Insiden Penyerangan Brimob Tinggalkan Trauma – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Insiden Penyerangan Brimob Tinggalkan Trauma

Siswa SMA dan SMP Takut ke Sekolah

PIRU, AE—Terkait insiden penyerangan anggota Brimob Detasemen 2 Kompi C Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ke Negeri Morekau, Kecamatan Seram Barat, Minggu (29/3) yang mengakibtakan sekitar 15 warga menjadi korban pemukulan berimbas trauma pada para siswa di desa itu. Siswa SMP dan SMA trauma dan takut untuk pergi ke sekolah.

“Anak- anak kami saat ini memilih tinggal di rumah dari pada ke sekolah. Hanya 3 sampai 5 orang saja ke sekolah  karena masih trauma atas insiden pemukulan yang dilakukan anggota brimob,” ungkap Raja Negeri Morekau, J Salenusa kepada koran ini.

Dikatakan, siswa SMP dan SMA setiap hari ke sekolah harus lewat depan lingkungan kantor dan asrama brimob yang terletak di Desa Niniary. “Hal ini berdampak pula kepada masyarakat lainnya yang beraktivitas sebagai petani karena  mau ke kebun mereka rasa takut dan khawatir dihakimi,” tuturnya.

Menurut dia, pihaknya akan melakukan pertemuan khusus dengan tokoh adat, tokoh agama, pendeta dan masyarakat untuk memberlakukan sasi jalan kepada anggota brimob yang hendak ke Morekau. Ini demi kenyamanan masyarakat setempat.

Salenusa menambahkan, karena jalan menuju Morekau terbuka untuk umum maka potensi penyerangan bisa terjadi. Olehnya itu, pihaknya akan memberlakukan sasi bagi anggota brimob.
Menurutnya, ini bukan untuk melakukan perlawanan dan menghalangi momen MTQ, tetapi untuk menjaga keamanan lingkungan di Negeri Morekau serta tidak menginkan hal-hal yang meresahkan masyarakat.

“Insiden penyerangan anggota brimob ke desa kami membuat kami harus berkoordinasi dengan aparat kepolisian Polres SBB untuk melaporkan kronologis atas peristiwa ini dan tembusannya kami kirim berbagai inistansi terkait,” jelasnya.

Kata dia, surat  tembusan tuntutan dari masyarakat Morekau ke instansi terkait untuk upaya penegakan hukum. Pihak desa akan memberikan tembusannya ke Pemprov Maluku maupun Pemkab SBB, Komnas HAM, Ombudsmen, Polda Maluku dan Kompolnas. Hal ini untuk diberikan perlindungan hukum kepada masyarakat Morekau.

“Untuk anggota brimob yang terlibat dalam penyerangan maupun pemukulan terhadap masyarakat Morekau kami minta dapat diproses secara hukun dan tidak tegas secara kedisiplinan Polri karena merusak nama citra baik Polri,” ucapnya.

Dia meminta kepada danki brimob supaya peristiwa ini menjadi pengalaman pertama dan terakhir bagi masyarakat Morekau sehinga kedepan tidak terjadi hal-hal seperti ini untuk desa-desa lain.(CR1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!