Pembangunan Bursel Harus Ditingkatkan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Pembangunan Bursel Harus Ditingkatkan

Kepemimpinan Bupati Tagop Soedarsono Soulisa dan wakilnya Ayub Seleky selama tiga tahun ini, wajah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) mulai terbentuk. Terutama di kota pemerintahan, dimana kegiatan pembangunan fisik begitu tumbuh pesat.

Begitu juga dengan masalah keterisolasian, transportasi, dan komunikasi perlahan mulai teratasi. Keluhan masyarakat terhadap tiga sektor ini mulai berkurang.
Walau begitu mereka mengakui keberhasilan yang dicapai sekarang tak terlepas dari kerja keras pemerintah dan  seluruh elemen masyarakat, sehingga melahirkan perubahan yang sangat berarti.

Pembangunan saat ini, tentu juga merupakan buah dari kerja sama seluruh pihak, baik masyarakat, DPRD maupun pemerintah. Meski perubahan telah terlihat signifikan, namun pencapaian maksimal harus terus diupayakan. Seluruh pihak harus mewujudkan Kebupaten Buru Selatan yang maju, sejahtera dan bersih.

Perjalanan kabupaten Bursel, dari awalnya terisolasi kini menjadi kawasan yang cukup terbuka. Pembangunan jalan telah membuka akses darat yang menghubungkan Kabupaten Buru dan Buru Selatan. Demikian juga dengan transportasi laut.

Saat ini sudah ada sejumlah transportasi laut, mulai dari fery, kapal cepat hingga kapal PELNI telah menghubungkan Buru Selatan dengan Kota Ambon dan daerah lainnya di Provinsi Maluku. Bahkan penerbangan udara Namrole-Ambon pun saat ini sudah semakin lancar. Dalam sepekan ada tiga sampai empat kali penerbangan pulang pergi.

Hal yang sama juga berlaku untuk jaringan telekomunikasi. Pemerintah daerah terus berupaya membuka akses telekomunikasi hingga ke seluruh polosok daerah. Tujuannya agar informasi bisa dijangkau oleh semua pihak. Termasuk layanan internet pintar di sekolah-sekolah.

Dari segi keamanan, masyarakat cukup merasa nyaman. Tingkat kriminalitas di Kabupaten Buru Selatan perlahan berkurang, bahkan perkelahian yang berskala kelompok telah diminimalisir.

Kondisi itu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyakarat. Sementara untuk pelayanan publik, pemerintah terus berupaya memperpendek rentang kendali.  Dengan ditambahnya satu kecamatan menjadi enam, pelayanan publik bisa lebih maksimal lagi.

Saat ini Bursel telah memiliki 81 desa dan yang tersebar di 6 kecamatan yakni  Ambalau, Waesama, Namrole, Leksula,  Kepala Madan,  dan Fena Fafan.
Namun begitu, berbagai  keberhasilan  pembangunan  yang dicapai  selama kurun  waktu lima tahun lebih ini, belum seberapa besar bila dibandingkan  dengan segudang harapan yang dikehendaki oleh seluruh lapisan masyarakatnya.

Dan ini tentunya merupakan  tugas dan tanggung jawab  semua komponen di Bursel untuk memenuhinya, terutama pegawai negeri sipil yang juga adalah aparatur pemerintah yang akan melanjutkan tugas dan tanggungjawab yang ada. (ESI)

Most Popular

To Top