Standar Pelayanan Pendidikan Belum Terpenuhi – Ambon Ekspres
Amboina

Standar Pelayanan Pendidikan Belum Terpenuhi

AMBON, AE.—Kordinator Distrik Tim Leader Region III Pendidikan Dasar, Laurens Kaloge mengaku, saat ini banyak sekolah belum memenuhi standar pelayanan pendidikan. Ini karena penerapan standar pelayanan belum maksimal diterapkan. ‘’Ada sekolah yang akreditasi A tapi pengembangan kapasitas penerapan standar pelayanan belum terpenuhi,’’ kata Laurens ketika membuka pelatihan Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimum (PKP SPM) trainer of trainer regional Maluku di Hotel Elisabeth, Senin (23/3).

Karenanya, dia berharap, pihak pemerintah daerah maupun dunia pendidikan agar tidak lagi melakukan pengadaan fisik namun lebih fokus pada pengembangan kapasitas. ’’Ada standar dari Mendiknas dan Dikti yang akan diberikan kepada peserta. Jadi bagaimana kita meningkatkan kapasitas pendidikan dulu baru memikirkan pengadaan fisik,’’ sebutnya.

Dia berharap, setelah para peserta mengikuti pelatihan yang akan berakhir Jumat (26/3) dapat menjadi pelatih di daerahnya. ’’Ini karena standar pelayanan masih dibawah minimal karena program ini masih baru karena baru dirintis sekitar 3 tahun lalu,’’ jelasnya.

Wakil tim leader program PKP SPM region III, Supriadi Torro mengatakan, pihaknya hanya pelaksana pelatihan agar kegiatan itu berjalan lancar. ’’Tentu tujuan pelatihan untuk melatih calon pelatih untuk paham semua modul program pengembangan kapasitas standar pelayanan minimum. Nah, setelah mereka kembali akan melatih tim teknis di kabupaten seperti stakeholder, kepala sekolah, pengawas sekolah, guru dan komite sekolah termasuk dunia usaha,’’ terangnya.

Peserta yang mengukuti pelatihan yakni  dari dinas pendidikan kabupaten, LPMP dan dari kalangan akademisi. Selain peserta dari Maluku, ada juga sebagian peserta dari Sulawesi. Jumlah peserta sebanyak 37 orang. Kegiatan itu dilaksanakan oleh PT Pugajinou. Perusahaan konsultan ini memenangkan tender pengembangan kapasitas penerapan standar pelayanan minimum dari  Departemen Pendidikan RI. (ERM)

Most Popular

To Top