Keganjilan Dalam Kecelakaan Maut – Ambon Ekspres
Trending

Keganjilan Dalam Kecelakaan Maut

Penyewa Truk Masih Misterius

AMBON,AE— Polisi menemukan sejumlah fakta ganjil dalam kecelakaan maut di Desa Halong, Jumat (27/3). Truk yang melabrak empat mobil dan menewaskan tujuh orang ini, ternyata tak lagi laik pakai. Selain itu, penyewa truk masih misterius. Tak satupun pihak yang mau mengaku sebagai penyewa truk rongsokan tersebut.

Hal ini terungkap dalam reka ulang atau rekonstruksi kecela kaan yang dilakukan kemarin. Dalam reka ulang itu, polisi tak menghadirkan tersangka sekaligus sopir truk, karena alasan keamanan. Tim dari Markas Besar (Mabes) Polri turun untuk melihat langsung reka ulang, sekira pukul 14.45.

Tim dari Korlantas Mabes Polri dipimpin AKBP Guntur, membantu melakukan rekonstruksi. Kata AKP Deddy Dwitiya Putra, polisi menemukan ada kelalaian yang dibuat, baik oleh sopir maupun pemilik kendaraan. Pertama, kondisi mobil sudah tidak laik untuk beroperasi. Kedua, kelengkapan administrasi mobil tidak utuh.

”Pemilik kendaraan akan kita panggil untuk diperiksa. Baik itu untuk menanyakan kelayakan jalan, karana kita lihat sendiri mobil dalam kendaan pajak yang mati, dan juga tidak layak, kita akan periksa semuanya,” tandasnya.

Ketiga, mobil itu tanpa pengawalan. Di akui Deddy, kendaraan tidak berisi, tetapi harus ada koordinasi dengan kepolisiaan ketika melakukan pelintasan di atas jalan umum, sehingga dapat disesuaikan.

”Kalau kendaraan kosong ini memang tidak ada pengawalan, dan pada saat pengisiaan baru dilakukan pengawalan. Namun bukan berarti tidak perlu ada koordinasi, harusnya ada koordinasi. setiap kendaraan pengangkut barang besar, harus ada pengawalan,” bebernya.

Keempat, pemilik kendaraan masih belum jelas. Ada beberapa perusahaan diantaranya PT Mustika, PT Wika, PT Waskita yang diinformasinya menggunakan truk ini. Namun, setelah dikonfirmasi mereka saling melempar tanggungjawab. Polisi tetap akan melakukan pemanggilan terhadap ketiga perusahaan ini untuk diperiksa.

”Kemarin janji-janji mau datang, tetapi sampai sekarang belum ada yang datang. Pemiliknya  Milik PT. Mustika, dikontrakan kepada PT. Wika, pihak Wika bilang masa kontraknya sudah selesai. Dan yang mengontrak itu PT.

Waskita. Jadi belum jelas, Pemiliknya berada di Jakarta, katanya mau datang hari Sabtu, tetapi sampai sekarang belum memberikan informasi ke kita,” imbuhnya.

Polisi akan melakukan pemanggilan berdasarkan prosedur, dan kalau tidak datang akan dilakukan pemangilan secara paksa. ”Kita akan lakukan pemanggilan sesuai dengan prosedur. Panggilan pertama, kedua dan ketiga. Jika tidak hadir kita lakukan penjemputan secara paksa,” tegasnya.

Sementara itu, dari rekonstruksi ada 16 titik yang ditandai untuk dijadikan sebagai petunjuk dalam proses kasus ini. Polisi sempat menutup sementara ruas Jalan Piere Tendean antara Desa Halong dan Lanal Halong.

Besarnya jumlah korban, menjadi alasan tim Korlantas Mabes Polri turun ke Ambon. “Korlantas Mabes Polri, membantu untuk penanganannya, karena jumlah korban yang meninggal dunia di atas lima orang. Sampai sekarang korban meninggal 7 orang, dan korban luka ringan dan luka berat sekitar 17 orang,” kata Kasat Lantas Polres Pulau Ambon dan Pp.Lease AKP Deddy Dwitiya Putra,  kepada wartawan di TKP.

Rekonstruksi sekalian olah TKP dimulai dari berhentinya kendaraan truk (tronton) setelah terjadi tabrakan dan dari titik awalnya terjadi tabrakan. Terdapat belasan titik yang ditandai. Ini akan dijadikan sebagai referensi dalam proses kasus ini.

”Tadi sampai diatas itu ada 16 titik yang kita tandai. Nantinya titik-titik ini kita jadikan pedoman untuk buat sketsa yang lebih jelas untuk kasus ini,” jelasnya.(ERM)

Most Popular

To Top