Jaksa Kembali Periksa Tersangka Kasus Bank Maluku – Ambon Ekspres
Metro Manise

Jaksa Kembali Periksa Tersangka Kasus Bank Maluku

AMBON, AE— Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku melakukan pemeriksaan terhadap Mathoes Matitaputty, satu dari tiga tersangka yang terlibat dalam kasus kredit macet PT Bank Maluku tahun 2007. Korps Adhyaksa Maluku secara intens melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi kredit macet pada Bank Maluku. Hingga kini, sudah puluhan saksi telah diperiksa dalam kasus ini. Termasuk, tiga tersangka yakni Mateos Matitaputty, Erik Matitaputty dan Markus Panggohoy.

Untuk melengkapi berkas dua tersangka, kemarin satu dari tiga tersangka dipanggil oleh pihak Kejati Maluku untuk diperiksa. “Hari ini (kemarin, red) penyidik memeriksa Matheos Matitaputty sebagai saksi. Dia diperiksa untuk melengkapi berkas dari dua tersangka lain yakni Erik Matitaputty dan Markus Panggohoy,“ ujar Kasipenkum Kejati Maluku, Bobby Palapia kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Dikatakan, nantinya hasil pemeriksaan Matheos akan dituangkan dalam BAP yang akan dipergunakan hingga kasus ini bergulir di pengadilan. “Nantinya proses penyidikan tetap berjalan. Dengan demikian, penyidik akan bekerja profesional,“ jelasnya.

Disinggung soal agenda selanjutnya, Palapia mengatakan, masih dilakukan pemeriksaan jika berkas tiga tersangka tersebut belum lengkap. Sebagaimana diketahui,  kasus ini bermula  sejak  tahun 2007 lalu. Saat itu, Bank Maluku memberikan kredit kepada PT Nusa Ina Pratama sebesar Rp 4 miliar. Namun sebelum selesai jatuh tempo, pihak bank kembali mencairkan kredit ke perusahaan itu lagi. Tahun 2009, bank kembali menyalurkan kredit ke Nusa Ina Pratama. Padahal tenggang waktu jatuh tempo belum berakhir.

Jumlah kredit yang dipinjamkan pihak Bank Maluku kepada Nusa Ina Pratama sebanyak Rp 12 miliar. Namun pihak perusahaan baru mampu membayar utang kredit tersebut sebesar Rp 2 miliar.  Jadi ada Rp 10 miliar yang belum dibayarkan pihak perusahan kepada PT Bank Maluku. Karena PT Nusa Ina pratama hingga kini belum melunasi hutang tersebut, jadilah kredit macet  di Bank Maluku. Akibatnya, dana tabungan masyarakat yang di tabung di bank hilang sia-sia akibat perbuatan tersebut.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku juga menemukan adanya indikasi pencairan dana kredit yang tidak sesuai dengan aturan dari mekanisme perbankan. Menurut temuan BPK yang menyatakan bahwa jumlah kredit yang bermasalah di Bank Maluku mencapai Rp 31 miliar lebih.  Angka ini tidak termasuk kredit macet yang jika dikalkulasikan mencapai Rp 96 miliar.(AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!