Guru Profesional Kalesang Pembelajaran, Tingkatkan Prestasi Siswa – Ambon Ekspres
GMGM

Guru Profesional Kalesang Pembelajaran, Tingkatkan Prestasi Siswa

Oleh: Helena Ch Sipahelut (Guru SMA Negeri 7 Ambon)

Kalesang ….  !
Kalesang   adalah suata kata   kerja  yang berarti peduli .Peduli tentang suatu hal yang menjadi
pusat perhatian dan membuatnya menjadi lebih baik  dan indah.  Jika kata ini di hubungkan dengan Kepedulian  yang dinyatakan oleh seorang guru itu berarti kepedulian yang berdasarkan ketulusan, keiklasan dan kecintaan  guru akan profesinya  itu sendiri.Tidak dapat dipungkiri  bahwa pendidikan merupakan inti kemajuan suatu bangsa, maka peranan guru  menjadi  actor utama  dalam memerankan dirinya.

Guru dituntut untuk bermutu, dan berkinerja tinggi, karena akan diuji secara berkala serta mendapat pengawasan baik dari pemerintah, pemerintah daerah maupun dari masyarakat pada umumnya. Untuk itulah guru diharapkan harus bermutu dan memenuhi  standar. Sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan  sebagai standar minimal tentang  sistim Pendidikan  diseluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang mencakup Standar Isi, Standar proses, Standar lulusan , Standar tenaga kependidikan, Standar sarana dan prasarana, Standar

pengelolaan , Standar pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang ditingkatkan secara berencana dan berkala. Dengan demikian  guru  berfungsi sebagai pengelola pembelajaran dikelas hendaknya kalesang dalam menata isi, kalesang dalam menata sumber belajar, kalesang

mengelola pembelajaran, serta kalesang melakukan penilaian yang dapat memfasilitasi terciptanya lulusan yang berkualitas.
Empat hal inilah yang harus diperhatikan dan menjadi catatan –catatan penting bagi  seorang guru profesional dalam meningkatkan keprofesiannya. Hal tersebut diatas dapat diuraikan sebagai berikut.

Pertama guru profesional kalesang dalam menata isi, itu berarti bahwa guru harus memiliki penguasaan isi bidang studinya dengan memahami karakteristik  siswa atau peserta didik dengan baik, melakonkan pembelajaran yang mendidik, serta menguasai bidang pembelajaran yang dimilikinya, penggunaan metodologi ilmu dalam konteks yang lebih luas,untuk memverifikasikan dan memantapkan  konsep yang di pelajari dan penyesuaian substansi ilmu yang bersangkutan dengan tuntutan dan ruang gerak kurikuler serta pemahaman tata kerja  dan cara pengamanan kegiatan praktik. Hal ini menjadi sangat penting dalam meningkatkan keprofesiannya.

Kedua pemahaman tentang karakteristik peserta didik ,itu berarti peserta didik yang datang dari latar belakang keluarga ,dengan tingkatan yang berbeda ini, menjadi perhatian seorang guru untuk dapat memahami tahapan perkembangannya dengan aspek penerapannya   yakni aspek kognitif,aspek afektif, dan psikomotor dalam mengoptimalkan perkembangan dan pembelajaran bagi siswa  dengan berbagai karakteristiknya.

Dengan karakteristik siswa yang bervariasi inilah membuat guru harus profesional dalam memberikan bimbingan dan layanan untuk dapat meningkatkan kwalitas pembelajarannya. Karakteristik peserta didik yang bervariasi sangat mempengaruhi terciptanya sebuah pembelajaran yang maksimal yang berlangsung di kelas, mengapa?

Pertanyaan ini hendaknya disimak sebagai suatu realita yang selalu diperhadapkan kepada guru dalam menghadapi proses pembelajaran di kelas,dapatkah kita mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi dari berbagai karakteristik siswa yang bervariasi jawaban nya sangatlah sederhana, ketika kita selaku guru  dengan iklas, dan bertanggung jawab  secara profesional  melaksanakan tugas pembimbingan  bagi siswa maka kita dapat mengatasinya dengan berbagai strategi dan metode pembinaan yang di tempu untuk mengatasi berbagai tantangan  dalam pembelajaran.

Ketiga penguasaan pembelajaran yang mendidik merujuk kepada upaya guru dalam memfasilitasi perkembangan potensi setiap individu  secara optimal. Penguasaan pembelajaran tersebut mengacu pada tiga ranah (kognitif, afektif dan psikomotorik) untuk membentuk kemampuan individu yang utuh dalam kompetensi kecakapan hidup yang bermartabat, bermoral dan bertanggung jawab.

Keempat, melaksanakan penilaian,  yang bertujuan untuk mengukur ketercapaian suatu proses pembelajaran yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri. Peningkatan kwalitas pembelajaran di kelas merupakan tugas yang harus di wujud nyatakan oleh setiap guru yang selalu kalesang dengan pembelajaran. Peranan guru menjadi unsur utama dalam mengolah suatu Pembelajaran Aktif,Inovatif,Kreatif dan Menyenangkan (PAIKEM) karena hal ini merupakan faktor kepedulian seorang guru  yang selalu di inginkan oleh siswa .

Kapankah guruku  harus berada di kelas ? Pertanyaan yang selalu ada di hati para siswa yang menginginkan sebuah proses pembelajaran  itu terjadi. Jawabannya  adalah ketika kita selaku guru kalesang dengan pembelajaran  itu sendiri, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain; kehadiran guru tepat pada waktunya dalam memulai   dan mengakhiri pembelajaran di kelas,guru harus menyiapkan administrasi/perangkat pembelajaran dengan baik, guru harus mengenal krakteristik siswa dengan benar,guru harus selalu memberikan nasihat dan arahan  kepada siswa .

Mengapa  demikian ,guru merupakan ujung tombak penyelenggaraan pendidikan dalam memberikan layanan bagi siswa  demi sebuah cita-cita dan harapan masa depan. Untuk itulah guru kalesang wajib memiliki  kwalifikasi akademik dan kompetensi pendidik  sebagai agen pembelajar.Guru  profesional kalesang, membangun kepercayaan masyarakat terhadap dirinya  tampil sebagai pendidik,inovator berwibawa yang terpancar dari dalam dirinya. Kalesang mendidik sebagai wujud kalesang Ambon Manise kalau bukan guru siapa lagi? (*)

Most Popular

To Top