Stok Langka, Harga Bawang Merah Melonjak Tajam – Ambon Ekspres
Amboina

Stok Langka, Harga Bawang Merah Melonjak Tajam

AMBON, AE__ Pergerakan harga bawang merah di dalam negeri  dalam sebulan terakhir menunjukan tren kenaikan harga yang cukup signifikan. secara rata-rata nasional, harga bawang merah sudah ,elonjak 36 persen dalam sebulan. sementara harga bawang yang ditawarkan para pegadang di kota Ambon memasuki minggu-minggu terakhir di bulan maret 2015 ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari harga Rp. 28.000 setiap kilogramnya kini naik menjadi Rp. 32.000 per kilogram, kenaikan harga bawang merah ini disebabkan karena minimnya pasokan sementara permintaan tinggi.

“Kenaikan itu disebabkan minimnya stok bawang merah yang biasa di pasok dari Surabaya, sementara permintaan tinggi. Apalagi saat ini belum musim panen bawang merah, jadi pasokannya sangat terbatas,” kata salah satu pedagang bawang di Pasar Mardika, Melly (48) kepada Ambon Ekspres(24/3).

Dia menjelaskan, harga bawang naik sejak empat hari yang lalu. Dimana harga bawang merah di awal bulan Maret Rp20.000 per kilo naik menjadi Ro28.000 per kilo. Dan kini naik drastis menjadi Rp32.000 per kilo. Sementara bawang putih dari Rp14.000 naik menjadi Rp18.000. Kini harganya Rp22.000 per kilogramnya.

“Dari agen sekarang per kilo Rp28.000 untuk bawang merah, bawang putih Rp20.000 per kilo. Untuk sekali pengambilan per karung biasanya Rp200.000, sekarang Rp400.000 (30 kilo). Belum lagi ongkos angkut 30 kilo itu seharga Rp20.000 sama dengan ongkos para buru yang membersihkan bawang,”jelas wanita asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara ini.

Hal yang sama juga di sampaikan, Isah (35), pedagang bawang di Pasar Nusaniwe. Kenaikan harga bawang merah ini bervariatif. Sebelumnya, harga bawang merah Rp28.000 per kilogram. Saat ini ada yang menjual Rp32.000 per kilogram ada juga Rp34.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih dijual seharga Rp20.000-Rp22.000 per kilogram.

“Mulai kemarin, saya menaikkan harga bawang merah ini. Karena sudah berhari-hari dari pemasok pengirimannya agak terbatas. Sehingga, dengan terpaksa saya menjual ke konsumen dinaikkan per kilogram sekitar Rp4.000. Kalau pengencer tidak ikut menaikan harga, bagaimana bisa mendapat keuntungan,” katanya.

Tentu saja, ibu rumah tangga merasa berat dengan kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok. Diantaranya Mulyawati (49), ibu tiga anak, warga Waihaong, Kota Ambon.
“Saya berharap, pihak terkait supaya melakukan pengecekan ke pasar-pasar untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok di masing-masing tempat. Paling tidak, kenaikannya jangan terlalu tinggi,” katanya. (IWU)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!