Penganiayaan Warga Morekau Ditutupi? – Ambon Ekspres
Trending

Penganiayaan Warga Morekau Ditutupi?

AMBON, AE— Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Syahbuddin Nasution belum melaporkan penganiayaan sejumlah oknum anggota brimob dari Detasemen 2 Kompi C terhadap warga Morekau, Kecamatan Kairatu Barat.

Padahal, insiden itu sudah terjadi sejak, Minggu (29/3). Puluhan warga termasuk tokoh masyarakat dianiaya tanpa ampun.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Hasanuddin Mukaddar, mengaku, belum menerima laporan. “Sampai saat ini saya belum menerima laporan, jadi saya belum bisa berbicara lebih jauh.

Karena kapolres belum melaporkan kejadian itu kepada kami,” kata Kabid Humas ketika dihubungi, Selasa siang kemarin.

Meski belum menerima laporan atas peristiwa yang terjadi, Mantan kapores Seram Bagian Timur itu menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan guna memastikan tindakan yang dilakukan sejumlah oknum anggota Brimob tersebut. “Kami akan cari tahu. Jika itu benar pasti kami akan mengambil langkah tegas,”kata dia ketika dihubungi kemarin.

Bila terbukti, lanjut perwira menengah Polda itu, mereka akan diproses sesuai prosudur yang berlaku di institusi kepolisian. “Sangat salah dan fatal itu, jika anggota polisi melakukan tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap masyarakat. Apalagi sampai babak belur itu tidak boleh. Siapapun dia jika melakukan tindakan itu pasti akan tetap diproses,” tegasnya.

Mukaddar akan segera berkoordinasi baik dengan Kapolres Seram Bagian Barat, Kasat Brimob maupun Kabid Propam terkait tindakan dan peristiwa tersebut.  “Segera kami berkoordinasi untuk memastikan masalah ini. Karena itu sangat tidak boleh itu,” ucapnya.

Terpisah Kepala Bidang Profesi Pengamanan (Propam) Polda Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Sutrisno juga mengaku, belum menerima laporan dari kapolres Seram Bagian Barat. “Saya belum menerima laporan itu.

Nanti saya cek dulu karena laporan belum ada di kami. Jika ada pasti akan kami proses sesuai dengan aturan yang berlaku itu,” kata Agus sore kemarin.

“Mungkin sudah dilaporkan kepada provost mereka sendiri untuk menangani kasus itu. Tetapi harus juga ada laporan kepada kami. Apalagi kasus itu nilainya cukup besar sehingga kami bisa bersama-sama mereka untuk mengusut dan menindak para anggota itu,” jelasnya.

Sangat dilarang polisi menkonsumsi minuman keras, apalagi setelah itu, melakukan tindakan yang melukai hati rakyat. “Kita polisi itu bagian dari masyarakat sehingga jangan sakiti dan lukai hati rakyat,” tutup pria dengan dua melati dipundaknya itu.
Sebelumnya, aksi penyerangan yang dilakukan oleh sejumlah oknum anggota brimob itu membuat sejumlah warga Desa Morekau, menjadi korban. Mereka diantaranya, Yandry Salenussa (19),Franky Sanaky (16), Pes Salenussa (47), Dortea Salenussa (31), Welly Teslatu (45), Max Salenussa (45), Kristian Salenussa (57), Andarias Salenussa (35), Jhony Elly (25), Christian Sanaky (21), Pendeta Jhon Tupan (45), Denny Kakihary (33).
(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!