Oknum Brimob Penyerangan Diperiksa – Ambon Ekspres
Trending

Oknum Brimob Penyerangan Diperiksa

Pendeta Tupan: Saya Ditusuk Pakai Laras

Piru, AE.—Pasca penyerangan oleh anggota Brimob, tim Polda Maluku dipimpin Kepala Satuan Brimobda Polda Maluku, Kombes Pol Herman Sikumbang mengunjungi Desa Morekau, Jumat (3/4). Dihadapan warga Desa Morekau, Kabupaten Seram Bagian Barat, brimob meminta maaf atas insiden penyerangan tersebut. Para penyerang juga kini diperiksa.

Pertemuan dengan warga Desa Morekau berpusat di Balai Desa Morekau itu sebagai bentuk silaturahmi antara pihak Satbrimobda Maluku dan masyarakat Desa Morekau. Herman Sikumbang   didampingi Raja Negeri Morekau, J Salenussa sebagai moderator.

Sikumbang dihadapan masyarakat setempat meminta maaf atas tindakan arogan yang dilakukan anak buahnya. Dia juga mengungkapkan, tiap anggota yang terlibat penyerangan pada Minggu (29/3) telah diperiksa intensif dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dia juga mengaku akan mengganti biaya pengobatan para korban penganiayaan oknum Brimob Subden 2 Kompi B.  Dia bahkan memberikan nomor kontaknya agar jika dikemudian hari ada anggotanya berlaku arogan dan diluar kendali kepada masyarakat bisa melapor.

“Saya harap trauma yang dirasakan masyarakat dapat hilang. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan bantuan kami, silakan kita terbuka menerima. Masyarakat silakan berkoordinasi, kita akan bantu,” kata  Herman Sikumbang didepan masyarakat Morekau.

Beberapa perwira polisi turut hadir dalam pertemuan tersebut yakni, Kaden B Brimob Polda Maluku Tengah, AKBP Nadi Chaidir, Waka Polres SBB Kompol Rifai Baharudin dan Kasat Intel Polres SBB, RA Latuihamallo.

Sementara itu, salah satu tokoh agama Pendeta Tupan kembali menuturkan peristiwa penganiayaan pada Minggu (29/3) malam. Dia tidak menampik adanya penyerangan terhadap warga usai melaksanakan ibadah. Tokoh agama pun di pukul pakai senjata.

Penyerangan dilakukan oleh oknum anggota Brimob Subden 2 Kompi B Kabupaten SBB. Kepada Ambon Ekspres, Pendeta Tupan menuturkan, Minggu (29/3)  sekira pukul 22.00 WIT, situasi syukuran peneguhan anggota Sidi gereja tiba-tiba berubah mencekam. Ini setelah ada bunyi tembakan dan menyebabkan warga berhamburan keluar rumah.

Beberapa saat kemudian, kurang lebih 6 orang oknum anggota brimob mengejar anggota jemaat di depan pastori (rumah pendeta).  Edy Lumatalale, seorang guru, dipukul dan dianiaya di depan pastori baru hingga ke pastori tempatnya tinggalnya. Pendeta Tupan yang melihat insiden ini, berupaya menengahi aksi itu.

Dia meminta oknum brimob agar tidak menganiaya masyarakat yang tak tahu menahu akar permasalahan. Niat baik pendeta justeru dibalas dengan pukulan. “Saya ditusuk dengan laras. Sebelumnya seorang oknum anggota brimob mengeluarkan caci maki,” kata dia.

Tupan langsung mengadukan  kepada rekan seprofesinya yang merupakan pendeta Jemaat Elohim Piru. Dia lantas meminta warga desa berkumpul di dalam gereja untuk diberikan pendekatan persuasif. Setelah itu dia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk diobati dan di visum sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres SBB.
(CR1)

Most Popular

To Top