Emas Putih Kurang Dilirik – Ambon Ekspres
Amboina

Emas Putih Kurang Dilirik

AMBON, AE.—Membeli perhiasan dari emas putih atau platina masih menjadi pilihan kedua bagi pembeli di Kota Ambon. Selain soal selera, masyarakat  di daerah ini  lebih menggemari warna kuning terang dan mewah. Persoalan harga jual kembali yang rendah juga menjadi pertimbangan utama.

Pantauan Ambon Ekspres, Rabu(25/3) di sejumlah toko perhiasan di Kota Ambon dan pedagang emas pinggiran, penjualan emas putih tidak sebanding dengan emas kuning. Masyarakat lebih dominan membeli emas kuning. Hingga sekarang, emas putih, perak, nikel, platinum, dan palladium, masih kurang diminati para konsumen di Kota Ambon dan sekitarnya.

“Buktinya, hampir sebagian besar toko dan pedagang emas di daerah ini, sangat jarang memajang dan memasarkan perhiasan emas putih tersebut,” kata Hamid salah satu pemilik toko perhiasan di kawasan Ambon Plaza(Amplaz), kepada koran ini, kemarin.

Ia menyebutkan, walaupun kadar kandungan emasnya relatif rendah, yaitu sekitar 60-75 persen, tapi harga perhiasan emas putih, jauh  lebih mahal dari emas biasa (emas kuning).  Selain itu, harga jual perhiasan emas putih selama ini distandarkan sesuai kadar kandungan emas, yaitu standar 60-75 persen kadar emasnya.
“Kondisi ini pula, membuat para konsumen di daerah ini, kurang menyukai perhiasan dari emas putih tersebut,”ungkapnya.

Dia juga mengaku, ketersediaan emas putih di setiap toko perhiasan emas sangat jarang. Jika ada, stoknya hanya dua banding delapan. Harganya berkisar Rp450-Rp500 per gram.
“Umumnya perhiasan emas putih paling banyak dicari adalah cincin pernikahan. Emas putih juga kurang diminati karena biasanya harga jual kembali dari konsumen ke pedagang emas, sangat rendah,”akuinya.

Di tempat berbeda, Tres(45) salah satu penjual emas pinggiran di Jalan W.R.Supratman Kota Ambon mengatakan, harga jual untuk para pedagang pinggiran berbeda dengan harga di toko perhiasan.
“Kalau ada yang jual, biasanya saya beli dengan harga Rp300 ribu per gram. Kalau harga di toko bisa berkisar Rp500 ribu per gramnya,”ungkapnya.

Emas putih yang selama ini digunakan untuk perhiasan, biasanya berkadar 18 karat, 14 karat atau 8 karat.  Emas putih yang dikatakan putih itu sebenarnya berwarna dan  perlu dirawat menggunakan logam rodium untuk membuat warnanya menjadi lebih putih.

“Sayangnya, penjualan emas putih sangat minim di Kota Ambon. Kalau ada hanya beberapa saja. Memang, terdapat berbagai pilihan barang yang dibuat daripada emas putih di pasaran. Seperti pin, rantai leher, gelang, dan cincin. Minat masyarakat untuk membeli emas putih masih kurang, berbeda dengan emas kuning,”ujarnya. (IWU)

Most Popular

To Top