringankan korban kebakaran, pemerintah melalui BPBD Kabupaten Buru telah membangun 5 tenda untuk menampung para pengungsi. Sesuai data di posko pengungsian ada sekira 30 Kepala Keluarga (KK) atau 124 jiwa yang ditampung pemerintah.

Selaian menyiapkan tenda, badan yang dipimpin Awat Mahulau  itu juga telah menyalurkan makanan siap saji kepada para pengungsi sejak peristiwa kebakaran terjadi. “Jadi kita sudah bergerak cepat, bantuan sebagian sudah kita turunkan hari itu juga. Kita sudah memberikan tenda, pulbek   dan  makanan siap saji kepada para pengungsi, dan itu  berlangsung sampai esoknya,” ujar Sekretaris BPBD Bursel Wehelmina Leiwakabessy di posko pengungsi kawasan eks pasar Labuang, Desa Labuang, Kecamatan Namrole, beberapa waktu lalu.

Pemberian makanan siap saja ini, kata dia, masih dikoordinasikan dengan pemerintah Kabupaten Buru Selatan apakah diberikan   hanya tiga hari atau sampai satu minggu. “Kalau tanggap darurat itu biasanya sampai satu minggu, tetapi semuanya akan dikoordinasikan dengan Pemkab Bursel,” ujarnya.
Soal jumlah kerugian dalam kebakaran tersebut, kata dia, masih diinventarisir. “Ini masih data sementara, karena ada koordinasi lanjut dilapangan soal kepastian data ini, sehingga tidak ada tumpang tindih data dalam musibah ini,” ingatnya.

Ditanya ke mana para pengungsi ini akan ditempatkan, Leiwakabessy mengaku, untuk sementara waktu mereka  menempati tenda-tenda yang diberikan sambil menunggu koordinasi dengan pemkab Bursel kemana  mereka harus ditempatkan.  “Untuk sementara kita tampung di tenda yang ada dulu, sampai menunggu petunjuk selanjutnya,” tegas Leiwakabessy.

Selain bantuan dari BPBD, bantuan lainnya juga datang dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buru Selatan. Bantuan yang diturunkan diantaranya datang dari dinas yang dipimpin Rony Lesnussa ini yakni tikar 45 buah,  cerek almunium, piring, gelas dan sendok masing-masing 100 buah, serta paket yang berisi minyak goreng bimoli, ikan kaleng, dan kecap.  “Ini bantuan-bantuan yang diberikan Dinas Sosial Tenaga  Kerja dan Transmigrasi,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi  Siti Samsia.

Dirinya berharap dengan bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban hidup dari masyarakat terutama mereka yang tertimpa musibah kebakaran. “Saya berharap bantuan yang diberikan ini dapat meringankan penderitaan dari mereka yang ditimpa musibah bencana,” harapnya.

Sekedar tahu, kebakaran yang terjadi saat itu baru dapat dikuasai setelah empat buah mobil tangki air dan satu unit eksavator dari PT Mutu Kontruksi Utama dan PT Liang diterjunkan. Selama 2 jam baru api berhasil dikuasai.
Informasi lapangan, sumber kebakaran diduga berasal dari salah satu kamar kost milik warga yang kebetulan berada tepat di  belakang kantor KPU Bursel.

Tiupan angin  kencang membuat api menyambar gedung KPU yang saat itu semua anggota KPU dan pegawainya sedang  mengikuti sosialisasi di aula kantor bupati Bursel.

Saat asap tebal mengepul, warga sudah berusaha memadamkan api dengan alat apa adanya. Namun karena banyaknya bahan bakar minyak yang ada di lokasi kejadian, api tak dapat dikendalikan dan terus membesar hingga melahap rumah-rumah warga sekitar. Untunglah dua perusahaan yang ada di Namrole itu menerjunkan empat buah mobil tangki air dan berhasil memadamkan api.

Pengalaman dari kejadian itu, kedepan Pemkab Bursel diminta untuk mempertimbangkan pengadaan mobil kebakaran, karena sejauh ini Pemkab belum memiliki satupun mobil pemadam kebakaran. (ESI)

Most Popular

To Top