Korban Terbakar Teridentifikasi – Ambon Ekspres
Trending

Korban Terbakar Teridentifikasi

Pemilik Truk Wajib Santuni Korban

AMBON, AE— Satu korban kecelakaan lalu lintas di Desa Halong, Jumat (27/3) pagi, yang terbakar telah teridentifikasi. Identitas korban Stany Rajawane teridentifikasi setelah pihak keluarga mendatangi Polres Ambon untuk memastikan keberadaannya dalam angkutan umum Ambon-Waai.

Stany adalah warga Kariuw, Maluku Tengah. Dia diketahui salah satu penumpang angkutan umum naas itu. Sebelumnya identitas korban tewas di angkutan Waai, Yance David Molle, Hesti Tesen ( 34), sopir Simon Reinol (47), sedangkan korban meninggal dunia penumpang mobil jurusan Liliboy, sopir Vicktor Tuhumena (40), Elizabeth  Lerrick (47), Pengendara Motor Yusman Kadir Lating (28).

”Keterangan dari pihak RS Bayangkara, dikenali dari perhiasan yang dipakai korban, Rantai dan cincin, setelah keluarga korban mendatangi pihak RS kemarin (sabtu-Red),” ungkap Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp.Lease Iptu Meity Jacobus, kepada Ambon Ekspres melalui via telepon selulernya, Minggu (29/3).

Setelah diketahui identitas korban, pihak keluarga langsung membawa pulang Stany ke Kariuw untuk dimakamkamkan. ”Setelah identitas korban diketahui, keluarga langsung membawa pulang jasad korban, dibawah ke Desa Kariuw untuk dimakamkan,” jelas Mantan Kanit Laka Lantas Polres Ambon ini.

PROSES HUKUM
Sementara untuk pengemudi Truk Semen (trontong)  bernomor polisi KT 8732 BL, Udin R (38) warga yang mendiami kawasan Wayame, Kecamatan Teluk Ambon,  ditetapkan tersangka utama sebagai penyebab terjadinya kecelakaan yang menewaskan tujuh orang, dan sedikitnya 15 orang mengalami luka-luka.

Dalam pemeriksaan kondisi pengemudi truk yang selamat dari kecelakaan maut ini dalam kondisi sehat, dan tidak ditemukan hal lain yang mempengaruhi kondisinya sehingga terjadi peristiwa itu. Atas kelalaiannya, tersangka dijerat dengan Undang Undang (UU) No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas. ”Untuk sopir truk sesuai UU di kenakan Pasal 311 Ayat (5) jo Ayat (4) jo Ayat (3) jo Ayat (2) Jo Ayat (1) pidana penjara paling lama 12 tahun,” terangnya.

Menurut Meity, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan dari pemilik mobil truk itu. Polisi masih fokus untuk mendalami motif utama atas insiden tersebut.

“Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pasti motif dibalik insiden yang menewaskan tujuh nyawa itu. Sementara baru sopir Udin itu yang kami periksa dan dijerat dengan undang-undang tentang kecelakaan lalulintas,” katanya.

Perusahaan pemilik kendaraan itu, bukan milik PT Wika, melainkan milik PT Muskita Jaya Prima, perusahaan yang bergerak di bidang jasa suplayer material semen kepada pihak kontraktor. Hanya saja pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap pemilik mobil tersebut, karena hari libur.

“Besok (hari ini) baru pemilik kendaraan yakni PT Muskita Jaya  dipanggil untuk diperiksa, terkait dengan tidak adanya pengawalan, saat mereka melakukan aktivitas disaat waktu-waktu kesibukan,” ucapnya.

Permintaan pengawalan, merupakan kewenangan perusahaan dan tidak selamanya akan diminta langsung kepada Polres akan tetapi juga pihak polsek punya kewenangan memberikan pengawalan mobil tersebut.

“Kalau soal sanksi akibat dari tidak adanya pengawalan itu nanti kita akan lihat dari hasil penyelidikan. Karena ini merupakan kelalaian dari perusahaan sendiri. Karena permintaan pengawalan itu biasanya dari perusahaan dan itu bisa diminta ke polsek ataupun kepolres,” jelasnya.

Polisi juga akan meminta pertanggungjawaban perusahaan terhadap seluruh korban baik tewas maupun hidup dari pihak perusahaan sendiri. “Sesuai perintah Undang-undang, segala kerusakan atas kejadian laka lantas itu merupakan tanggungjawab perusahaan atau pemilik mobil itu. Tetap besok baru mereka (pemilik truk red), diperiksa,” terangnya.

Kondisi para korban kini sudah mulai membaik. Meski ada beberapa korban yang belum bisa berbuat banyak, lantara menderita patah tulang baik dibagian kaki maupun tangan.

Terpisah kepala personalia PT Wika, M Akbar, kepada Ambon Ekspres, menegaskan mobil truk yang terlibat dalam insiden lakalantas, pada Jumat pagi kemarin, bukan milik perusahaannya.

“Mobil itu memang pernah kami kontrak dengan mereka guna mensuplai material semen ke-proyek yang kami kerjakan. Tetap per 2014 itu, kontrak kerja kami sudah habis, sehingga per Januari 2015 sudah tidak ada kerja lagi bersama kita,” katanya.

Mobil tersebut kini dipakai oleh PT. Askita Karya, untuk mengangkut material semen. Namun disinggung soal kedudukan lokasi proyek milik PT Askita Karya itu, Akbar mengaku itu bukan kewenangannya.

“Yang saya tahu mobil itu sekarang dikontrak oleh PT Askita Karya aja. Dan itu yang sementara lagi mengangkut material semen untuk salah satu proyek milik perusahaan itu. Lebih lanjut saya tidak tahu,” tutupnya.
(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!