Pemkot Diminta Sediakan Lokasi Bagi Pedagang Batu Akik – Ambon Ekspres
Amboina

Pemkot Diminta Sediakan Lokasi Bagi Pedagang Batu Akik

AMBON, AE.—Para pedagang batu akik atau batu mulia di sepanjang Jalan Samratulangi (Belakang Puskut-Ambon) atau yang dikenal dengan Lorong Jahanam selama ini telah membayar retribusi kepada Pemkot Ambon. Olehnya itu, diharapkan pemerintah bisa memfasilitasi guna menyediakan lokasi berjualan yang lebih representatif bagi mereka.

Pasalnya, lokasi jualan yang ada saat ini sudah sangat padat dan tidak teratur. Bahkan saking padanya menyebabkan terjadi kemacetan. Lorong ini, setiap hari dipenuhi pedagang baru maupun pembeli baru.

Bon (38), salah seorang pedagang batu akik mengaku, sudah beberapa bulan ini membayar retribusi kepada petugas Pemkot Ambon. Petugas berpakaian PNS itu langsung datang dan meminta retribusi dari semua pedagang dan pengrajin batu akik. ‘’Tiap hari Senin hingga Jumat kita bayar retribusi sebesar Rp 2 ribu rupiah/orang. Bahkan ada yang bayar Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu,” ungkap Bon ketika ditemui Ambon Ekspres di Lorong Jahanam, kemarin.

Menurutnya, lokasi ini sering terjadi kemacetan karena bercampurnya aktivitas pedagang, pembeli dengan pejalanan kaki maupun pengendara motor. Dia berharap Pemkot Ambon bisa menata maupun memfasilitasi seluruh pedagang ini sehingga suasana atau arus lalu lintas untuk lokasi tersebut bisa stabil dan tertata dengan baik. “Kita dengar-dengar sih. Katanya mau dipindahkan di Gedung Putih samping Amplaz, tapi itu masih wacana saja. Mungkin sementara butuh penataan di lokasi ini sehingga tidak terjadi kemacetan maupun hal-hal lain,” pintanya.

Hal senada diungkapkan Ongky (42). Dia menilai, perlu ada penataan lapak dari Pemkot Ambon sehingga seluruh pedagang maupun pengrajin bisa disamaratakan. “Harusnya ada penataan dari Pemkot Ambon. Jangan hanya datang tarik retribusi lalu pergi seenaknya. Harusnya ada penataan dong sehingga, seluruh pedagang bisa kebagian tempat,” pesannya.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Ambon, Jacob Usmany mengatakan, yang namanya retribusi jika ditarik pemerintah maka pemerintah harus siapkan fasilitasi bagi mereka di lokasi tersebut. Bukan hanya datang, lalu memungut retribusi tetapi harus menyiapkan tempat maupun lokasi yang layak bagi para pedagang.

“Karena retribusi diambil dari situ, ya maka harus ada disiapkan lokasi atau fasilitas berjualan bagi mereka agar tidak menggangu arus lalu lintas. Kita lihat karena pedagang maupun pengrajin batu akik itu sudah mulai mewabah di Kota Ambon. Jadi pemerintah harus menyiapkan satu tempat,” tandas Usmany.
Dikatakan, saat ini perkembangan batu akik di Kota Ambon semakin meluas sehingga butuh lokasi yang strategis bagi pedagang maupun pengrajin.

Namun, jika lokasi yang dikenal strategis ini sudah mulai terganggu dengan arus lalu lintas dan lainnya maka butuh perhatian pemerintah untuk bisa lebih memperhatikan lokasi tersebut. “Kalau tempat strategis itu mengganggu, maka pemerintah harus mengambil inisiatif untuk pindahkan mereka ke lokasi yang tepat atau menata mereka kembali hingga terlihat tertib. Prinsipnya, kalau ditarik retribusi maka pemerintah harus menyiapkan lahan. Itu kewajiban pemerintah karena telah menarik retribusi. Harus mereka dijaga, jangan tagih ini hari terus besok mengusir mereka,” pungkas dia. (ISL)

Most Popular

To Top