Enam Kapal Evakuasi WNA dari Benjina – Ambon Ekspres
Trending

Enam Kapal Evakuasi WNA dari Benjina

Tual,AE— Enam kapal akhirnya mengevakuasi sebanyak 319 Warga Negara Asing dari Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru ke Tual. Mereka diduga mengalami tindakan tidak manusiawi oleh pihak PT Pusaka Benjina Resource (PBR). Ratusan WNA dari Myanmar, Laos dan Kamboja ini tiba di Pelabuhan Perikanan Nasional Dumar, Tual, Sabtu (3/4) sore.

Enam kapal yang mengevakuasi para WNA ini adalah, Antasena 341, Antasena 330, Antasena 166, Antasena 310, Antasena 344 dan Antasena 836. Kapal-kapal ini dikawal ketat dua kapal patrol, yakni Kapal KRI Pulau Rangat 711 milik TNI-AL dan KP. Hiu Macan 004 milik PSDKP Tual.

Dari data yang dihimpun Ambon Ekspres, sebanyak 1.125 orang yang bekerja di Benjina, Kabupaten Aru. Dari jumlah itu, yang baru dipulangkan 319 orang terdiri dari warga Myanmar 258 orang, Laos 8 orang dan kambodja 53 orang. Nelayan WNA yang masih tersisa 806 orang diantaranya Warga Thailand 746 orang dan Myanmar 60 orang.

Pemulangan ini sebagai tindak lanjut dari kedatangan tim dari Pemerintah Thailand yang dipimpin Duta Besar Thailand untuk Indonesia, dan Wakil Kepala Polisi Thailand. Mereka datang ke Ambon pekan lalu, dan ke Benjina pada Rabu(31/3). Pemulangan para WNA ini diprakarsai Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan Kantor Imigrasi.

Para nelayan asing ini diberangkatkan dari Benjina, Jumat (3/4) sekira pukul 22.00 WIT malam hari dan baru tiba di PPN Dumar Kota tual, Sabtu (3/4) sekira pukul 16.00. Para pekerja ini sudah ditunggu Danlanal Tual, Kolonel (Laut) Hari Widjajanto, Kepala PPN Dumar Tual, Sil Jaftoran, Kepala Stasiun PSDKP Tual, Muhtar, pihak Kantor Imigrasi Klas II Tual, dan Petugas Dinas Kesehatan Kota Tual. kedatangan mereka inipun dikawal aparat Personel Polres Malra dan anggota Lanal Tual.

Turun dari kapal, mereka membawa sekantong plastik berisikan pakaian dan selimut. mereka langsung diatur berbaris dan dibagi kelompok berdasarkan negara masing-masing. Untuk memudahkan pendataan, mereka dilingkari pita berwarna merah untuk warga Kambodja, kuning untuk warga Myanmar, dan oranje untuk warga Laos.

Ada beberapa WNA yang langsung mendapatkan perawatan medis karena jatuh sakit selama di Benjina. Mereka langsung ditangani pihak Dinas Kesehatan Kota Tual. Sebagian di rawat di rumah sakit setempat.

Pihak Imigrasi Klas II Tual yang dikonfirmasi belum dapat memberikan keterangan resmi. ‘’Kami belum dapat berikan keterangan, silakan nanti hari senin (hari ini-red) datang langsung ke Kantor, pastinya kami harus mendata mereka terdahulu,’’ ungkap salah satu petugas Imigrasi ketika dikonfirmasi di Pelabuhan PPN Dumar Tual, sabtu (4/4).

Rencananya, ratusan WNA ini akan diberangkatkan ke Kedutaan Besar masing-masing negara di Jakarta. Mereka terlebih dahulu akan didata kembali oleh Kantor Imigrasi Klas II Tual untuk dibuatkan dokumen administrasi kepulangan mereka. ‘’mereka akan diperiksa. Dalam waktu dekat akan dipulangkan,’’ ungkap Kepala stasiun PSDKP Tual, Muhtar kepada wartawan di Pelabuhan PPN Dumar Tual.

Muhtar, mengatakan proses pemulangan tahap pertama sebanyak 319 WNA. Pemulangan dilakukan, rata-rata karena bermasalah. ‘’saya tidak tahu, soal perbudakan tetapi mereka ketika masih di Benjina mengalami berbagai masalah,’’ akuinya saat ditanya soal perbudakan WNA tersebut.

Menyangkut kedatangan ke Kota Tual, Kata Muhtar karena Tual merupakan wilayah terdekat yang juga memiliki kantor Imigrasi. ‘’Karena Tual merupakan wilayah terdekat jadi mereka diamankan sementara disini (Tual-red), saat ini yang masih ada yang tersisa di Benjina dan kami akan segera berkordinasi dengan Kementerian Kelautan Dan Perikanan RI untuk dilakukan pemulangan,’’ katanya.

Sementara itu selama menjalani pemeriksaan kesehatan dan pembuatan dokumen pemulangan, 319 nelayan asing tersebut akan ditampung di lokasi PPN Dumar Tual. Kepala PPN Dumar Tual, Sil Jaftoran mengatakan siap menampung sementara para nelayan asing tersebut di PPN Dumar selama mereka menjalani proses pemulangan.
(SAT)

Most Popular

To Top