Imigrasi Deportasi 6 WNA Thailand – Ambon Ekspres
Trending

Imigrasi Deportasi 6 WNA Thailand

AMBON, AE— Pemerintah Negara Thailand memutuskan untuk memulangkan warganya dari Maluku, paska isu perbudakaan di Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru. Berapa banyak warga Negara Thailand di daerah ini, pihak Imigrasi tak tahu. Duta besar Negara itu terpaksa turun ke Ambon mendata warganya.

Isu perbudakaan bersumber dari pemberitaan salah satu kantor berita internasional. Perbudakaan katanya, dilakukan di perusahaan Benjina Resources di Benjina. Perusahaan ini bergerak di sektor perikanan dan mempekerjakan beberapa WNA asal Thailand. Kapolda, Brigjen Murad Ismail sudah membantah isu itu.

Selain bekerja di Benjina resources, sejumlah WNA asal Thailand juga bekerja pada beberapa kapal penangkap ikan yang sering berlabuh di perairan Teluk Ambon, dan Kota Tual. Aktivitas mereka dalam penangkapan ikan sudah lama, dan berlangsung lebih banyak di fishing ground laut Arafura.

Hanya saja berapa banyak WNA asal Thailand ini yang berada di Maluku, pihak imigrasi Kelas I Ambon tidak mengetahuinya. Kepala kantor kelas I Ambon, Nanang Koesdarjanto, kepada Ambon Ekspres, di kantor Imigrasi Ambon, Rabu kemarin mengaku, hingga kini pihaknya belum memiliki data lengkap terkait jumlah dari warga Negara Asing, asal Thailand di Maluku.

“Kalau soal itu (Jumlah WNA), belum bisa saya  buka karena harus lihat data dulu. Tetapi yang pastinya banyak dan bahkan banyak pula yang tidak terdaftar atau illegal dan tidak punya kelengkapan administrasi maupun dokumen. Itu yang kita kewalahan mendatakan mereka,” jelasnya.

Dikatakan, WNA asal Thailand di Maluku, kebanyakan tidak memiliki kelengkapan data diri, ini yang membuat pihak Imigrasi kesulitan melakukan pendataan. Akan tetapi jika ada yang terdata, selalu berkoordinasi dengan pihak kedutaan besar (Dubes) Thailand di Indonesia.

“Jadi kalau mereka (WNA), yang punya data identitas dan dokumen lengkap, biasanya jika ada masalah kami langsung berkoordinasi dengan pihak kedubes untuk segera di deportasi para WNA itu ke Negara asal mereka,” katanya.

Koordinasi sendiri dengan pihak kedutaan besar, untuk penanganan maupun kepulangan WNA yang bermasalah, kata Nanang, selama ini berjalan dengan baik. Kalaupun ada kendala, maka kendala itu hanyalah sebatas komunikasi.

Rabu pagi kemarin, pihak Imigrasi baru memulangkan enam warga Negara asing asal Thailand setelah berkoordinasi dengan kedubes mereka. “Pagi tadi (Kemarin red), kami baru pulangkan 6 warga Thailand dari Maluku, setelah kami koordinasi dengan kedubes mereka. Semuanya berjalan aman dan lancar. Itu yang selama ini kita lakukan jika administrasi mereka jelas,” terangnya.

Disinggung soal WNA asal Thailand yang di tahan akibat melawan hukum, kata Nanang, ada sekitar 17 warga asal Thailand yang berada di tahanan. “Kalau untuk mereka yang ditahan itu ada 17 orang. Itu yang sementara menjalani hukuman,” tandasnya. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!