Rahakbauw Mengancam, Mantulameten Santai – Ambon Ekspres
Trending

Rahakbauw Mengancam, Mantulameten Santai

Mantulameten: Itu Sikap Orang Panik

AMBON, AE— Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw tak gentar terhadap ancaman DPD Partai Golkar Maluku yang telah disahkan kepengurusannya olen Menteri Hukum dan HAM. Dia justeru mempersilakan mereka melakukan Pergantian Antar Waktu atau PAW terhadap dirinya.

Saya tidak takut di PAW. Bahkan, saya akan mencari Poli Mantulameten untuk segera PAW saya. Jangan membangunkan Singa yang lagi tidur. Ini jabatan milik Tuhan. Saya punya kemampuan untuk itu,” ingat Rahakbauw kepada wartawan, kemarin.

Pernyataan Rahakbauw sekaligus menyikapi komentar Korwil DPP Golkar versi Ancol, Hamzah Sangadji, Plt Ketua DPP Golkar versi Ancol, Poli Mantulameten, dan ketua DPP Golkar Ancol, Dharma Oratmangun. ”Pernyataan Hamzah, Poli dan Dharma sangat tendensius dan tidak memiliki etika dan moral. Mereka mesti memberikan pernyataan di tengah perpecahan partai yang menyejuk bukan penghancur partai. Saya menyesal pernyataan senior partai seperti Hamzah,” tandasnya.

Dalam jumpa pers itu dia berusaha membeberkan sikap netralitasnya, dengan mengaku, anggota DPRD Maluku dari Fraksi Golkar diundang rapat oleh DPD Golkar kubu Bali yang dipimpin Eti Sahuburua, karena rencana kedatangan DPP Golkar.

”Saya tidak bilang DPP Golkar Bali atau Ancol. Pokoknya kita diundang rapat untuk menyambut kedatangan DPP Golkar. Agendanya konsolidasi untuk menghadapi pilkada dan kisruh di pusat. Saya ditunjuk sebagai koordinator. Saya instruksikan semua kader hadir,” sebutnya.

Dengan sedikit bangga, dia mengaku, sebagai kader partai yang telah duduk di DPRD Maluku selama 3 periode, dan mendapat posisi penting di dewan.”Saya ditunjuk sebagai sekretaris Fraksi Golkar, Ketua Komisi A, dan kini Wakil ketua DPRD Maluku. Tentu saya memiliki prestasi dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT). Tentu sebagai kader saya taat asas. Apakah, Poli memenuhi syarat PDLT,” tandas dia dengan memuji diri.

Dia balik menilai, pernyataan Hamzah, Poli dan Dharma tidak mendidik. Dia mengaku, mereka tidak pantas menjadi pimpinan di partai.”Saya ini tidak ikut Munas Bali atau Ancol. Saya akan lawan. Tapi, Dharma ikut munas Bali menjadi pengurus Ancol. Ini penyelamatan diri untuk maju di Pilkada MTB. Kalau Poli saya akan  cari jika tak kunjung PAW,” ancamnya.

Namun ketika ditanya Soal putusan Menkumham yang mengakui kepengurusan Agung Laksono, Rahakbauw mengaku, ada upaya hukum di PTUN dan pengadilan.”Kita tunggu putusan. Saat ini proses hukum sementara jalan. Kita optimis PTUN batalkan keputusan Menkumham,” sebutnya. Padahal, dia mengaku bukan berada diantara dua kubu itu.

Lantas, putusan PTUN tidak memiliki kekuatan eksekutorial jika menerima gugatan Golkar kubu Aburizal Bakri, lagi-lagi Rahakbauw membandingkan putusan PTUN  yang menolak putusan KPU yang tidak mengakomodir PKPI dan PBB ikut pemilu. ”Buktinya, PKPI dan PBB ikut pemilu. Jadi kita tunggu saja,” ingatnya.

Rahakbauw kuatir, jika kisruh Golkar terus berlangsung, partai akan rugi. Dia membandingkan, Pileg suara Golkar turun. ‘’Apalagi hadapi Pilkada, kita mesti menciptakan suasana yang kondusif. Mari kita rapatkan barisan membesarkan partai,”ajaknya

Caretaker Ketua DPD Golkar Maluku, Paulus Mantulameten menegaskan, konflik di tubuh Partai Golkar sudah berakhir dengan dikeluarkannya SK Menkum HAM. Soal respon Rahakbauw, kata Mantulameten, “Itu sikap orang panik. Mereka itu pengurus illegal, makanya panik,” kata Mantulameten.

Dia menantang untuk bisa mendepaknya dari Partai Golkar. “Kalau mereka mampu depak saya, silakan. Tapi kalau tidak bisa, ya bersiap untuk di depak,” kata Mantulameten.

Soal rencana rapat koordinasi hari ini yang dilakukan loyalis ARB, mantan anggota DPRD Maluku ini menegaskan, “Mereka itu pengurus Golkar illegal. Jadi kita minta semua kader Golkar tidak perlu hadiri pertemuan kalau mau mengabdi di Partai Golkar,” tandasnya. (JOS/TAB)

Most Popular

To Top