Dubes Thailand Selidiki Perbudakan di Benjina – Ambon Ekspres
Trending

Dubes Thailand Selidiki Perbudakan di Benjina

AMBON,AE— Pemerintah Thailand menanggapi serius isu perbudakaan terhadap warga negaranya yang bekerja di Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru. Ini tampak dari turunnya Duta Besar Thailand untuk Indonesia Paskorn Siriyaphan, dan Wakil Kepala Kepolisian Thailand Letjen polisi Siridchai Anakeveing, ke daerah ini.

Selain dua pejabat penting itu, sejumlah kepala departemen di Thailand mendatangi juga sejumlah pihak di Ambon termasuk institusi pemerintah. Kedatangan mereka setelah diberitakan salah satu kantor berita internasional adanya dugaan perbudakan ABK asing. Perbudakan dituding dilakukan sejumlah kapal milik PT Pusaka Benjina Resources.

Kemarin rombongan Dubes mendatangi PPN Tantui Ambon, dimana kapal-kapal Asal Thailand sering melakukan bongkar muat ikan hasil tangkapan mereka sebelum akhirnya di kirim ke Thailand. Tim sekitar 14 orang datang sekira pukul 11.00 WiT.

Mereka sempat melakukan tatap muka dengan sejumlah wargan negara asal Thailand di kawasan pelabuhan tersebut. Setelah itu tim langsung bergerak menuju rutan Waiheru, guna menjenguk, beberapa warga negra Thailand yang mendekam di lapas.

Kombes Prio Waseso, Atase Kepolisian di Kedubes Indonesia di Bangkok yang mendamping tim mengaku, tidak semua tim akan menuju Benjina untuk menyelidik kebenaran isu perbudakan. Hanya sebagian dari mereka yang kesana, dalam minggu ini.

Menurut Waseso kedatangan rombongan Dubes membawa empat misi. Pertama, membantu warga Thailand di Maluku yang ingin dipulangkan. Kedua, membantu ABK terkait dugaan human trafficking untuk dipulangkan.

Ketiga, mencari fakta warga Thailand yang meninggal di Maluku. Keempat repatriasi atau pemulangan warga Thailand.

Data keimigrasian, menyebutkan, ada lima warga negara Thailand bekerja sebagai ABK kapal ikan di Benjina. “Mereka mendata warga negara Thailand di Maluku yang menjadi ABK kapal, termasuk dengan mereka-mereka yang diduga korban human trafficking,” kata Waseso. Investigasi juga dilakukan untuk mencari tahu kebenaran tentang kuburan warga Thailand di Benjina.

Paskorn Siriyaphan mengatakan, akan memulangkan semua warga Negara Thailand di Maluku. Soal perbudakan ia menolak berkomentar. (ARI/MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!