Ancam Boikot Kantor Negeri Tulehu – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Ancam Boikot Kantor Negeri Tulehu

Soal Berlarutnya Pilraja Definitif

AMBOB, AE—Belum adanya langkah kongkrit penjabat Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah (Malteng), Alibaba Ohorella melalukan pemilihan raja (pilraja) definitif membuat kesal masyarakat setempat. Mereka mengancam memboikot pemerintahan jika dalam waktu dekat belum dilakukan pemilihan. Pernyataan ini disampaikan ketua Lembaga Advokasi Masyarakat Adat Negeri Tulehu, Ali Umarella kepada Ambon Ekspres, Senin (30/3).

Ali mengatakan, penjabat negeri Tulehu telah ditunjuk hampir satu tahun, namun hingga sekarang belum membentuk tim atau kepanitian pemilihan raja definitif. “Tugas utama penjabat kan mengisi kekosongan pemerintahan dan melakukan pemilihan paling lambat 6 enam bulan setelah dilantik. Tapi sampai memasuki satu tahun ini, penjabat belum juga membentuk kepanitian untuk pemilihan raja definitif. Ini yang kami sesalkan,” kata Ali.

Dikatakan, pembentukan kepanitiaan tidaklah sulit. Apalagi, lanjutnya, masyarakat saat ini sangat membutuhkan pimpinan negeri Tulehu yang definitif. “Ingat, Tulehu itu negeri adat. Karena itu pemerintahannya harus dipimpin raja definitif. Kemudian, ada banyak agenda dan permasalahan masyarakat yang harus diselesaikan oleh raja definitif,” paparnya.

Dia meminta penjabat negeri Tulehu, Alibaba Ohorella agar segera membentuk tim seleksi raja definitif. Bahkan Ohorella diminta memundurkan diri jika tidak sanggup melaksanakan tugasnya. “Kami tidak peduli siapa raja definitif. Yang terpenting adalah pemerintahan yang definitif. Kalau memang yang bersangkutan tidak mampu, baiknya undurkan diri saja,” tegasnya.

Tokoh adat Tulehu Yahya Lestaluhu juga meminta Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua dan Camat Salahutu Manaf Ohorella segera mengambil tindakan. Bahkan kata dia, pihaknya akan menggalang dukungan untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap bupati bila tak ada respons. “Kalau peringatan ini tidak diindahkan, maka kami akan melakukan langkah-langkah mosi tidak percaya terhadap bupati Malteng. Kami tidak main-main. Bupati dan camat jangan terkesan melakukan pembiaran,” tegas Lestaluhu.

Menurut dia, Tulehu jangan dijadikan instrument politik untuk melanggengkan kepentingan orang atau kelompok tertentu. Apalagi penjabat telah ditunjuk sejak Juni 2014. “Penjabat kan telah ditunjuk dan dilantik nyaris satu tahun. Apakah penjabat mau cari keuntungan saja ? Nah, Pemkab Malteng harus mempressure camat maupun penjabat negeri Tulehu agar secepatnya melakukan pemilihan,” paparnya.

Masyarakat, kata Lestaluhu, takkan tinggal diam terhadap persoalan ini. ”Bukan saja menyampaikan mosi tidak percaya, tapi kami akan mengajak masyarakat untuk memboikot pemerintahan negeri jika dalam wakti dekat keluhan ini tidak di gubris,” ketusnya.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!