Rekonstruksi dan Reaktualisasi Sikap dan Perilaku Dalam Menyongsong Pengembangan Mutu – Ambon Ekspres
Pendidikan

Rekonstruksi dan Reaktualisasi Sikap dan Perilaku Dalam Menyongsong Pengembangan Mutu

Oleh: Nana Ramiyana (masyarakat)

Pendidikan merupakan kebutuhan utama setiap insan yang dapat diperoleh kapan saja dan dimana saja, bisa didapat dari lingkungan formal pendidikan seperti : di sekolah-sekolah, Perguruan Tinggi, dan sebagainya, serta bisa juga diperoleh dari lingkungan non formal seperti : lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan pengalaman-pengalaman hidup.Ini semua merupakan wahana pendidikan yang bisa memberikan pengajaran, ilmu, dan pengetahuan yang tentu saja berguna untuk dijadikan bekal menuju kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Pada dasarnya perkembangan suatu wilayah berbanding lurus dengan sejauh mana kemajuan  pendidikan di daerah tersebut, semakin cepat pendidikan berkembang maka semakin banyak masyarakat yang terdidik, sehingga otomatis semakin cepat daerah tersebut untuk maju pula. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk menciptakan individu dan masyarakat yang cerdas secara akademis, tetapi jauh dari itu pendidikan diharapkan juga mampu menciptakan individu dan masyarakat yang berkepribadian, memiliki sikap-sikap mental yang gigih, tangguh, berjiwa peduli, bertanggung jawab dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

Terkait dengan tema penulisan artikel yaitu Potret pendidikan di Maluku, makabisa diartikan sebagai kilas balik gambaran perkembangantransformasi ilmu, pengetahuan, wawasan, dan attitude masyarakat maluku dari sejak dulu sampai saat ini. Sehingga pembahasan tema ini tidak bisa lepas dari fakta sejarah yang menyertainya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Maluku merupakan kepulauan yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki berbagai macam potensi yang sangat tinggi, sehingga keberadaannya sangat memikat bagi bangsa lain, inilah salah satu hal yang menyebabkan datangnya kaum penjajah kenegeri ini. Dari awal masa penjajahan itulah kiranya yang bisa dijadikan salah satu bahan renungan untuk membangkitkan semangat perjuangan dalam memajukan pendidikan dan kemakmuran masyarakat Maluku khususnya serta bangsa Indonesia pada umumnya.
Kaum penjajah selalu menerapkan metode imperialis yang licik, culas, dan jahat, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi guna menguasai wilayah jajahannya.

Para pemimpin dan tokoh-tokoh perkasa serta figur-figur panutan rakyat Maluku satu-persatu mereka bantai hingga habis, mereka hanya mau menyisakan masyarakat yang mau taat dan tunduk pada keinginan kaum penjajah. Mereka akan mematahkan dan memusnahkan setiap upaya perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat yang sedang dalam penjajahanya. Bahkan bibit-bibit perjuangan yang dapat mereka ketahui akan segera mereka lenyapkan hingga keakar-akarnya.

Mereka tanamkan mental penakut, dan pemalas pada generasi penerus yang dampak negatifnya lebih lama serta lebih berbahaya dari sekedar penyiksaan dan pembantaian. Beberapa racun peninggalan kaum imperialis yang masih belum ternetrarisil dengan sempurna adalah perilakuhura-hura, minuman keras dan perjudian, dari ketiga hal ini mengakibatkan rusaknya moral, lemahnya mental dan berkurangnya daya juang, bagi siapapun yang gemar melakukan salah satu atau ketiga hal tersebut.

Ketiga hal itu pula yang bisa menjadi penghambat terwujudnya cita-cita bangsa yang luhur sebagaimana tercantum di dalam pembukaan UUD 1945 yaitu :memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Memang secara fisik pada saat ini rakyat Maluku khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, sudah terlepas dari penjajahan bangsa asing, namun yang harus tetap diwaspadai adalah dampak dari penjajahan mental yang telah ditanamkan oleh  kaum imperialis yang telah menjalar ke dalam kehidupan masyarakat yang terjajah.

Dimana upaya pembodohan yang telah dilakukan oleh kaum penjajah masih bisa dirasakan hingga saat ini, seperti prilaku gemar mengkonsumsi minuman keras, berjudi, dan hura-huradimana semua ini memiliki dampak masif terhadap kehidupan, serta menjadi duri dalam daging bagi dunia pendidikan.

Pada saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Maluku sedang gencar-gencarnya memompa mutu dan kualitas pendidikan seluruh lapisan masyarakat di daerah ini, berbagai macam sarana dan prasarana pendidikan terus digalakan, darimulai pembangunan gedung-gedung pendidikan, pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dan siswa kurang mampu, pertukaran pelajar ke luar negeri seperti ke Jepang dan Australia, pelaksanaan program GMGM (Gerakan Maluku Giat Membaca), perpustakaan keliling dan lain sebagainya.

Berbagai sikap ditunjukan oleh masyarakat terkait program pemerintah ini, ada yang memberikan respon positif dan menyambutnya dengan semangat dan suka cita dan ada juga yang bersikap biasa-biasa saja dan terkesan kurang peduli dengan dunia pendidikan yang sedang gencar-gencarnya dipompa oleh pemerintah setempat, pada saat ini.

Wujud kepedulian akan pendidikan yang ditunjukan oleh pemerintah, tentu saja tidak akan berjalan dengan maksimal tanpa adanya dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan harus sejalan dengan sikap dan perilaku masyarakat supaya memiliki visi dan misi yang selaras dengan program pemerintah itu sendiri, karena kita sadar bahwa setiap rencana dan cita-cita yang mulia akan senantiasa diikuti oleh rintangan dan hambatan yang akan memperlambat atau bahkan menghalangi terwujudnya cita-cita mulia tersebut.

Namun dengan terciptanya visi dan misi yang seiring dan sejalan antara pemerintah dan masyarakat terhadap dunia pendidikan maka rintangan sebesar apapun tidak akan dapat menghentikan langkah serta semangat juang dan pasti akan mampu dilewati dengan mudah demi menuju masa depan yang lebih cerah.

Sudah sepantasnya jika pemerintah dianggap sebagai pencetus dan penggerak program pengembangan pendidikan maka jangan kepalang tanggung pemerintah juga harus mampu menjadi pelopor dan pembangkit semangat dalammemompa kesadaran masyarakat agar peduli terhadap pengembangan ilmu pengetahuan bagi diri dan lingkungan sekitarnya.

Pada umumnya pembahasan dunia pendidikan cendrung lebih menekankan pada pendidikan formal seperti sekolah, kursus dan pelatihan, namun hal ini tidaklah cukup karena pada kenyataannya yang lebih dominandan tidak kalah penting adalah pendidikan yang sifatnya nonformal, yang tumbuh dan berkembang secara alami melalui lingkungan sekitarnya seperti lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat setempat.

Lingkungan keluarga dan masyarakat  sangat besar pengaruhnyadalam pembentukan karakter, dan kepribadian seseorang, seperti pepatah yang mengatakan; “seeorang yang hidup dan bergaul di antara para pedagang minyak wangi maka pakaian dan tubuhnya akan terbawa harum, dan seseorang yang hidup dan bergaul di antara para tukang pandai besi maka pakaian dan atau tubuhnya akan terpercik api”.

Memang pendidikan formal bisa dijadikan sarana pembentuk jiwa dan kepribadiaan seseorang agar lebih pintar dan cerdas, namun lingkungan keluarga dan masyarakat jauh lebih dominan terhadap pembentukan karakter dan kepribadian seseorang tersebut, khususnya bagikaum pemuda dan pemudi selaku generasi penerus.

Generasi penerus sebagai cikal bakal pengisi dan pengelola Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa mendatang tidak hanya membutuhkan gemblengan pendidikan formal, lebih dari itu para kaum muda mudi sangat membutuhkan arahan, tuntunan dan contoh positif serta kepedulian dari lingkungan sekitarnya.Wujud kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam mendukung dan memajukanprogram pendidikan salah satunya adalah dengan berupaya untuk meminimalisir perilaku-perilaku negatif seperti hura-hura, mabuk-mabukan, dan perjudian.

Dalam hal ini bagi pemerintah selaku penyelenggara negara lebih dituntut untuk mengarahkan, mengingatkan dan mempedomani masyarakat untuk menghindari ketiga perbuatan negatif warisan kaum imperialis ini.

Keberhasilan program pengembangan pendidikan suatu daerah tidak hanya dinilai dari rating angka dan hurup yang kemudian dibanding-bandingkan dengan wilayah lain, tetapi keberhasilan pendidikan yang sebenarnya adalah ketika pemerintah serta masyarakat mapu menyediakan lingkungan yang baik bagi generasi penerusnya, yang terbebas dari perjudian, minuman keras dan hura-hura yang berlebihan.

Maluku saat ini adalah hasil dari perjuangan dan jerih payah di masa lalu, dan Maluku dimasa mendatang adalah buah perjuangan dan pengorbanan di masa sekarang, Jayalah Maluku, majulah pendidikan Indonesia. (*)

Most Popular

To Top