Kota Kedua di Kota Ambon – Ambon Ekspres
Trending

Kota Kedua di Kota Ambon

AMBON, AE— Kepadatan penduduk di Kota Ambon menjadi masalah yang harus selalu mendapat perhatian serius pemerintah dan DPRD Kota Ambon. Pembangunan kota orde kedua menjadi salah satu  jawaban yang efektif atas masalah ini. Sebelumnya, mantan walikota Ambon, M.J Papilaja merencanakan konsep kota orde kedua di sejumlah kawasan. Dan itu mulai terwujud di masa pemerintahan saat ini.

Hingga kini belum ada penyampaian dari Pemkot Ambon, namun menurut saya program itu sangat bagus, karena jika dilihat Kota Ambon tidak terlalu luas, tetapi jumlah penduduk ini bertambah terus, dan semakin padat. Namun, bagaimana caranya agar kepadatan penduduk ini bisa disebarluaskan, agar tidak terfokus di Kota Ambon saja,” kata anggota Komisi III DPRD Ambon,  Riduan Hasan, Rabu (1/4).
Dikatakan, pengembangan atau perencanaan yang bersifat wacana pada masa pemerintah Walikota Ambon Jopi

Papilaya itu sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat di Kota Ambon. Sudah ada beberapa sentra yang dibangun seperti di Passo dan Waitatiri untuk mengurangi kepadatan tersebut.

Menurutnya, pembanguann kota kedua juga harus dilakukan di kawasan Telaga Kodok, Wayame, Poka, Rumah Tiga dan lainnya. “Dari sisi aturan hukum, sudah ada penetapan RT/RW, maka harus diadakan perubahan RT/RW yang baru, dan buka zona baru. Dan sekarang ini, Komisi III sementara dalam pembahasan zona. apakah zona yang ada di daerah sana, bisa untuk pengembangan penduduk? Nanti kita akan tanyakan, karena sebelumnya kita tidak pernah membahas terkait program ini,” pesannya.

Dirinya menilai, kawasan perkantoran sudah seharusnya dibuka atau dipindahkan ke sana, karena hingga kini wacana memang sudah ada sesuai disampaikan Gubernur Maluku Said Assagaff. Karena sebelumnya, pernah ada perencanaan pemindahan Ibu Kota Provinsi Maluku ke Makariki Kabupaten Maluku Tengah.

“Sebelumnya kan diwacanakan dan direncanakan dipindahkan ibu kota ke Makariki. Tapi menurut saya dari pada pindah ke sana, lebih baik diperluas wilayah Kota Ambon ini ke daerah sana. Sehingga yang kita butuhkan aturan atau perangkat lunaknya. Rubah RT/RW, zona-zona yang ada misalnya tadinya pendidikan kita akan atur lagi minta revisi menjadi zona perkantoran. Demi untuk perluasan penduduk ini,” tutur Wakil Ketua Fraksi Golkar, DPRD Ambon ini.

“Hingga saat ini DPRD belum membahas soal itu, tetapi wacana pembenahan penduduk sudah ada. Namun jika dilanjutkan maka kita akan koordinasi, dari anggota komisi sendiri karena belum pernah dibahas dalam komisi,” tambahnya.

Ketua Komisi III DPRD Ambon Rofik Akbar Afifudin mengatakan, program pembangunan Second City (Kota Kedua) untuk mengatasi urbanisasi dan kepadatan penduduk di pusat kota, sudah berjalan tanpa program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Karena program tersebut tidak pernah ada, tetapi secara faktual berjalan dengan kondisi wilayah yang mengharuskan untuk bergeser keluar dari kepadatan penduduk.

“Program ini tidak ada, tetapi jika ingin untuk dilakukan mengingat kepadatan penduduk di Kota Ambon, maka harus dibuka sentra ekonomi. Kan sudah mulai dibuka di Passo, dan Waitatiri, itu agar tidak terjadi kepadatan penduduk,” ungkapnya.

Bukan hanya sebagai tempat pemukiman, kota kedua juga untuk menjadi kawasan baru bagi perkantoran pemerintahan serta pasar. “Jika dilihat, sebenarnya (program kota orde kedua) sudah terus berjalan. Contohnya diberikan rekomendasi pembangunan ruko-ruko di wilayah Passo sesuai zona yang diatur dalam perda, tentang perencanaan tata ruang dan tata wilayah,” ungkap Rofik.

Ketua DPC PPP Kota Ambon ini mengakui, selama ini tidak pernah dibahas setelah pemerintah Walikota Jopie Papilaja, namun kini dengan sendirinya terjadi pengalihan pusat kota ke daerah-daerah yang masih dianggap kosong untuk ditempati guna menghindari kepadatan penduduk.

“Sebenarnya semua orang menginginkan seperti itu, untuk menghindari kepadatan penduduk. Karena Kota Ambon ini kan tidak terlalu besar dan berada pada daerah teluk, sehingga pastinya ada pergeseran ke lokasi yang masih dianggap kosong. selain itu, alasan pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) merupakan skenario untuk meminimalisir jumlah kepadatan penduduk dan memfokuskan pembangunan ke arah Teluk Ambon –Baguala,” jelasnya.

Rofik menilai, rencana pengembangan penduduk ini tinggal menunggu institusi pemerintah atau kantor pemerintah yang dibangun di sana atau dipindahkan ke sana. Karena secara tidak sengaja ini menjadi visi misi Walikota Ambon Richard Louhenapessy untuk membangun infrastruktur ekonomi dan yang sudah dicanangkan.

“Mungkin kalau tidak salah Dinas Pendidikan akan diarahkan ke sana, agar tidak tertumpuk di kota. Program ini tidak pernah ada, tetapi secara faktual dia berjalan. Dan memang bukan harus ada program atau tidaknya, tetapi kondisi wilayah kita yang mengharuskan untuk bergeser keluar. Karena tidak bisa lagi digunakan aktivitas pembangunan di kota ini yang sudah sangat padat,” terangnya.

Kepala dinas Tata Kota Ambon, Deny Lilipory  mengakui hal yang tidak jauh berbeda. Kendati tidak disebut secara tegas  sebagai  pembangunan kota orde kedua seperti yang direncanakan oleh M.J Papilaja, namun hingga saat ini pemerintah kota Ambon telah berupaya untuk melakukan pemerataan pemukiman penduduk. Yakni dengan membuka kawasan baru untuk pemukiman penduduk, serta sarana bisnis dan kantor pemerintahan, diantaranya, di Passo dan Waitatiri. Sementara untuk kawasan lain akan dipertimbangkan sesuai rencana tata ruang.

“Kalau mengatur ini kan sesuai dengan rencana tata ruang kita. Kita akan lihat lagi lokasi mana yang bisa dijadikan pemukiman, di mana bisa menjadi kawasan bisnis dan di mana yang jadi lokasi perkantoran,” ungkap Lilipory di Balai Kota Ambon, kemarin.

Untuk kelanjutan pengembangan kawasan baru tersebut, lanjut Lilipory hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan. Rencana tata ruang yang menjadi dasar pembangunan masih digodok oleh Badan Pembangunan (Bapekot) kota Ambon.
“ Jadi nanti kita lihat dulu rencana tata ruang kita yang masih diproses di Bapekot. Kalau dalam rencana tata ruang nanti juga menjelaskan tentang pengembangan kawasn baru pasti kita tindak lanjuti,” katanya. (ISL/MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!