Hari Ini Sidang Putusan Korupsi Multimedia – Ambon Ekspres
Amboina

Hari Ini Sidang Putusan Korupsi Multimedia

AMBON, AE.—Majelis hakim tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Ambon yang mengadili perkara kasus dugan korupsi proyek pengadaan alat-alat multimedia di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Maluku mengagendakan putusan sidang, Rabu (2/3) hari ini. Proses hukum terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi ini telah memasuki babak akhir.

Tiga terdakwa yang diadili dalam kasus ini masing-masing Bernadus A Jamlay selaku KPA proyek, Elias Soplantila selaku PPTK proyek dan Marten Latupeirissa selaku kontraktor. Menurut agenda, ketiga terdakwa itu seharusnya menjalani sidang putusan pada 28 Maret lalu. Namun karena majelis hakim belum menyelesaikan putusan, maka sidang ditunda.
Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Kurniawan saat berkoordinasi dengan majelis hakim, disepakati bahwa sidang putusan kasus ini akan ditunda hingga Rabu (2/3). Sebelumnya JPU menuntut tiga terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun. Ketiganya dituntut karena melanggar pasal 3, jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan diatur dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Merujuk pada dakwaan JPU, dijelaskan bahwa pada tahun 2011, Disdikpora Maluku mendapatkan proyek pengadaan sarana multimedia dan pengadaan penunjang dengan anggaran sebesar Rp 1.574.425.000. Dana itu bersumber dari APBD Maluku tahun 2011. Bersamaan proyek ini, terdakwa Bernadus Jamlaay diangkat menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Elias Soplantila sebagai PPTK.

Sebelum melaksanakan lelang, terdakwa Elias Soplantila membuat Harga Perkiraan Satuan (HPS) bersama panitia lelang. Namun ternyata hal itu bertentangan dengan tugasnya selaku PPTK. Karena menurut aturan yang seharusnya membuat HPS adalah PPK yakni Bernadus Jamlaay.
Setelah lelang proyek dilaksanakan, maka CV Talenta Karya dengan Direkturnya terdakwa Marten Latuperissa, ditunjuk sebagai pemenang karena telah memenuhi semua persyaratan ketika proses lelang dilaksanakan. Setelah dilakukan pencairan dana tahap 1 dan tahap 2, namun pada sampai batas waktu ditentukan sesuai kontrak selesai, semua barang multimedia belum selesai didistribusikan.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan ahli di lapangan terhadap alat-alat multimedia, ditemukan beberapa perbedaan pengadaan yang tidak sesuai kontrak. Menurut JPU, perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Bernadus Jamlaay, Elias Soplantila dan Marten Latupeirissa, yang dimana secara bersama-sama atau sendiri-sendiri melakukan tindak pidana korupsi mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 360.954.545. (AFI)

Most Popular

To Top