Berkas Pelajar SMK Dilimpahkan ke JPU – Ambon Ekspres
Metro Manise

Berkas Pelajar SMK Dilimpahkan ke JPU

Terkait Kasus Pencabulan

AMBON,AE— Berkas pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) J (15) pelaku pencabulan, akhirnya dilimpahkan Penydik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pulau Ambon dan Pp. Lease ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Pengadilan Negeri Ambon untuk diteliti. Kasubag Humas Iptu Meity Jacobus kepada Ambon Ekspres mengatakan, pelimpahan berkas kasus pencabulan dengan tersangka J (15) oleh pihaknya setelah berkas dinyatakan rampung, dilimpahkan Senin (23/3). ”Berkas J, pelajar SMK tersangka pencabulan sudah dilimpahkan untuk dokereksi jaksa dan dilimpahkan setelah beraks dinyatakan rampung.” ungkap mantan Kanit Lakalantas Polres Ambon ini, Jumat,  (27/3).

Meity Mengungkapkan, semenatara pihaknya menunggu hasil pemeriksaan jaksa. ”Masih menunggu hasil pemeriksaan berkas oleh jaksa, kita belum terima, ya muda-mudahan tidak ada perubuhan lagi (P19), kalau masi ada secepatnya akan diperbaiki sehingga kasus ini bisa bergulir secepatnya ke persidangan,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya J (15) salah satu pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terpaksa berurusan dengan polisi lantaran mencabuli anak dibawah umur yang masih duduk di bangku SMP. Diketahui,  korban yang masih berusia 13 tahun itu disetubuhi pelaku di salah satu kawasan di Batu Merah pada Februari lalu. Peristiwa bejat itu terjadi sekira pukul 23.30 WIT dan setelah dilakukan penyedikan J terbukti bersalah dalam kasus ini.

Korban dan pelaku sebenarnya pasangan kekasih. Saat malam kejadian, J yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami-isteri. Korban sempat menolak, namun terus dipaksa tersangka. Bahkan tersangka memaksa dengan melucuti celana korban. Aksi keduanya ini ternyata baru diketahui orang tua korban dari cerita tetangga. Celakanya lagi,  ternyata saat malam kejadian ada yang mengintip perbuatan kedua orang itu.

Kejadiaan, ini berawal ketika tersangka mengajak korban ke sebuah rumah kosong yang tidak jauh dari rumah korban. Di dalam rumah itu, tersangka merayu korban. Korban mengaku sempat menolak, namun tetap dipaksa,  sehingga terjadi persetubuhan. Pelaku ditahan setelah orangtua korban melaporkan perbuatan pelaku itu pada tanggal 16 Maret 2015. Dia dijerat pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014. Ancaman hukuman 15 tahun penjara.
(ERM)

Most Popular

To Top