Bupati Usulkan Malra Jadi Sentra Pintu Selatan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Bupati Usulkan Malra Jadi Sentra Pintu Selatan

LANGGUR, AE.—Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun mengusulkan wilayah Maluku Tenggara yang dipimpinnya, dijadikan sebagai sentra perhubungan jalur Selatan Indonesia. Ini dikemukakan bupati saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Maluku tahun 2016 yang berlangsung di Kapal Tidar, Senin (30/3).

Penegasan bupati ini menangapi sekaligus mengkiritisi pemaparan perencanaan pengembangan akses perhubungan di wilayah Maluku oleh Kementerian Perhubungan RI, salah satunya merancang pembangunan Bandara Udara dan Kapal Laut.

”Dalam perencanaan pembangunan di Bandara Dumatubun Tual, padahal bandara tersebut milik TNI-AU. Sementara sesuai Keputusan Menteri, bandara telah dipindahkan di Bandara Karel Sadsuitubun yang terletak di desa Ibra, Kabupaten Malra. Saya heran ada pembangunan taxy B tahun 2015, coba kita luruskan perencanaan tersebut sehingga dibedahkan,” kritik Bupati setelah mengetahui dalam nomenklatur perencanaan tertera nama Bandara Dumatubun Langgur bukan bandara Sadsuitubun Langgur.

Menyinggung soal  perencanaan kabupaten/kota dalam perencanaan Master Plan Percepatan Pertumbuhan Pembangunan  Indonesia (MP3I) dan jalur tol, dia menyebutkan terjadi kekosongan di jalur Selatan.
”Jalur dari arah Selatan selama ini kosong rutenya. Karena itu kita berharap ada rute lintasan pintu Selatan baik darat maupun laut dan sesuai perencanaan. Kami akan menjadikan Bandara Sadsuitubun menjadi sentra pintu Selatan, dari Langgur menuju wilayah Selatan Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu dalam tahapan pembangunan bandara, Bandara Sadsuitubun Langgur telah memiliki landasan 2.100 meter dan sementara dikembangkan pelebaran untuk pendaratan pesawat berbadan besar.
Terkait Pelabuhan Navigasi Ufmar Danar yang hingga kini tidak diketahui pengoperasian, Rentanubun mengusulkan agar dermaga itu dijadikan sebagai dermaga kontainer untuk melayani aktivitas kontainer Malra dan kota Tual. ”Kami usulkan agar dermaga navigasi yang terletak di Danar dapat dialihkan menjadi dermaga kontainer demi mendukung aktivitas kontainer di wilayah Tual dan Kabupaten Malra,” usulnya.

Pembukaan Musrembang itu sendiri dilakukan dalam rangka pelaksanaan  penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2016 dengan menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Perwakilan Kemenhub RI,  Mantan Gubernur Maluku, Saleh Latuconsina, perwakilan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat,  perwakilan Bappenas dan dihadiri Bupati/walikota se-Maluku, dan seluruh satuan SKPD Provinsi Maluku.

Kepala Litbang Kemenhub RI, berharap perencanaan perhubungan memiliki kesatuan antara Provinsi dan kabupaten/kota se-Maluku. ”Perencanaan pembangunan transportasi di provinsi sejalan dengan kabupaten/kota dalam penyusunan program dan pengusulan bantuan anggaran,” katanya.

Terkait tanggap Bupati Malra soal pembangunan Bandara, dirinya mengatakan nanti dilakukan penyesuaian dan melaporkan kepada Menteri Perhubungan. ”Bandara nanti kita sesuaikan, saya akan laporkan hasil Musrenbang, masalah-masalah perhubungan akan dilaporkan,” sarannya.

Gubernur Maluku, said Assegaf mengatakan akan menjawab masalah perhubungan transportasi Maluku dengan memfasilitasi Bupati/walikota untuk melakukan pemaparan di Kemenhub RI. ”Kami mintakan kesediaan Kementerian, nanti saya membawa bupati/walikota, kita akan presentase hasil seluruh persoalan perhubungan dihadapan para Dirjen Kemenhub,” usul Gubernur. (SAT)

Most Popular

To Top