Truk Seruduk 4 Mobil, 7 Meninggal Dunia – Ambon Ekspres
Trending

Truk Seruduk 4 Mobil, 7 Meninggal Dunia

AMBON, AE— Rem blong, truk semen berkecepatan tinggal lantas melabrak empat mobil tanpa ampun. Mobil terakhir yang ditabrak langsung meledak, empat orang terpanggang api. Dua orang dari mobil berbeda juga meninggal dunia, karena luka parah. Satu pengendara motor ikut tewas, Dua orang terpental sejauh 10 meter langsung masuk laut. Sopir truk itu justeru selamat dari kecelakaan maut.

Truk semen itu  bergerak dari arah luar kota menuju pusat kota. Sampai di desa Halong depan pintu masuk Markas Angkatan Laut, pukul 08.30 truk kehilangan kendali. Meluncur dengan kecepatan tinggi. Udin (38) sang sopir berusaha tenang, dan berusaha mengendalikan truknya, namun tetap tak bisa.

Truk atau trontong  bernomor polisi KT 8732 BL lantas menabrak mobil Suzuki X4, jenis sedan dengan nomor polisi DE 1730 AD, yang sedang melaju  didepannya. Kendati terseret hingga kurang lebih 100 meter, namun penumpang mobil sedan tersebut masih selamat.

“Saya dari Passo, dalam perjalanan mobil dalam kondisi baik. Namun saat di turunan Halong tepatnya di bawa reklame itu, saya injak rem, namun mobil rem sudah tidak berfungsi lagi. Sudah coba berulang kali tetapi mobil tetap saja tak berhenti,” cerita supir mobil tronton, Udin R, saat diamankan di Mapolres Ambon, Sore kemarin. Dia selamat karena lompat dari mobil sesaat sebelum  mobil jurusan Waai yang jadi sasaran terakhirnya itu, terbakar.

Setelah menyeret mobil sedan, Udin lantas panik. Kecepatannya terus bertambah. Pada jarak sekitar 50 meter setelah ‘melepaskan’ mobil sedan, mobil dinas Kepala Dinas Pendapatan Kota Ambon, Yopi Selano yang berada di depan juga dilabrak. Beruntung  semua penumpang yang ada dalam mobil selamat dari maut.

Truk terus melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil yang diperkirakan berbobot puluhan ton itu, lalu melabrak lagi mobil Liliboy-Ambon yang juga berada di depannya. Mobil bernomor polisi DE 421 KU terpental dan terbalik. para penumpang dan supir mengalami luka serius, sebagian besar mengalami patah kaki.

Terlihat  darah  berceceran di aspal, kondisi  angkot pada bagian depan dan belakang rusak berat. Sang supir, Vicktor Tuhumena (40) meninggal dunia setelah di bawa ke   RSUD Haulussy. Dia  mengalami patah kaki dan luka pada kepala dan benturan di dada. Penumpang lainnya,  Elizabeth  Lerrick (47) juga meninggal dunia di   RS Hative Kecil akibat  benturan di kepala dan dada.

“Beta di muka deng sopir, sopir lia di kaca spion lalu dia bilang katanya ada oto di belakang tabale. Seng lama begini beta seng sadar lai, pas sadar beta su ada di jalan,” ungkap Sali (35), penumpang angkot jurusan Liliboi, dengan mata berkaca-kaca. Kaki kanan Sali patah akibat tabrakan itu.

Dalam kecepatan yang masih tinggi, truk itu pun sedikit mengarah ke bagian kanan, hingga melewati jalurnya. Di sana, dia menabrak  lagi angkot jurusan Waai yang baru saja dari Ambon menuju Waai. Angkot bernomor polisi DE  595 KU serta dua sepeda motor jenis Mio dan  Vega R yang melaju dari arah berlawanan pun dilabrak.

Tiga kendaran yang jadi sasaran terakhir dalam tabrakan itu  pun terseret hingga terperosok ke tebing dekat  pantai di lokasi kejadian, samping pos penjagaan milik Lantamal Ambon. Beruntung masih  disanggah pagar jalan yang terbuat dari besi.

“Jadi waktu tabrakan itu, saya hanya bisa memegang setir dan kaki terus berusaha injak rem tetapi mobil terus jalan, hingga tabrak oto Waai dan tasangko (terperosok) di pagar jalan, yang kemudian membuat mobil terbakar.

Saat terbakar itu saya (Sopir red), berada di mobil saya karena saat itu dalam kondisi terjepit kemudian berusaha turun dari mobil. Saya menyelamatkan diri itu, setelah dengan mobil Waai itu terbakar, langsung  saya melaporkan diri ke polisi,” terang  sopir truk, Udin R  yang merupakan warga desa Laha ini.

Pengendara sepeda motor Vega R, Masyhur Tihurua (29) dan pengendara sepeda motor jenis Mio,  Sabar Wakano (35) terlempar hingga ke pantai. Beruntung air laut sedang pasang, sehingga tidak mengalami benturan yang keras di dasar pantai, sehingga selamat dari maut.

Diduga karena tangki  bahan bakar minyaknya  bocor, angkot jurusan Waai pun terbakar. Terlihat ada dua korban terjepit dalam mobil  dan dua lainnya menggantung di tiang pagar jalan. Empat unit mobil pemadam kebakaran diturunkan pada sekira  pukul 9:00 dan api baru dapat  dipadamkan pada pukul 9 : 20. Dua unit mobil derek juga diturunkan, namun kondisi lokasi yang cukup curam, membuat petugas dari Ditsahabara, Ditlantas Polda Maluku dan petugas Lantamal Ambon, sempat kesulitan untuk mengevakuasi  truk dan angkot serta sepeda motor dan para korban.

Baru Sekira pukul 12:15, petugas berhasil mengevakuasi semua korban serta truk dan angkot dari tebing. Kondisi angkot sudah terbakar hangus, tinggal rangka. Demikian juga dua unit sepeda motor. Kondisi yang tidak jauh berbeda juga terlihat pada tubuh empat korban yang terpanggan api, yakni Yance David Mole, Hesti Tiven ( 34), Simon Renol/supir angkot Waai (47), satunya belum diketahui identitasnya.

Sementara satu korban lainnya belum diketahui identitasnya, karena kondisi tubuhnya yang tidak utuh lagi akibat benturan terpanggang api. “Kalau Yance diketahui karena ada tato dengan tulisan Yance di tangan kanan, sementara Hesti, masih dapat dikenal karena wajahnya masih utuh. Dan sopir ini, istrinya baru datang dan mengenalnya.  Tapi satu korban lagi itu belum diketahui identitasnya, sulit karena tubuhnya tidak utuh lagi,” kata salah satu petugas di RS Bhayangkara.

Sementara, berdasarkan data yang diperoleh Ambon  Ekspres di RS Lantamal, RSUD Haulussy, RSU Latumeten (RST),  dan  RSU Hative Kecil,   para korban  yang selamat dalam tabrakan  tersebut, yakni  Elton Peta (30), Lorens Tuhumena (40), Max Tuhumena (18), Federicka (46), Fidelis Moi (46),  Oleng Tuhumena, Senly Titarsole (12), Putri (4), Abdul (35), Mashut  (28), Mansur Ode (35), Nani Indriyani (24), Sabar Wakano (35), Manshur Tihurua (29), Yan Tahitu (43).

Sementara informasi terakhir menyebutkan, Yusman Latin (28) tadi malam juga dikabarkan meninggal dunia. Dia memang mengalami luka serius. Dia adalah pengendara motor yang akan menuju luar kota.

TANPA PENGAWALAN
Ada yang aneh dengan kejadian ini, truk yang menurut informasi merupakan kendaraan tronton ini,  tidak dikawal aparat kepolisian saat menuju Kota Ambon. Hal ini turut membingungkan Kasubag Humas Iptu Meity Jacobus,
”Harusnya ada pengawalan, dan aturannya truk seperti itu keluar pada malam hari, atau kalau memang siang bisa dipastikan kondisi arus lalulintas dalam keadaan sepi, dan itu juga harus ada pengawalan. tidak ada permintaan ke Polres untuk pengawalan, karena pengawalan ini bisanya diminta juga dari polsek-polsek,” jelasnya.

Sementara hingga berita ini naik cetak, pimpinan PT Wika  belum berhasil dikonfirmasi mengenai mobil torntong terseut.

KORBAN DAPAT ASURANSI
Pihak  PT Jasa Raharja Cabang Maluku langsung bergerak mendata semua korban dalam kecelakaan ini untuk pmberian asuransi.

“Untuk korban meninggal dunia, Rp 25 juta. Sementara yang luka ringan dan berat, maksimal Rp10 juta, itu diberikan dalam bentuk biaya perawatan, “ ungkap kepala Jasa Raharja Cabang Ambon Tjahja Tjoel ketika memimpin proses  pendataan korban di RS Bhayangkara, kemarin.(MAN/AHA/ERM)

Most Popular

To Top