‘’Pendidikan sudah Diabaikan Pemerintah’’ – Ambon Ekspres
GMGM

‘’Pendidikan sudah Diabaikan Pemerintah’’

Isu Pendidikan di Mata Sosok Obed Barends MSi
Secara kolektif, pendidikan di Maluku saat ini sedang mengalami keterpurukan hebat. Keterpurukan ini harus diakui juga merupakan ‘sumbangan’ dari Kabupaten Kepulauan Aru, termasuk kabupaten/ Kota lainnya di Propinsi Seribu Pulau ini. Nah, berikut pendapat tokoh Aru, Obed Barends MSi, sosok yang siap memperjuangkan isu pendidikan secara tuntas disana, bila atas kehendak Tuhan YME melalui masyarakat, dia terpilih pimpin daerah itu.

Ditemui di Ambon, Obed Barends mengakui kalau pendidikan selama ini telah diabaikan pemerintah yang tengah berkuasa di Kabupaten Kepulauan Aru. Dia justru mengakui kalau masalah ini langsung ditemuinya saat berada ditengah masyarakat Aru.

‘’Saat saya mengunjungi sejumlah desa di Aru, banyak guru yang tidak melaksanakan tugasnya. Begitupun perawat. Informasinya guru itu hadir di sekolah yang ada di desa, bila akan ada ujian,’’ tandasnya.
Meski begitu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum  (PU) Kabupaten Mamberamo Raya Papua ini tidak langsung menyalahkan guru-guru itu, sebab yang salah adalah pimpinannya, sebab mungkin saja tidak ada tindakan, atau pun hak-hak mereka tidak terlunasi dan seterusnya. Bila ini terjadi, berarti pendidikan sudah diabaikan dan masyarakat yang menjadi korban.

Dalam kerangka itu, putera Aru kelahiran Jayapura, 06 Oktober 1960 ini menilai kalau Gerakan Maluku Gemar Membaca (GMGM) yang diluncurkan saat ini patut didukung penuh. ‘’Ini merupakan suatu gerakan pembaharuan yang harus dilakukan. Ini harus dilakukan agar orang Maluku makin terbuka wawasannya, dan dalam skop Aru, saya ingin agar orang-orang di Aru makin pintar. Ini obsesi besar saya juga,’’ tandasnya.

Orang Aru, kata dia, harus banyak membaca sehingga dalam memdapatkan pengetahuan dan pada akhirnya bisa keluar dari kemiskinan. ‘’Kalau kita ukur dengan kemiskinan, kemiskinan itu terjadi karena suatu kebodohan. Kita harus keluar dari dua elemen ini,’’ ingatnya.

Diingatkan, GMGM adalah suatu gerakan dan yang namanya gerakan maka harus ‘move’ terus, dan pemerintah harus berperan didalamnya. Bila pemerintah tidak berperan, maka akan sulit.
Karena itu, Barends menegaskan, kedepan bila dirinya dipercayakan Tuhan YME melalui masyarakat memimpin Kabupaten Kepulauan Aru, maka dirinya akan melakukan semuanya itu.

‘’Bila saya jadi bupati, saya akan menempatkan semua guru pada posisinya masing-masing, kita evaluasi semua sekolah sekaligus membangun fasilitas seperti perpustakaan, termasuk pengadaan buku dan koran yang representative. Kita harus memotivasi, tidak hanya peserta didik, tapi orang tua juga harus didorong untuk membaca,’’ tegasnya.

Magister Sains/Megister Administrasi Publik Pascasarjana UGM Jogyakarta ini menyebutkan, anggaran pendidikan 20 persen dari APBD atau APBD maka kebutuhan pendidikan perlahan-lahan akan tertangani. ‘’Aru selama ini dibilang simbol keterisolasian, padahal tidak. Tidak sulit membangun Aru bila kita benar-benar bekerja untuk masyarakat. Yang membuat Aru itu terisolasi sebetulnya pemerintah sendiri,’’ ingatnya.

Selain masalah pendidikan yang kompleks, dia bertekat untuk memperhatikan masalah kesehatan yang juga terpuruk. ‘’Masyarakat itu harus sehat, tapi salah satu kendala kita di Aru karena tidak ada perawat, dokter dan fasilitas. Ini menyedihkan. Jadi kalau kita ingin memberantas kemiskinan, sebetulnya kuncinya ada pada pendidikan dan kesehatan. Nah, dua hal ini tentu menjadi komitmen kami dalam kepemimpinan nanti,’’ tuntasnya. (*)

Most Popular

To Top