Cerita Sendu Dibalik Kecelakaan Maut – Ambon Ekspres
Trending

Cerita Sendu Dibalik Kecelakaan Maut

Terdengar Bunyi, Sadar Sudah di Rumah Sakit

Pagi itu di Jalan Pier Tandean, diantara Desa Halong dan Lanal Halong terlihat sibuk dengan lalu lalang kendaraan bermotor. Jarum jam baru menunjukan pukul 08.20. Dari Belakang Lanal Halong, meluncur mobil truk atau trontong semen milik PT WIKA.

Di depannya, ada mobil Sedan, di depan mobil Sedan,   mobil dinas Kepala Dinas Pendapatan Kota Ambon, Yopi Selano meluncur dengan tenang. Berikutnya ada mobil angkutan Liliboy menuju Ambon. Semua berjalan dengan irama yang searah.

Dari arah Galala melaju mobil angkutan Waai, dan beberapa sepeda motor di depan dan disampingnya menuju tanjakan Halong. Yang terdengar hanya deru kendaraan bermotor. Semua berjalan normal. Cuaca begitu cerah. Mobil dan kendaraan roda dua juga berjalan dengan kecepatan normal.

Beberapa saat kemudian, setelah kendaraan beriringan itu melaju menuruni tanjakan antara Desa Halong-Lanal menuju Ambon, truk yang dikendarai Udin melaju dengan kecepatan tinggi. Dia kehilangan kendali. Sementara mobil di depannya tak tahu, dengan kondisi yang terjadi pada truk.

Bruk! Tabrakan pertama terjadi. Mobil Sedan terseret truk dengan bobot puluhan ton itu. Setelah kurang lebih 50 meter, Sedan berisi penumpang itu berhasil lepas dari depan truk. Penumpangnya selamat. Namun mobil  Suzuki X4, dengan nomor polisi DE 1730 AD rusak parah.

Udin masih memegang setir truknya. Kakinya tetap berusaha menginjak rem, tapi remnya tak berfungsi. “Rem saya blong,” kata dia ketika diamankan polisi. Bruk! Truk menghantam lagi mobil milik pemerintah. Mobil itu kembali terpental. Lagi-lagi beruntung, para penumpangnya selamat.

Rem kembali diinjak Udin, namun truk itu makin “menggila”. Sopir angkutan Liliboy, Vicktor Tuhumena (40) lantas melirik kaca spionnya. Dia melihat ada mobil yang terguling. Dia juga sempat melihat truk melaju dengan kecepatan tinggi. “Beta di muka deng sopir, sopir lia di kaca spion lalu dia bilang katanya  ada oto di belakang tabale,” ungkap Sali menuturkan.

Belum sempat berbalik badan melihat insiden kecelakaan itu, mobil yang dikemudian Victor dilabrak truk. “Seng lama begini beta seng sadar lai, pas sadar beta su ada di jalan,” ungkap Sali (35), penumpang angkot jurusan Liliboi, dengan mata berkaca-kaca.  Kaki kanan Sali  patah akibat tabrakan itu.

Vicktor Tuhumena (40) akhirnya meninggal dunia setelah di bawa ke RSUD Haulussy. Dia  mengalami patah kaki dan luka pada kepala dan benturan di dada. Selain Vicktor, penumpang lainnya,  Elizabeth  Lerrick (47) juga meninggal dunia di   RS Hative Kecil akibat  benturan di kepala dan dada.

Dari arah berlawanan muncul angkutan Waai. Mobil ini berkecepatan normal, namun truk yang sudah melaju dengan kecepatan tak normal kembali melabraknya. Di kanan kiri, sepeda motor berpenumpang dihantam juga. Ada yang terpental masuk laut, dan juga yang jatuh dijalanan.
Masyhur Tihurua, yang melaju menuju luar kota sempat mendengar dentuman besar. Namun dia tidak mengetahui asal bunyi tersebut. “Bunyinya di depan,” kata salah satu kerabat Maskur mengutip bisikan korban.  Bersamaan dengan bunyi itu, dia sudah tak sadarkan diri lagi. Dia baru sadar, sudah berada di rumah sakit.
Masyhur Tihurua, awalnya ingin ke pelabuhan Tulehu, guna menjemput salah satu saudaranya yang berangkat dari pelabuhan Amahai, dengan menggunakan kapal cepat, yang tiba di pelabuhan Hurnala Tulehu sekira pukul 10.00 WIT.
Masyhur sehari sebelum kecelakaan sempat berbincang-bincang dengan saya. Sekira pukul 22.00 wit, dia pamit untuk tidur lebih dulu, karena akan menjemput saudaranya. Namun belum sempat menemui saudaranya, dia terpaksa kini terbaring dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.(***)

Most Popular

To Top